You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.18 WANITA SATU SATUNYA


__ADS_3

Mark memberhentikan mobilnya di sebuah taman bermain di pusat kota yang cukup ramai pengunjung nya.


Tiga tahun lalu sebelum Mark pergi keluar negeri, Mark sering membawa Hazel kemari disaat libur maupun bekerja setelah mendapat izin dari Leon.


Mark yang sedari lahir tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu pun merasa iba melihat Hazel yang kehilangan kedua orang tuanya sekaligus.


Ibu Mark meninggal setelah melahirkan Mark, sedangkan ayah nya sudah sakit sakitan dirumah.


"Wahh aku sudah sangat lama tidak datang kemari" ucap Hazel menjajah tempat itu dengan pandangan nya.


"Apa kak Leon tidak mengajak mu setelah aku pergi?" tanya Mark


"Sering hanya saja aku sering menolak"


"Kenapa?"


"Sangat canggung jika sering berpergian dengan bos sendiri kak" ucap Hazel tersenyum kuda membuat Mark terkekeh.


"Lalu apa bedanya dengan ku?"


"Beda dong, kak Mark kan bukan bos ku di kantor" jawab Hazel membuat tawa Mark meledak.


"Oke kau selalu menang, apa yang akan kita lakukan?"


"Ayo naik bianglala" ajak Hazel menarik tangan Mark.


Kedua orang itu dengan bahagia mencoba berbagai permainan disana, Hazel begitu bahagia atas kepulangan Mark.


Tidak bisa dipungkiri, Hazel begitu menyayangi Mark selayaknya seorang kakak bahkan menganggap kakak kandung.


Hingga hari hampir gelap, kedua orang itu duduk di sebuah bangku taman yang sedikit menjauh dari keramaian.


Kedua orang itu sedang menikmati ice cream sembari berbagi banyak cerita, apa lagi Hazel yang terus berceloteh didepan Mark.


"Kau bahagia Hazel?" tanya Mark tiba tiba membuat Hazel terdiam.


"Hazel" panggil Mark agar Hazel menjawab pertanyaan nya.


"Aku bahagia kak" jawab Hazel tersenyum paksa.


"Sejak kapan adik ku belajar berbohong hem? kau tidak bisa berbohong didepan ku Hazel" ucap Mark memandang sendu netra Hazel.


Hazel langsung menundukkan kepalanya. semenjak mengenal Mark, Hazel memang selalu membagi cerita apa pun kepada pria ini.


Mark mengangkat dagu Hazel dengan lembut dan tersenyum menatap wanita cantik yang sudah dianggap seperti adik.


"Ada apa hem?"


"Dia tidak mencintai ku hiks" seketika air mata Hazel luruh dan langsung memeluk Mark hingga menangis tersedu sedu.


"Apa dia menyakiti mu?" tanya Mark menahan gejolak amarah dihatinya.


"Tidak, dia tidak menyakiti ku perjodohan ini yang menyakiti ku" jawab Hazel menyembunyikan wajah nya didada bidang Mark.

__ADS_1


Mark mengelus rambut indah Hazel, hati Mark ikut sakit melihat wanita ini menangis dihadapan nya.


"Lalu kenapa menyetujui nya?"


"Ini semua keinginan orang tua ku kak, aku sangat menyayangi mereka dan tidak ingin menjadi anak durhaka walaupun kehadiran mereka sudah tidak ada"


"Mereka meyakini Rion bisa menjaga ku hiks, aku rindu mama dan papa kak" lirih Hazel semakin menangis.


"Mau mengunjungi mereka besok?" tawar Mark yang tahu Hazel tidak pernah mengunjungi makan orang tuanya.


"Mau" jawab Hazel


"Yasudah, aku antar kamu sekarang dan besok pagi aku jemput lagi" ucap Mark mengulurkan tangan nya kearah Hazel.


Hazel dengan senyum mengembang pun langsung menerima uluran tangan Mark, lalu mereka berjalan bersama menuju parkiran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dikediaman Rion, Rion sedang duduk dengan raut wajah kesal karena sudah hampir 3 jam Eric terus mengomelinya.


"Kau cari sekarang dimana istrimu Rion!" bentak Eric.


Eric begitu kalut melihat hari yang sudah gelap tetapi menantu cantik nya tak kunjung kembali.


"Mungkin sebentar lagi dia akan pulang pa" ucap Rion malas.


"Rion! apa kamu tidak cemburu jika Hazel lebih banyak menghabiskan waktu dengan Leon?" tanya Eric menatap putranya kesal.


"Kam..."


"Nona muda sudah kembali tuan" ucap Steve yang baru masuk kedalam rumah.


Eric langsung berlari keluar rumah karena begitu khawatir dengan menantu cantik nya itu.


Didepan rumah mewah itu, Hazel keluar dari mobil milik Mark dengan sebuah gula kapas ditangan nya.


"Terimakasih sudah memberikan waktu kakak yang berharga itu" ucap Hazel terkekeh membuat Mark tertawa.


"Apa pun untuk mu adik kecil ku sayang" ucap Mark mengelus kepala Hazel.


Eric memicingkan matanya saat melihat menantu cantiknya bersama seorang pria yang wajah nya memang tidak terlihat asing.


"Hazel, astaga nak kamu kemana saja papa kebingungan mencarimu sayang" ucap Eric langsung menarik pelan Hazel dan memeluk wanita itu.


"Maaf pa, Hazel lupa mengabari papa dan Rion" ucap Hazel mengusap punggung Eric.


"Tapi syukurlah kamu sudah pulang" ucap Eric mengurai pelukan nya.


Rion berjalan santai mendekati papa dan istrinya, Rion bisa melihat tatapan tidak suka yang ditunjukkan Mark kepadanya.


"Maaf tidak memberitahu mu Rion" ucap Hazel menunda kepalanya.


"Lain kali ja...."

__ADS_1


"Tidak perlu meminta maaf Hazel, apa salahnya seorang kakak mengajak adik nya berjalan jalan? paling tidak sebagai ganti karena aku tidak datang ke pernikahan mu" ucap Mark.


"Kamu?"


"Oh iya, perkenalkan saya Mark Begelert adik dari Leonardo Begelert" ucap Mark menyela ucapan Eric.


"Ohh ternyata tuan muda kedua Begelert" ucap Eric ramah.


"Saya titip adil saya disini tuan besar Jacob, menikah dengan putra anda adalah pilihan adik saya" ucap Mark mengusap lembut pipi Hazel.


"Adik?" tanya Rion bingung


"Adik, dia sudah ku anggap seperti adik ku sendiri maka sebab itu tuan muda Jacob. aku harap kau bisa menjaga nya dengan baik" ucap Mark.


Rion hanya memandang datar tanpa menjawab ucapan yang dilontarkan oleh Mark, Rion tahu apa maksud Mark sebenarnya.


"Kalau begitu, kamu masuk istirahat kakak akan jemput besok pagi hem?" titah Mark


Hazel mengangguk "Dahh.. kak Mark" ucap Hazel dan berlalu masuk lebih dulu dengan disusul oleh Rion.


"Saya harap keputusan anda tidak membuat hidup adik saya semakin menderita tuan Fanderic" ucap Mark tiba tiba.


Eric langsung memandang Mark, ada rasa khawatir akan kedekatan Mark dan Hazel dihati Eric.


"Apa maksud mu, tuan muda Begelert?" tanya Eric.


"Jika putra mu tidak bisa membahagiakan Hazel, maka aku sendiri yang akan membawa Hazel pergi dari sini" ucap Mark.


"Putraku mampu membahagiakan Hazel, Mark" ucap Eric memandang tajam Mark.


"Aku berharap begitu, tetapi jangan salahkan aku jika suatu hari nanti Hazel sendiri yang datang kepada ku karena terlalu lelah dengan sikap putra mu"


"Jaga ucapan mu tuan muda Begelert" ucap Eric dengan rahang yang sudah mengeras.


"Apa salah? Hazel adalah wanita satu satunya dihidup ku dan kakak ku. kau tahu seberapa cinta Leon dengan Hazel, tuan" ucap Mark menyeringai.


"Aku tahu menantu ku tidak akan seperti itu"


"Itu semua tergantung putra mu, dia bisa fokus membahagiakan Hazel saja atau fokus pada hubungan terlarang nya" ucap Mark dan langsung masuk kedalam mobil.


"Oh iya, aku sudah kembali kesini dan akan sering mengajak Hazel pergi jadi aku ingin kau jangan melarang nya"


Brummm


Mark langsung melesatkan mobilnya meninggalkan kediaman Rion, Eric mengepalkan tangan nya karena perkataan Mark.


.


.


.


Holla, ada yang rindu sama author? hihi😄

__ADS_1


__ADS_2