
Restauran milik Hazel semakin ramai dikarenakan Hazel yang menambahkan beberapa menu baru dengan rasa yang sangat fantastis.
Apa lagi restauran Hazel mendapat rating nomor 2 sebagai restauran cepat saji terenak dengan harga yang murah.
Mia pun sudah direkrut menjadi meneger restauran itu sehingga Hazel bisa sesekali saja berkunjung ke restauran milik nya.
"Kamu hebat nak" puji Eric.
Saat ini Hazel sedang bersama Eric, mertua Hazel itu meminta kepada menantunya untuk menemani berpergian disore hari yang sudah hampir gelap.
"Ini semua juga berkat doa papa" ucap Hazel tersenyum.
Kedua orang itu sedang berjalan jalan di sebuah taman pusat kota yang tidak terlalu ramai pengunjung.
"Usaha mu nak, teruslah berkilau seperti ini" ucap Eric menggandeng tangan Hazel.
"Bisa papa ceritakan bagaimana persahabatan papa dengan almarhum papa Hazel?" tanya Hazel menoleh sesaat kearah Eric.
"Dia sama persis seperti dirimu nak. tangguh, baik, sabar dan juga hangat. kecantikan mu perpaduan dari wajah papa dan mama mu nak, sangat indah" ucap Eric
"Papa terlalu memuji ku" jawab Hazel tersipu.
Eric terkekeh "Kau tahu, Rion dulu sangat bahagia setelah kelahiran mu bahkan dia tertidur disamping box bayi mu"
"Benarkah?" tanya Hazel terkekeh
"Heem, dia berkata bahwa ingin menjaga mu dari apa pun yang mengganggu mu. dia sangat sedih saat mendengar suara tangisan mu bahkan pernah sekali dia ikut menangis" ucap Eric membuat tawa Hazel meledak.
"Ternyata dia sangat hangat pa" ucap Hazel tersenyum.
"Bisakah papa minta sesuatu dari mu nak?" celetuk Eric dan langsung menghentikan langkah nya.
Hazel juga menghentikan langkah nya dan langsung menghadap kearah Eric yang memegang kedua bahunya.
"Dengar nak, pertahankan lah rumah tangga kalian karena hanya itu keinginan terakhir papa. hidup lah bahagia nak" ucap Eric dengan mata berkaca kaca.
"Apa maksud papa?" tanya Hazel tidak mengerti.
"Papa tidak tahu Hazel, papa sudah tua nak papa tidak tahu hidup papa akan sampai kapan" ucap Eric.
"Papa ini bicara apa? jangan mengatakan hal seperti itu pa cukup om Lukman saja yang meninggalkan Hazel, papa jangan" ucap Hazel hingga meneteskan air mata.
Entah mengapa hati Hazel jadi gelisah mendengar ucapan dari Eric, rasa takut menggeluti hati Hazel saat ini.
"Berjanjilah nak"
"Stop papa, papa yang akan menyaksikan kebahagiaan rumah tangga Hazel bersama Rion. papa juga yang akan membantu Hazel mengasuh anak anak Hazel nantinya" ucap Hazel kesal.
"Semoga saja" ucap Eric dan melanjutkan jalan nya.
__ADS_1
"Aku mohon jangan bicara seperti itu lagi pa" ucap Hazel.
"Maaf membuat mu khawatir nak" jawab Eric memeluk Hazel.
"Bagaimana jika kita makan malam? sepertinya sudah hampir masuk jam makan malam" ajak Eric dan langsung disetujui Hazel.
Mereka pun langsung menuju parkiran dimana mobil serta supir milik Eric menunggu disana.
"Restauran" ucap Eric setelah dirinya dan menantu cantik nya masik kedalam kuda besi mewah itu.
Mobil yang ditumpangi Eric dan Hazel pun melesat pergi meninggalkan taman pusat kota dan membelah jalanan ibu kota.
Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang mereka tumpangi pun berhenti di depan sebuah restauran bintang 5.
Eric dan Hazel memasuki restauran bintang 5 itu dan langsung disambut langsung oleh pemiliknya.
"Selamat datang tuan besar dan nona muda Jacob, terimakasih atas kunjungan nya" sapa pemilik restauran itu.
"Terimakasih atas sambutan nya tuan" jawab Hazel tersenyum manis.
"Menantu keluarga Jacob yang sangat ramah" batin pemilik restauran itu.
Eric dan Hazel pun digiring menuju private room, karena Eric memang tidak pernah makan ditempat yang berbaur dengan orang ramai.
"Restauran anda begitu terkenal Mis" puji seorang pelayan wanita yang sembari menghidangkan pesanan Hazel.
"Terimakasih atas pujian nya" jawab Hazel tersenyum manis.
"Gani?" ucap Eric langsung berdiri dan memeluk pria yang seumuran dengan nya itu.
"Apa kabar mu teman?" tanya pria yang bernama Gani itu.
"Tentu saja baik, ayo makan bersama aku sedang bersama menantu ku" ajak Eric menggiring Gani menuju meja makan mereka.
"Hay, istri Rion begitu cantik" puji Gani.
"Anda..?"
"Gani Emelart" ucap Gani memperkenalkan dirinya.
"Hah? Salam tuan besar Emelart senang bisa bertemu dengan anda" ucap Hazel dan langsung berdiri.
"Menantu mu sangat sopan Eric, ayo duduk nak dan makan bersama papa mertua mu yang mengajak ku" ucap Gani mempersilahkan Hazel duduk.
"Terimakasih tuan" jawab Hazel mendudukkan dirinya di hadapan Gani.
"Jangan panggil tuan, panggil om atau paman saja sama seperti Rion" ucap Gani.
"Baik om Gani" jawab Hazel tersenyum.
__ADS_1
"Restauran mu sedang melambung tinggi nak, kenapa tidak kamu saja yang ikut naik daun?" tanya Gani sembari mereka makan malam bersama.
"Tidak om, cukup restauran nya saja owner nya tidak penting" ucap Hazel membuat Gani terkekeh.
"Aku tidak menyangka perjanjian mu dengan Anderson bisa terwujud, Eric" ucap Gani memandang teman lama nya.
"Mereka memang ditakdirkan untuk bersama" jawab Eric.
"Om kenal dengan papa Hazel?" tanya Hazel.
"Kami pernah satu universitas nak, papa mu dikenal sebagai mahasiswa yang sangat rajin dan teladan. sungguh luar biasa" puji Gani.
"Kenapa kalian begitu membanggakan papa ku?" tanya Hazel.
"Karena itu lah kenyataan nya nak, papa mu begitu berharga di sekolah ataupun di Universitas. selalu menjadi idola dan menjadi emas, beruntung mama mu menjadi pemenang hatinya yang sangat sulit dimiliki" ucap Eric.
"Mama wanita yang beruntung" gumam Hazel.
"Sama sama beruntung nak" ucap Ganu meralat kata kata Hazel.
"Maksudnya?" tanya Hazel.
"Papa mu pernah berada di titik paling rendah tetapi mama mu tidak meninggalkan nya disaat begitu banyak kemewahan yang datang ke mama mu dengan cuma cuma" ucap Gani.
"Contohnya dirimu" celetuk Eric membuat Gani tertawa.
"Hah? kok om Gani?" tanya Hazel yang belum mengerti.
"Om dulu pengagum mama mu, disaat papa mu berada dititik paling rendah Om menawarkan kebahagiaan dan kemewahan pada mama mu tetapi dia menolak dan mengatakan om tidak setia kawan"
"Bukankah itu benar?" celetuk Hazel membuat Eric dan Gani tertawa, apa lagi wajah kesal Hazel.
"Kau tahu nak, kecantikan mama mu begitu memikat hati membuat ku lupa siapa yang memiliki mama mu itu"
"Beruntung mama tidak mudah tergoda" celetuk Hazel membuat tawa Eric dan Gani semakin pecah.
"Lihatlah wajah kesal menantu mu Eric, maafkan aku nak tapi mama mu begitu indah di pandang" ucap Gani terkekeh.
"Bukan kah sama seperti Hazel? dia sangat indah dipandang" ucap Eric.
"Salah ku tidak memiliki seorang putra, jika ada mungkin aku sudah menjodohkan mereka" celetuk Gani.
"Tapi aku pemenang gen Anderson Lorens" ucap Eric bangga membuat Hazel dan Gani tertawa.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya raeders🥰