
Mobil yang dikendarai Steve dengan membawa sepasang suami istri itu puji berhenti di sebuah hotel bintang 5.
Sebelum turun dari mobil, Hazel memoles bibirnya dengan perona bibir berwarna merah terang.
Rion mendelik melihat Hazel yang terlihat semakin menggoda, apa lagi bibir mungil itu seakan menantang hasrat nya.
"Ada apa? aku hanya ingin tampil yang terbaik" ucap Hazel dan langsung turun dari mobil karena pintunya sudah di bukakan oleh Steve.
Rion berdecak kesal melihat tingkah Hazel yang mulai sejak kapan berubah seperti ini.
Hazel dan Rion pun memasuki aula pesta bersama sembari bergandengan tangan, terlihat seperti pasangan suami istri yang sangat bahagia memang.
Steve ikut berjalan dibelakang mereka setelah mobil diparkirkan oleh pihak hotel tadi.
"Selamat datang tuan dan nona Jacob" sapa pria paruh baya yang berdiri berdampingan dengan istrinya.
"Terimakasih atas sambutan nya tuan besar Gualon" jawab Hazel tersenyum manis.
"Wahh anda terlihat sangat cantik nona Hazel" ucap wanita paruh baya.
"Terimakasih nyonya Gualon" jawab Hazel tersenyum manis.
"Terimakasih juga karena sudah datang ya" ucap Nyonya Gualon.
"Sama sama, oh iya ini hadiah dari saya dan suami saya. selamat ulang tahun pernikahan untuk kalian berdua" ucap Hazel memberikan paperbag kecil kepada nyonya Gualon.
"Terimakasih banyak atas hadiah dan ucapan nya nona Hazel" ucap tuan Gualon tersenyum.
"Ayo kita gabung bersama yang lain" ucap nyonya Gualon menggiring Hazel dan Rion agar bergabung dengan tamu yang lain.
Entah mengapa Rion tidak suka melihat pakaian terbuka Hazel yang memberikan kesan seksi hingga banyak mata yang memandang nya.
"Selamat malam pengantin baru" sapa para tamu dan langsung berjabat tangan dengan Hazel dan Rion.
"Terimakasih sambutan nya nyonya" jawab Hazel tersenyum ramah.
"Istri anda sangat ramah dan cantik tuan Rion' ucap salah satu wanita yang seumuran dengan Rion.
"Jangan terlalu memuji nona" ucap Hazel tersipu membuat sekeliling mereka tersenyum gemas.
"Maaf jika lancang nona Hazel, beberapa waktu lalu saya pernah melihat tuan Rion sedang bersama mantan kekasihnya Amena. apakah hubungan mereka masih berlanjut?" tanya salah satu wanita yang sedang berkumpul bersama mereka.
"Benarkah? wahh ternyata kamu sangat jujur kepada ku sayang. tidak, hubungan mereka tidak berlanjut hanya saja waktu itu suami saya izin untuk bertemu dengan nona Amena untuk melakukan kerja sama antar bisnis" jawab Hazel.
Rion melirik kearah Hazel, apa yang dipikirkan wanita ini sehingga memberikan alasan yang sangat masuk akal.
__ADS_1
"Ah.. syukurlah, anda beruntung mendapatkan istri seperti nona Hazel, tuan Rion" ucap wanita itu.
"Terimakasih nona Abel" jawab Rion.
"Heh? itu kan nona Amena, mantan kekasih tuan Rion" ucap wanita yang berada di samping wanita yang bernama Abel.
"Nona Amena!" panggil nyonya Gualon agar Amena bergabung bersama mereka.
"Hay, selamat ma..." ucapan Amena terhenti saat melihat Hazel yang merangkul tangan Rion dengan mesra.
"Hay nona Amena, apa kabar mu? lama tidak berjumpa bukan?" sapa Hazel tersenyum ramah.
"Kabar ku baik" jawab Amena dengan angkuh nya.
"Wah wah, nona Hazel, kau sangat ramah dan baik disaat suami mu bertemu dengan mantan kekasih nya" ucap wanita bernama Amarta.
"Benar kata nona Amarta, apakah kau tidak cemburu nona Hazel?" tanya Abel.
"Hah? aku? cemburu?" tanya Hazel terkekeh.
Amena memandang penuh kebencian kearah Hazel yang diam diam tersenyum remeh kearah nya.
"Logika nya begini, untuk apa saya cemburu toh dari segi manapun saya pemenangnya bukan?" jawab Hazel tersenyum bangga.
"Jika memang benar ya apa boleh buat? tuh yang publik tahu saya lah wanita satu satu nya milik suami saya. selingkuhan hanya sebagai penghibur saat seorang pria terlalu sibuk dan istrinya juga sibuk" jawab Hazel.
"Saya melupakan jika anda juga wanita karir nona Hazel, resto anda begitu terkenal" ucap Abel bertepuk tangan.
Wajah Amena memerah mendengar cemoohan dari Hazel yang terdengar merendahkan harga dirinya.
"Tapi nona Amena, kau bukan selingkuhan tuan Rion kan? kau seorang model ambasador yang begitu terkenal jadi untuk apa kau berselingkuh dengan tuan Rion" ucap Amarta.
"Hah? a..aku, tentu saja tidak" jawab Amena sedikit gugup.
"Kalian jangan Mencecarnya begitu dia bisa saja merasa tidak nyaman, iyakan nona Amena?" tanya Hazel memandang kearah Amena.
"Tapi nona Hazel, apa tidak masalah jika mereka melakukan kerja sama? kemungkinan besar mereka akan sering bertemu nantinya" ucap Abel.
"Tentu saja tidak masalah, aku percaya dengan suami ku. iyakan sayang" ucap Hazel bergelayut manja dilengan Rion.
"Oh iya, aku tidak akan membatasi kebebasan suami ku karena pekerjaan nya dengan wanita bukan hanya dengan nona Amena saja, banyak wanita yang bekerjasama dengan nya" ucap Hazel menambahkan.
"Kau memang wanita yang sangat patut dicontoh nona Hazel" ucap nyonya Gualon bertepuk tangan kecil.
Amena melirik tajam kearah Rion, terlihat mata Amena yang mulai memerah karena menahan air mata.
__ADS_1
"Aku ingat ada pertemuan lagi malam ini, bagaimana jika kita pulang?" tanya Rion yang tahu situasi semakin memanas.
"Kita pulang sayang? yasudah kalau begitu kita berbicara dilain waktu, sampai bertemu dilain waktu" ucap Hazel dan langsung berlalu pergi bersama Rion.
Ketiga wanita yang sedari tadi bersama Hazel pun secara bersamaan memandang tajam kearah Amena.
Amena yang dipandang demikian pun langsung melengos pergi begitu saja mengejar langkah Rion dan Hazel.
Amena menahan langkah sepasang suami istri itu dengan menghadang mereka sebelum keluar aula.
"Bisa kau jelaskan apa maksud mu tadi?" tanya Amena.
Hazel melipat tangan nya didada "Menjelaskan apa? apa perlu aku berteriak di aula ini seperti orang gila dan mengatakan bahwa dirimu adalah selingkuhan suami ku?"
"Dasar wanita gila" gerutu Amena ingin menarik rambut Hazel tetapi tidak berhasil karena Hazel mengelak.
Hazel menahan tangan Amena dan menginjak kaki wanita itu dengan Higthils yang dikenakan nya.
"Awws.. lepaskan aku sialan!" gerutu Amena.
"Seharusnya kau berterimakasih kepada ku karena tidak berbuat sejauh mungkin, jika tidak kemungkinan besar karir mu akan jatuh sejatuh jatuh nya hingga ke dasar bumi" ucap Hazel ditelinga Amena.
"Kau menginjak kaki ku bedebah sialan!" ucap Amena menahan nyeri dikaki nya.
"Apakah kau tidak ingat saat kau menginjak harga diri ku dirumah ku sendiri? wanita tidak tahu malu seperti diri mu menang pantas diperlakukan seperti ini" ucap Hazel.
"Kau yang merebut Rion dari ku sialan!" bentak Amena secara pelan.
"Merebut? kau yang merebut nya dari ku, Rion sedari kecil sudah terikat dengan ku lalu atas dasar apa kau menuduh ku merebut Rion dari mu hem? Rion itu milikku" ucap Hazel menekan intonasi bicara nya.
"Hazel lepaskan dia Hazel, jangan sampai orang orang melihat ini" ucap Rion yang merasa kasihan pada Amena.
Hazel melepas cekalan tangan nya dari lengan Amena dan mengangkat kakinya yang tadinya menginjak kaki Amena.
"Lihatlah, bukan kah suami ku sangat baik dengan ja**ng seperti m?" ucap Hazel dan menarik Rion pergi meninggalkan Amena yang terlihat sangat murka.
.
.
.
Udah tidak ada sisi lembut Hazel ni ya🤣 seru ga🤣
Jangan lupa dukungan untuk Author ya manis🥰
__ADS_1