You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.14 MENGUJI


__ADS_3

Pagi pagi sekali Hazel sudah berada di dapur dengan dibantu bik Rumi dan beberapa pelayan lainnya untuk menyiapkan makanan.


"Wahh.. nona muda begitu lihai memasak" puji salah satu pelayan wanita yang menatap kagum nona muda nya.


Hazel tersenyum "dulu aku sering membantu mama memasak didapur jadi ya sudah paham dengan semua ini" jawab Hazel.


"Pasti almarhum nyonya sangat cantik seperti anda nona"


"Jangan menggoda ku" kekeh Hazel membuat seisi dapur tertawa.


Setelah beberapa saat berkutat dengan bahan dapur pun akhirnya masakan Hazel sudah selesai dan juga sudah tertata rapi diatas meja.


"Tolong lanjutkan ya bik, aku akan membangunkan Rion dan menyiapkan pakaian kerja nya" ucap Hazel dan berlalu menuju lantai dua.


Tok Tok Tok


"Rion, kamu sudah bangun?"


Karena tidak mendapat jawaban dari dalam, akhirnya Hazel pun memutuskan untuk masuk saja karena kamar tidak dikunci.


"Dia ini baru tidur atau bagaimana sih" gerutu Hazel


Hazel mendekat dan menepuk pelan pipi Rion, terlihat wajah Rion yang begitu lelah dimata Hazel.


"Rion, kamu ke kantor kan hari ini? ayo bangun ini sudah jam berapa?" ucap Hazel sembari menepuk pelan pipi Rion.


"Enghhhh" Rion menggeliat dan mengerjapkan mata nya.


"Kamu ngapain?" tanya Rion dan langsung terduduk.


"Ckk, bangunlah karena aku sudah masak, mandi dan aku akan menyiapkan pakaian mu" ucap Hazel.


Tanpa menjawab Rion langsung bangkit dan berlalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Hazel masuk kedalam walk in closed dan menyiapkan setelan jas berwarna navi untuk dipakai Rion hari ini.


Tok Tok


"Pakaian sudah ada diatas meja, aku akan turun kebawah dan menunggu mu dimeja makan" ucap Hazel dengan sedikit berteriak didepan pintu kamar mandi.


"Astaga" terkejut Hazel saat melihat dua orang wanita pelayan yang sudah ada di depan pintu kamar Rion.


"Maaf mengagetkan anda nona muda"


"Ahh.. tidak apa, kalian ingin apa kemari?" tanya Hazel


"Ingin membersihkan kamar tuan muda"


"Ohh, lakukan setelah Rion keluar ya" ucap Hazel dan berlalu lebih dulu.


Didalam kamar, Rion baru saja selesai mandi dengan tubuh yang hanya dililit oleh sehelai handuk.


Rion menatap lama stelan jas yang disiapkan Hazel yang kini telah menjadi istrinya.

__ADS_1


Rion menghembuskan nafas kasar dan mengambil stelan jas lain yang berwarna biru muda untuk dikenakan.


"Bukan tidak menghargai usaha mu hanya saja aku tidak ingin kau berharap lebih atas pernikahan ini" batin Rion dan berlalu keluar kamar.


Rion turun ke lantai dasar dan melihat Steve serta Hazel sudah menunggu nya dimeja makan yang sudah terisi berbagai macam makanan.


"Ayo makan" ucap Rion setelah duduk dikursinya.


Hazel juga menyiapkan lagi makanan untuk Rion, semua itu diperhatikan oleh bik Rumi dan beberapa pelayan lainnya.


"I..ini sangat enak nona muda, aku acungi sepuluh jempol untuk masakan mu" puji Steve setelah memakan masakan Hazel.


"Steve ini terlalu berlebihan, aku juga pernah memakan masakan nya tapi masih terbilang biasa" batin Rion menatap asisten nya kesal.


"Terimakasih kak Steve, makan lah lagi jika kau suka" ucap Hazel tersenyum manis.


Rion memasukkan satu suap kedalam mulutnya, seketika Rion mematung setelah merasakan masakan Hazel.


"I...ini, kenapa bisa seenak ini" batin Rion dan melanjutkan makan nya dengan lahap.


"Pasti rasanya berbeda saat aku membawa makanan kerumah sakit kan? waktu bahan dapur tidak banyak sehingga aku masak seadanya saja" celetuk Hazel.


"Hem, masakan mu lumayan juga" jawab Rion dengan lagak angkuhnya.


"Cih terlalu naif" gerutu Steve yang langsung mendapat tatapan tajam dari Rion.


Sarapan pagi pun berjalan dengan lancar, Hazel mengantar Rion sampai depan teras dengan membawa tas kerja Rion.


Tanpa menjawab apa pun Rion berlalu masuk kedalam mobil, Steve pun langsung melesat pergi meninggalkan pekarangan rumah mewah dua lantai itu.


Hazel menghela nafas melihat sikap acuh tak acuh Rion kepadanya, mau bagaimana lagi ini semua memang sudah takdir.


Drttt Drttt Drttt


Ponsel Hazel berdering di dalam saku celana pendek yang dikenakan nya, Hazel langsung mengambilnya dan melihat panggilan masuk dari papa mertuanya.


"Halo pa"


"Halo sayang, sedang apa?"


"Duduk pa, baru saja mengantar Rion pergi bekerja" jawab Hazel sembari mendudukkan dirinya di kursi teras.


"Ingin pergi bersama papa?" tanya Eric


"Kemana pa?"


"Jalan jalan bagaimana?" tawar Eric


"Hazel izin sama Rion dulu ya pa, kalau dia beri izin akan kirimkan pesan pada papa"


"Kenapa harus izin padanya, yang mengajak mu papa nak"


"Sama saja pa, Rion kan sudah menjadi suami Hazel. mau kemana dan bersama siapa Hazel pergi harus mendapatkan izin dari Rion" jawab Hazel.

__ADS_1


"Ohh.. putraku begitu beruntung mendapatkan istri yang sangat patuh seperti mu nak" ucap Rion membuat Hazel terkekeh.


"Ya sudah, Hazel izin pada Rion dulu ya pa"


"Baiklah nak, kabari papa jika sudah"


Tuttt


Hazel langsung menggulir kontak nya mencari nomor ponsel suaminya yang beberapa saat lalu berangkat bekerja.


"Halo Rion"


"Ada apa?" tanya Rion cuek dari seberang sana.


"Aku ingin meminta izin mu, papa mengajak ku keluar apakah boleh?" tanya Hazel.


"Kenapa meminta izin ku?" tanya Rion bingung.


"Aku sudah menjelaskannya kepada mu tadi pagi Rion, apa pun itu aku harus izin kepadamu karena kamu suami ku"


Entah mengapa kata kata suamiku terdengar ambigu ditelinga Hazel apa lagi mengatakan nya pada pria yang tidak mencintai nya.


"Kalau aku tidak memberi izin apa kau tidak akan pergi?" tanya Rion


"Tentu saja tidak"


"Yang mengajak mu papa, apa alasan mu menolak nya?"


"Apa pun itu selagi aku tidak mendapat izin dari mu aku tidak akan pergi, kamu sudah memutuskan bukan? aku akan menolak ajakan papa" ucap Hazel.


"Iya aku melarang mu keluar rumah satu hari ini" ucap Rion dan memutuskan panggilan nya.


Steve yang mendengarnya pun merasa kesal, Steve tahu pasti Rion sedang menguji Hazel yang menuruti perkataan nya atau tidak.


"Jangan keterlaluan seperti itu tuan muda" ucap Steve yang kini mereka sudah ada di ruang kerja Rion.


"Aku hanya mengujinya, kita lihat saja dia akan tetap menuruti ucapan ku atau tidak"


"Jangan mempermainkan Hazel, Rion" ucap Steve


"Ckk dia istriku Steve"


"Aku tahu Rion, hanya saja kau harus tahu Hazel itu wanita yang sangat aktif"


"Maka dari itu, dia sudah mengatakan akan menuruti semua kata kata ku maka dari itu aku akan mencobanya"


"Dengan melarangnya keluar?"


"Lihat saja nanti" jawab Rion melanjutkan pekerjaan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author jadi ikut kesel sama Rion🤣

__ADS_1


__ADS_2