You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.59 KHAWATIR


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, sang surya menebarkan cahaya di setiap sudut bumi.


Sepasang suami istri masih terlelap dalam tidur nya, dengan posisi saling memeluk.


Rion mengerutkan kening nya saat merasakan perut nya yang mulai tidak enak.


Rion dengan perlahan melepaskan tangan Hazel yang ada diatas perut nya, dan langsung berlari kekamar mandi.


"Hoekkk"


Hazel yang merasakan pergerakan dari Rion pun langsung terbangun dan menyusul suami nya.


Hazel membantu Rion memijat tengkuk nya, Rion terus muntah sampai merasa lebih baik.


"Hiks hiks" terdengar isakan Hazel.


Rion pun langsung membasuh wajah nya dan berbalik menatap istrinya yang menangis.


"Hey sayang, ada apa? kamu kenapa menangis?" tanya Rion.


"Aku kasihan sama kamu, aku yang hamil tapi kamu yang tersiksa" lirih Hazel dan terus meneteskan air mata.


Rion tersenyum dan langsung menarik Hazel masuk kedalam pelukan nya.


Cuppp


"Aku tidak apa sayang, anak kita tidak ingin menyiksa mommy nya jadi berbagi dengan daddy" ucap Rion.


"Tapi tetap saja, seharusnya aku yang mengalami morning sickness" isak Hazel dalam pelukan Rion.


"Ini tidak menyiksa ku sayang, aku lebih tersiksa lagi jika melihat kamu yang mengalami ini semua" ucap Rion.


"Sudah jangan menangis, kita mandi sekarang ya" ajak Rion dan Hazel pun mengangguk.


Dan akhirnya mereka pun memutuskan mandi bersama, tentu saja dengan dibarengi sikap mesum Rion walaupun tahu istrinya sedang hamil muda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana pengantin baru antara Mark dan Mia pun berjalan harmonis, tanpa terasa satu bulan telah berlalu.


Seperti yang sudah disepakati, bahwa Mia akan tetap sebagai manager restauran milik Hazel dan Mark menyetujui itu.


Hanya saja kini Mia suda tidak tinggal di apartemen nya lagi, melainkan rumah mewah milik suaminya.


Selayaknya seorang istri, pagi ini Mia menyiapkan sarapan untuk suaminya sebelum diantar ke restauran.


"Pagi sayang" sapa Mark mengecup bibir Mia sekilas dan mendudukkan tubuh nya diatas kursi makan.


"Pagi sayang" balas Mia tersenyum manis.


Mereka pun lanjut dengan sarapan bersama, hanya berdua karena Leon mempunyai rumah sendiri.


"Sayang" ucap Mia memecah kesunyian.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Mark dengan lembut.


"Semalam Hazel datang ke resto"


"Lalu?" tanya Mark yang belum paham dengan pembicaraan istri nya.


"Aku sempat dengar percakapan Rion dengan seseorang" ucap Mia menggantung.


"Dengan siapa? apakah dengan wanita ja**ng itu? apa dia berani menyakiti Hazel lagi?" cecar Mark yang langsung tersulut.


"Dengarin aku dulu sayang" kesal Mia menggenggam tangan suaminya.


"Aku dengar Rion sedang berbicara ditelpon, dia memerintahkan seseorang untuk terus mencari tahu pembunuh orang tua Hazel"


Deghhhh


Seketika tubuh Mark membeku, ada sesuatu yang membuat nya takut setelah mendengar ucapan Mia.


"Sayang, ada apa?" tanya Mia mengguncang tubuh suaminya.


"Hah? tidak apa sayang, lalu kenapa? biarkan saja Rion mencarinya" ucap Mark setelah tersadar dari keterkejutan nya.


"Bukan begitu, hanya saja aku khawatir dengan keselamatan Rion. kita semua tahu orang tua Hazel bukan meninggal karena kecelakaan sayang tetapi karena dibunuh" ucap Mia.


"Khawatir kenapa? Rion bisa menjaga dirinya sayang" ucap Mark.


"Aku tidak kuat melihat kesedihan Hazel nanti setelah tahu bahwa orang tuanya meninggal dibunuh oleh mafia tidak berperasaan" gerutu Mia menggenggam kuat sendok nya.


"Sudahlah jangan dipikirkan, pikirkan saja cara menyusul kehamilan Hazel agar kita tidak kalah start" ucap Mark terkekeh.


"Sayang" panggil Mia membuat Mark menoleh kearah nya.


"Kamu sangat menginginkan anak ya?" tanya Mia.


"Tentu saja, apa lagi dari rahim orang yang aku cinta" ucap Mark mengecup punggung tangan Mia.


"Bagaimana jika aku tidak diberi kehamilan? apakah kamu akan mencari wanita lain?" tanya Mia.


"Apa maksud kamu sayang?" tanya Mark langsung merapatkan kursi nya dengan kursi Mia.


"Aku takut kalau ternyata aku tidak bisa hamil" lirih Mia tertunduk sedih.


"Hey dengar aku, kita masih sebulan menikah sayang apa salah nya terus mencoba" ucap Mark berusaha menenangkan istrinya.


"Aku juga ingin nya begitu, tetapi bagaimana jika tidak juga? apakah kamu akan meninggalkan aku? dan pergi mencari wanita normal?" tanya Mia yang tiba tiba berderai air mata.


Mark terkejut melihat istrinya yang tiba tiba menangis, kenapa Mia tiba tiba sesedih ini? bukannya maklum jika Mia belum hamil karena pernikahan mereka masih sebulan.


"Tidak sayang, kita bisa mengasuh anak nanti. lagi pula anak Hazel juga anak kita kan?" ucap Mark memeluk istrinya.


"Tapi kan tetap saja dia bukan darah daging kita, aku takut tidak bisa hamil hiks" isak Mia dalam pelukan Mark.


"Tidak akan sayang, apa pun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan mu" ucap Mark mengelus punggung istrinya.

__ADS_1


"Aku takut kau yang meninggalkan ku setelah mengetahui segalanya Mia" bati Mark nelangsa.


"Apakah benar begitu?" tanya Mia.


"Benar sayang, jika kamu ragu kita tes kedokter atas rahim kamu" usul Mark.


"Aku takut, tapi aku penasaran" cicit Mia.


"Aku tidak memaksa, jika kamu mau maka aku akan temani" ajak Mark.


"Baiklah" jawab Mia dan melanjutkan sarapan nya yang tertunda.


"Makan lah yang banyak" ucap Mark mengelus lembut surai istrinya.


Mark tersenyum getir memandang Mia, rasa ketakutan itu tidak pernah hilang dari hidup nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah ruangan dengan nuansa hitam, seorang pria tampan sedang terduduk diatas ranjang seorang diri.


Tatapan nya begitu sendu memandang kearah potret seoranh gadis cantik yang tengah tersenyum.


"Aku takut kamu membenci ku dan menghilangkan aku dari dunia mu" lirih nya.


Tok Tok Tok.


"Masuk!" titah nya.


Ceklekkk.


"Salam tuan, penjualan oba....."


"Aku sudah mengatakan kepada mu untuk berhenti berurusan dengan dunia bawah tanah bukan? kenapa tidak kau lakukan!" bentak nya.


"Maaf jika saya salah tuan, jika kita tidak mengekspor nya langsung maka barang barang itu akan ditemukan pihak kepolisian" ucap sang bawahan dengan kepala tertunduk.


"Selesaikan dan jangan berurusan dengan brandal itu lagi, aku sangat muak dengan semua ini!"


Pyarrrrr


Vas bunga kecil yang ada diatas nakas menjadi sasaran empuk nya saat emosi.


"Maaf tuan, tetapi jika tuan melakukan ini semua hanya karena nona Hazel maka itu akan percuma, kesalahan tidak terletak pada anda tuan" ucap sang bawahan.


"Sejak kapan kau berani menentang keputusan ku Rogi!" bentak nya pada Rogi.


"Kau tahu? saat itu, saat kejadian itu ada aku disana. aku lah yang membantu papa atas segala rencananya hingga akhirnya aku melihat mata indah itu menangis di depan tubuh tak bernyawa yang nyawa nya baru saja papa renggut" ucap nya dengan dada yang sesak.


"Nona Hazel akan memaafkan anda tuan, Dia sangat menyayangi anda" ucap Rogi.


"Lalu? apa suaminya akan diam saja? cepat atau lambat ini semua akan terbongkar Rogi, paling tidak aku ada persiapan jika Hazel menginginkan nyawa ku" lirih nya.


Rogi memandang sedih pada tuan nya, sebegitu berharga wanita cantik itu dihidup tuan nya sehingga peluang uang dengan jumlah yang tidak sedikit pun mampu di lepas nya demi sang wanita.

__ADS_1



__ADS_2