You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.16 BELUM RELA


__ADS_3

Dua minggu pun berlalu setelah pernikahan Rion dan Hazel, semuanya masih sama tanpa ada yang berubah sedikit pun.


Hazel yang terus memperhatikan kebutuhan Rion, sedangkan Rion yang terus menolak rasa peduli Hazel.


Hanya satu yang berubah, Rion lebih sering makan dirumah dari pada diluar setelah tahu bahwa Hazel lah orang yang memasak dirumah.


Hari ini Hazel baru saja selesai masak untuk mengantar makan siang Rion kekantor nya.


"Tidak memberitahu tuan muda dulu non?" tanya pak Karim, supir yang akan mengantar Hazel kemana mana.


"Tidak usah pak, ayo kita berangkat" ucap Hazel dan berjalan lebih dulu menuju halaman rumah.


Pak Karim pun hanya menuruti saja apa kemauan nona muda nya itu karena sikap baik Hazel kepada seluruh penghuni rumah mewah ini.


Pak Karim pun melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah mewah milik Rion itu.


Sepanjang perjalanan, Hazel terus menatap keluar jendela seakan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Beberapa hari ini Hazel merasa hati nya sedikit gelisah tapi tidak tahu apa yang akan terjadi.


Hazel terus berusaha berfikir positif dan terus berusaha kuat menghadapi rumah tangga nya yang tidak ada membaiknya.


"Pa, Ma. Apa pun itu Hazel akan berjanji untuk terus mempertahankan pernikahan ini karena papa sudah meyakini bahwa Rion adalah pria yang tepat untuk Hazel"


Hazel terus bermonolog dengan dirinya sendiri didalam hati hingga tanpa sadar setitik air mata jatuh membasahi pipi mulusnya.


Pak Karim yang tahu usaha keras Hazel dalam mempertahankan pernikahan nya pun jadi merasa iba.


Ingin rasanya pak Karim marah pada tuan muda nya yang semena mena dengan istrinya ini.


"Kasihan nona Hazel, saya hanya bisa berdoa semoga nona terus diberikan hati yang sabar dan berlapang dada untuk menghadapi ini semua" batin pak Karim.


Setelah beberapa saat, mobil yang ditumpangi Hazel pun sampai didepan gedung pencakar langit.


Hazel turun dan langsung disambut hangat oleh satpam yang berjaga didepan perusahaan Rion itu.


Perlu diingat jika sekarang Rion sudah menduduki posisi sebagai CEO, dikarenakan Eric yang sudah mengundurkan diri.


"Selamat siang nona muda" sapa salah satu satpam dengan ramah.


"Siang kembali pak, apakah tuan Rion ada diruangan nya?"


"Sepertinya ada non, saya tidak melihat tuan muda keluar sedari tadi" jawab satpam itu dengan sopan.


"Ya sudah, kalau begitu saya duluan pak. Mari" pamit Hazel dan masuk kedalam perusahaan raksasa itu.


"Selamat siang nona muda"


"Siang kembali" Hazel banyak sapaan dari staf yang menyapa nya dengan hangat.


"Lihatlah, nona Hazel begitu cantik dan anggun"


"Siapa sangka jika nona Hazel adalah mantan staf diperusahaan tuan Leon"


"Kulit putih nya begitu bersinar"

__ADS_1


Begitu banyak pujian yang keluar dari mulut para staf baik itu wanita maupun pria setelah melihat Hazel yang kedua kalinya, tentu saja setelah acara pernikahan Hazel dan Rion.


Hazel menaiki lift khusus menuju lantai paling atas dimana ruangan Rion yang dulu adalah milik Eric.


Sesampainya dilantai atas, Hazel berjalan dengan santai sembari memegang sebuah tas bekal ditangan nya.


Steve yang baru keluar dari ruangan nya yang kebetulan berada tidak jauh dari ruangan Eric pun terkejut melihat kedatangan Hazel.


"Nona muda?"


"Kak Steve, ada Rion?" tanya Hazel menghentikan langkah nya.


"Mampus, didalam kan ada nenek lampir itu" batin Steve yang bingung harus menjawab apa


"Kak Steve, ada Rion tidak?" tanya Hazel sekali lagi yang mulai kesal.


"A...ada, tapi"


"Oke makasih" ucap Hazel dan berlalu lebih dulu membuat Steve terbelalak.


"Nona muda, tu..."


Ceklekkk


Terlambat, pintu ruang kerja Rion pun terbuka hingga menampakkan pemandangan dimana Amena yang sedang duduk dipangkuan Rion.


Tanpa menunggu ucapan dari Steve ataupun persetujuan Rion, Hazel masuk begitu saja kedalam.


"Heh.. jangan masuk sembarangan ya!" bentak Amena yang tidak suka dengan Hazel.


"Cih.. caper" cibir Amena.


"Aku hanya mengantar ini saja dan jangan lupa makan, aku pamit pulang" ucap Hazel memandang lekat mata Rion sembari berjalan menuju pintu keluar.


"Ya sudah pergi sama hush hush, ganggu orang bermesraan saja" gerutu Amena.


"Ahh.. aku lupa sesuatu" ucap Hazel menghentikan langkah nya sembari menjentikkan jarinya.


"Rion, aku ingin mengunjungi Begel groupe karena Mia memintaku untuk datang kesana, apa boleh?" tanya Hazel memandang Rion.


"Pergi saja, kenapa meminta per..."


"Sutt.. aku tidak berbicara dengan mu" sela Hazel sembari meletakkan jari telunjuknya didepan bibirnya.


"Rion.." panggil Hazel sekali lagi.


"Pergilah" ucap Rion memberi izin.


"Terimakasih suami ku" ucap Hazel dan berlalu keluar ruangan Rion dengan wajah yang sumringah.


"Semudah itu membuatnya bahagia?" batin Steve yang sedari tadi berdiri diambang pintu.


"Sebahagia itu? seakan aku membelikan satu set berlian saja" batin Rion menatap bingung kepergian Hazel.


"Eh babu, apa yang kau lakukan disini hah? pergi sana" ketus Amena menatap Steve.

__ADS_1


"Cih.." cibir Steve dan berlalu begitu saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Begel Groupe, Mia dengan antusias menunggu kedatangan sahabatnya dilobi kantor dengan ditemani Leon.


"Beneran datang Mia?" tanya Leon yang ragu.


Pasalnya sudah dua minggu setelah pernikahan Hazel dikurung dirumah seperti tahanan oleh Rion.


"Beneran pak, Hazel sudah mengirim ku pesan" jawab Mia.


Dari kejauhan terlihat sebuah mobil pribadi mewah berwarna putih memasuki pekarangan perusahaan milik Leon.


Hingga akhirnya mobil itupun berhenti tepat didepan kedua orang itu, lalu turun seorang wanita cantik dari dalamnya.


"Hazel!" pekik Mia dan langsung menghambur kepelukan sahabat nya yang sangat dirindukan nya itu.


Hazel pun dengan antusias membalas pelukan sahabat nya, tak dipungkiri Hazel merasakan rindu yang sama seperti Mia.


"Aku sangat merindukanmu" ucap Mia melepas pelukan nya.


"Wahh Hazel datang berkunjung"


"Wahhh nona muda Jacob datang"


"Hazel semakin cantik"


"Keanggunan nya tidak berkurang sedikit pun"


Pujian pun tak dapat dihindari, semua orang berdecak kagum melihat penampilan Hazel yang semakin cantik dan anggun.


"Sahabat ku ini semakin menarik perhatian, iyakan nona muda Jacob" goda Mia membuat Hazel terkekeh.


"Nona muda Jacob, bukankah seharusnya nona muda Bagelert? aku benar benar tidak bisa merelakan mu Hazel" batin Leon yang terus menatap wajah Hazel.


"Aku sebelum kemari tadi sempat memasak, ayo makan" ajak Hazel menunjukkan paperbag yang dibawa nya.


"Ayo ayo" ucap Mia antusias.


"Oh iya Pak Leon, ini untuk mu" ucap Hazel memberikan sekotak bekal untuk Leon.


"Terimakasih Hazel, aku kira kau melupakan aku" ucap Leon menerima kotak bekal itu.


"Enggak lah pak, pak Leon kan bos yang paling the best" ucap Hazel membuat Leon dan Mia terkekeh.


"Carilah tempat nyaman didalam untuk kalian makan" ucap Leon.


Hazel dan Mia pun langsung berlalu masuk untuk makan siang bersama, Mia yang memang sangat menyukai masakan Hazel jadi lebih antusias.


.


.


.

__ADS_1


Dukungan nya jangan lupa, author maksa😆


__ADS_2