You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.9 MENCERITAKAN


__ADS_3

Siang hari ini Hazel baru saja selesai mengerjakan pekerjaan nya, Hazel berjalan menuju ruangan Leon.


Tok Tok Tok


Setelah mendapat sahutan dari dalam Hazel pun berlalu masuk dan menghadap Leon.


"Hazel?"


"Ini dokumen yang pak Leon minta" ucap Hazel memberikan dokumen yang dibawa nya kepada Leon.


"Terimakasih Hazel" ucap Leon tersenyum hangat.


"Pak, Hazel izin pulang ya" ucap Hazel dengan rasa sungkan


"Loh kenapa? kamu sakit? ada yang sakit? kurang nyaman? atau kenapa?" cecar Leon dengan raut khawatir.


Hazel terkekeh "Tidak pak Leon, Hazel ada urusan sama om Lukman jadi izin pulang cepat" ucap Hazel menjelaskan.


"A..ahhh begitu rupanya, iya sudah kamu boleh pulang" jawab Leon memberi izin.


"Terimakasih pak Leon yang tampan, Hazel permisi dulu" ucap Hazel dan berlalu pergi.


"What? di..dia mengatakan aku tampan? aahhhh Hazel ingin sekali aku menikahi mu" gumam Leon yang tersipu malu karena dipuji demikian.


Hazel berjalan meninggalkan ruangan Leon menuju ruangan nya untuk mengambil tas yang masih tertinggal.


"Hazel" panggil Toni saat melihat Hazel keluar ruangan dengan membawa tas nya seperti hendak pulang.


"Ada apa kaka Ton?" tanya Hazel menghentikan langkah nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Toni saat melihat Hazel sudah bersiap akan pulang.


"Hazel ada janji dengan om Lukman kak, Hazel juga sudah izin dengan pak Leon" jawab Hazel.


"Ohh begitu, perlu aku antar?"


"Tidak kak, Hazel sendiri saja. Hazel duluan kak" pamit Hazel dan berlalu pergi meninggalkan Toni yang terus menatapnya.


"Aku sangat ingin menikahi mu Zel, tetapi aku tahu pak Leon sangat mencintaimu" gumam Toni dan berlalu pergi.


Hazel menaiki taxi menuju restauran miliknya yang dikelola oleh Lukman, entah apa yang ingin dibicarakan Lukman sehingga menyuruh Hazel datang ketempat ini.


Setelah beberapa saat menempuh perjalanan, Hazel pun sampai di sebuah restauran yang pengunjung nya selalu ramai.


"Hazel" panggil Lukman yang sudah menunggu keponakan nya didepan restauran.


"Ada apa om memanggil Hazel kemari? apa ada masalah?" cecar Hazel


"Tidak nak, ada seseorang yang ingin berbicara dengan mu. ayo ikut om" ajak Lukman menggiring Hazel memasuki restauran.


Hazel dan Lukman terus berjalan menuju ruang pribadi Lukman yang sebenarnya milik Hazel.

__ADS_1


Ceklekkk


Pintu ruangan itu pun terbuka, Hazel memicingkan matanya saat melihat seorang pria paruh baya yang wajahnya terlihat familiar dikepala Hazel.


"Ayo nak" ajak Lukman


"Hay gadis manis, akhirnya kita bertemu lagi" ucap pria paruh baya itu menyapa Hazel.


"Dia.."


"Kau melupakan aku? ohh.. ayolah Hazel aku tahu pertemuan kita beberapa bulan yang lalu disaat kau menyelamatkan aku"


"A..ahhh tuan Eric, maafkan Hazel karena tidak mengenali anda" ucap Hazel menyalami Eric.


"Bagaimana kabar mu nak?" tanya Eric setelah Hazel duduk di samping Lukman.


"Baik tuan"


"Eh? tuan? bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tidak memanggil ku dengan sebutan tuan?" ucap Eric mengingatkan.


"Hehe.. iya pa" jawab Hazel canggung.


"Bicaralah berdua, om ingin melihat kedepan dulu" ucap Lukman dan berlalu pergi.


Eric menggeser duduk nya dan berpindah kesamping Hazel, wajah Hazel yang sangat mirip dengan papa nya pun membuat Eric merindu akan sahabat nya.


"Mata mu sangat persis seperti papa mu dan senyum mu itu sangat manis seperti mama mu" gumam Eric yang masih bisa didengar Hazel.


"Maaf pa, maksud papa apa ya?" tanya Hazel bingung.


Eric tersenyum, Eric menyambar sebuah kotak putih yang sedari tadi sudah ada diatas meja dan memberikannya kepada Hazel.


"Apa ini?" tanya Hazel bingung.


Eric hanya tersenyum, Hazel menerima nya dan langsung membuka kotak putih itu untuk melihat isi dalam nya.


Hazel terkejut saat melihat potret dua keluarga yang terlihat sangat bahagia dengan satu orang balita wanita dan seorang bocah tampan.


Yang membuat Hazel terkejut adalah wajah kedua orang tuanya yang ada didalam potret itu seperti sedang menggendong dirinya kala kecil.


"Me..mereka? bagaimana bisa?" tanya Hazel menatap Eric.


"Aku dan papa mu, kau dan putra ku Rion. kalian adalah sahabat lama begitupun dengan Aku dan Anderson" jawab Eric.


"Hah? ta..tapi.."


"Semuanya sangat rumit nak, dulu setelah kelahiran mu semua orang bersorak bahagia begitu pula dengan Rion yang senantiasa menunggu kedatangan mu didunia ini"


"Rion selalu bersama mama mu saat tahu mama mu mengandung seorang putri cantik seperti dirimu, aku dan Anderson pun membuat kesepakatan tentang perjodohan mu dengan Rion"


Hazel masih menatap tak percaya kearah Eric, kenapa baru sekarang diberi tahu kenapa tidak dari dulu?

__ADS_1


"Hingga akhirnya Aku harus keluar negeri setelah kematian mama Rion disaat usia mu masih setahun, beberapa tahun kemudian aku mendengar kabar duka lagi dari negara ini dimana kabar itu mengatakan sahabat baik ku meninggal dunia dalam insiden kecelakaan"


"Aku langsung kembali karena mendengar bahwa kau selamat pada tragedi itu, tetapi Lukman membawa mu pergi tanpa sepengetahuan aku hingga akhirnya aku terus mencari dirimu dan om mu nak"


"Kalian menghilang seperti ditelan bumi, aku ingin membawa mu pergi dirimu untuk memenuhi kesepakatan antara aku dan papa mu nak"


Air mata turun deras ke wajah cantik Hazel, entah mengapa rasa rindu nya semakin menggebu gebu saat ini.


"Jadi apa tujuan papa menceritakan ini semua kepada Hazel? bukankah sudah terlambat?"


"Tidak ada yang terlambat sayang" jawab Eric menarik Hazel masuk kedalam pelukan nya.


"Kenapa begitu banyak yang kalian sembunyikan dari ku hiks hiks" isak Hazel dalam pelukan Eric.


"Semuanya demi kebaikan mu nak, ini lah waktunya dan kau juga sudah mengetahui segalanya bukan?"


"Maaf jika ini menyakiti mu nak" ucap Eric mengecup kening Hazel.


"Seharusnya sedari dulu hik hiks" air mata turun deras ke wajah cantik Hazel.


Bukan hanya Hazel, Eric juga menangis karena Anderson seperti saudara kandung bagi nya.


Keakraban keduanya dulu begitu hangat, hingga akhirnya terpisah jarak saat Eric harus pindah keluar negeri.


Foto itu juga di ambil saat usia Hazel masih 3 bukan, banyak foto foto masa lalu antara Hazel dan Rion.


Terlihat dari foto foto itu Rion yang sangat menyayangi Hazel bahkan sering mengecup pipi bulat bayi kecil itu.


Lukman yang sedari tadi masih mendengarkan diambang pintu pun ikut meneteskan air mata.


Lukman tidak pernah sanggup melihat keponakan cantik nya menangis tersedu sedu seperti itu.


"Sudah nak, mereka sudah bahagia disana jadi Hazel pun harus bahagia ya" ucap Eric mengusap air mata Hazel dengan ibu jari nya.


"Terimakasih pa" ucap Hazel memaksakan senyum nya.


"Tentang perjodohan mu dengan Rion nak, lanjutkan ya?" tanya Eric.


Hazel begitu bingung harus menjawab apa, bukan tidak tahu kalau pria itu sudah memiliki kekasih seorang model karena wajah sepasang kekasih itu yang sering ada dimana mana.


Tetapi untuk menolak juga sangat sulit, bukan kah ini kemauan almarhum orang tuanya dulu? kali ini Hazel benar benar dilema dalam mengambil keputusan.


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


apakah Hazel akan melanjutkan perjodohan nya? lalu bagaimana dengan perasaan Leon dan Toni yang selama ini mengincar Hazel? ikuti terus kelanjutan kisahnya🤗


Jangan sungkan jika ingin memberikan masukan pada author ya, pendapat kalian akan author Terima dengan baik🥰

__ADS_1


__ADS_2