
Rion terjingkat kaget saat keluar dari kamar dan melihat Hazel yang sudah berdiri didepan kamar nya.
"Kau ini mengejutkan saja" gerutu Rion menatap Hazel kesal.
"Kamu masih marah padaku Rion? maafkan aku yang berlaku seperti itu pada mu ya, aku sangat kesal melihat wajah Amena apa lagi kamu tidak pulang selama 2 pekan dan menghabiskan waktu dengan nya, maaf ya" pinta Hazel menarik narik ujung jas Rion.
"Semalam dia terlihat seperti macan betina yang kesetanan, kenapa sekarang berubah menjadi kucing kecil yang menggemaskan" batin Rion.
"Rion jawab aku" desak Hazel menarik jari telunjuk Rion.
"Ya ya aku maafkan, jangan diulangi lagi" jawab Rion.
"Okey" ucap Hazel senang.
Melihat senyum Hazel membuat hati Rion menghangat, sikap manis seperti ini lah yang semalam dirindukan Rion sebenarnya.
"Ayo turun, aku sudah memasak sepesial untuk mu" ajak Hazel dan menarik tangan Rion agar ikut dengan nya.
"Oh iya Rion, aku akan mengantar makan siang untuk mu nanti jadi jangan pesan makanan diluar oke?" ucap Hazel.
"Hem" jawab Rion dengan deheman.
"Dingin sekali seperti kulkas 10 pintu" gerutu Hazel yang terus mengikuti langkah lebar Rion dengan langkah mungil nya.
"Bolehkah aku meminta izin?" tanya Hazel membuat langkah Rion terhenti
"Apakah selalu ada bayaran ketika kau melakukan sesuatu untuk ku?" tanya Rion.
"Tidak bukan begitu, kau suamiku dan apa pun yang akan aku lakukan harus seizin mu" ucap Hazel menundukkan kepalanya.
"Jika aku tidak mengizinkan?" tanya Rion.
"Aku tidak akan pergi, masih sama seperti dulu" jawab Hazel mengingat kan Rion akan larangan nya agar tidak keluar rumah.
"Katakan kau ingin apa?" tanya Rion.
"Bolehkah aku pergi dengan kak Mark? dia akan kembali ke New York beberapa hari lagi dan akan lama baru kembali kesini" tanya Hazel.
Ada rasa tidak rela dihati Rion saat Hazel meminta izin ingin pergi bersama pria lain yang tidak disukai Rion.
"Boleh kah?" tanya Hazel sekali lagi.
"Tidak" jawab Rion datar dan melanjutkan langkah nya menuju ruang makan.
"T..tapi, yahh bagaimana ini?" gumam Hazel menyusul langkah Rion.
"Rion" rengek Hazel menarik narik lengan Rion.
"Apakah kita tidak akan sarapan Hazel?" tanya Rion yang mulai kesal.
"Baiklah, maafkan aku" ucap Hazel sedih dan menyajikan makanan di piring Rion.
Melihat wajah sedih Hazel membuat Rion tidak tega, tetapi Rion juga tidak ingin Hazel pergi dengan pria lain.
"Kalian ingin kemana?" tanya Rion tiba tiba saat Hazel ingin memasukkan satu sendok makanan kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Ke taman bermain, dia sudah meluangkan waktu untukku sebagai pertemuan terakhir kami karena tidak tahu kapan dia akan kembali" jawab Hazel tanpa berani menatap mata Rion.
"Kau sedang berbicara dengan siapa Hazel? tatap mata ku!" titah Rion tetapi Hazel menggeleng.
"Kenapa?" tanya Rion.
"Aku takut ketika matamu menunjukkan kemarahan" jawab Hazel dengan mata berkaca kaca.
Rion terkesiap mendengar jawaban Hazel, apakah seperti itu? apakah Rion marah dengan permintaan Hazel tadi?
Rion menghembuskan nafas kasar melihat kesedihan diwajah Hazel yang membuatnya tidak tega.
"Kau sudah menikah Hazel, pergi berduaan dengan pria lain akan menyebarkan gosip tidak baik tentang kita" ucap Rion.
"Sebab itu aku meminta izin dari mu lebih dulu, tapi jika kau tidak mengizinkan apa boleh buat?" jawab Hazel masih menundukkan kepalanya.
"Hey dengar aku, tatap mata ku" ucap Rion menangkup wajah Hazel dengan kedua tangan nya.
"Jangan memandang ku seperti tadi Rion hiks" lirih Hazel yang langsung meneteskan air mata.
Rion langsung kalang kabut melihat Hazel yang tiba tiba menangis tersedu sedu padahal dirinya tidak merasa memarahi wanita ini.
"Hazel, aku tidak marah padamu tolong lah mengerti" ucap Rion berusaha agar Hazel paham apa maksud nya.
"Pandangan tajam mu membuat ku takut Rion" lirih Hazel yang masih tidak berani memandang mata Rion.
"Baiklah baiklah, maafkan aku ya"
"Uhuk uhuk uhuk" Steve tersedak makanan nya karena mendengar ucapan maaf dari Rion yang terdengar begitu tulus.
"Maafkan aku hem?" ucap Rion mengusap air mata Hazel.
Hazel mengangguk dan Rion pun langsung menarik Hazel masuk dalam pelukan nya.
Melihat air mata wanita ini membuat hati Rion sakit dan tidak tega, apa lagi mata yang selalu berbinar itu kini mengeluarkan air mata yang tiada henti.
"Sudah jangan menangis, kita akan pergi bersama bagaimana?" tanya Rion.
"Hah?" terkejut Steve.
"Apa?" tanya Rion dengan berbisik.
"Kita ada meating bos" jawab Steve dengan berbisik juga.
"Ahhh sial! entah mengapa aku tidak bisa melepasnya pergi bersama pria lain" gerutu Rion didalam hati.
"Sudah menangis nya?" tanya Rion mengurai pelukan nya.
"Sudah" jawab Hazel mengusap air mata nya dengan dibantu Rion.
"Pergilah" jawab Rion mengizinkan.
"Ga ikhlas" ucap Hazel memandang wajah Rion.
"Apakah terlihat begitu?" tanya Rion dan Hazel pun mengangguk.
__ADS_1
"Pufthhh" kekeh Steve menahan tawanya.
"Huhh, baiklah Hazel Matya Jacob kau boleh pergi dengan kakak Mark mu. tapi dengan satu syarat" ucap Rion memaksakan senyum nya.
"Syarat apa?" tanya Hazel antusias.
"Kenapa langsung bahagia saja" gerutu Rion dalam hati.
"Dengan syarat, jangan pulang malam atau lebih bagus jam 4 sore kau datang ke kantor dan temui aku oke?" jawab Rion.
"Oke sip, aku setuju" ucap Hazel dengan wajah yang kembali ceria dengan senyum yang mengembang.
Melihat wajah ceria Hazel membuat hati Rion menghangat, begitu mudah membahagiakan wanita ini pikir Rion.
Setelah selesai sarapan bersama, Rion pun sudah berada didalam mobil menuju kantor dengan membawa sebuah tas bekal di samping nya.
Hazel membawakan Rion bekal agar pria ini dapat memakan masakan nya saja tanpa membeli diluar.
"Sudah kau kerjakan apa yang ku perintah kan tadi?" tanya Rion.
"Sudah tuan, beberapa orang kepercayaan kita akan mengawasi nona Hazel dari jauh" jawab Steve.
Rion memang menyuruh Steve untuk merekrut beberapa bodyguard agar menjaga Hazel dengan cara menyamar agar tidak diketahui oleh siapa pun.
Steve tersenyum tipis melihat sikap Rion yang sedikit demi sedikit bisa perduli pada Hazel.
"Anda mulai jatuh cinta tuan" celetuk Steve membuat pandangan Rion beralih padanya.
"Apa maksud mu?" tanya Rion tidak mengerti.
"Saya tidak perlu menjelaskan, tuan sendiri akan mengerti suatu hari nanti" jawab Steve.
"Jangan membuat ku penasaran Steve" desak Rion menatap kesal kearah Steve.
"Nona Hazel semakin cantik ya tuan" celetuk Steve dan Rion pun reflek mengangguk.
"Eh, apa kata mu?" tanya Rion yang tiba tiba ambigu.
"Nona Hazel cantik" jawab Steve.
"Kau mengagumi istriku Steve? apakah sudah bosan bekerja dengan ku?" tanya Rion yang entah mengapa merasa kesal karena Steve memuji Hazel.
"Saya hanya memuji nya tuan" jawab Steve.
"Fikirkan dulu sebelum berbicara, dia bos mu juga jika kau lupa" ketus Rion dan mengalihkan pandangan nya keluar jendela.
Steve tersenyum kecil, sepertinya Rion mulai cemburu jika ada yang memuji istrinya dengan begitu menunjukkan bahwa Rion sedikit demi sedikit mulai jatuh cinta dengan Hazel.
.
.
.
Kiwww, jangan lupa uang parkir nya😉
__ADS_1