You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.62 RION KECIL


__ADS_3

Hari terus berlalu, tanpa terasa usia kandungan Hazel pun menginjak 5 bulan.


Tubuh wanita cantik itu semakin membulat, dikarenakan nafsu makan nya yang terus meningkat.


Itu juga dikarenakan morning sickness yang Rion rasakan, tetapi semenjak bertambah usia kehamilan Hazel membuat rasa mual Rion menghilang.


Pagi pagi sekali Hazel sudah berada di dapur, Hazel begitu aktif semenjak hamil.


Ralat, memang selalu aktif bukan? nyonya muda Jacob ini tidak pernah kenal lelah.


"Pagi sayang, pagi anak daddy" sapa Rion mengecup kening istrinya dan berlalu keperut buncit sang istri.


"Pagi daddy" jawab Hazel tersenyum manis.


"Kita cek kandungan hari ini sayang, janji nya sudah ditentukan" ucap Rion mendudukkan dirinya didepan meja dapur.


"Kamu ga kekantor sayang?" tanya Hazel yang tetap melanjutkan aktifitas masak nya dengan dibantu oleh koki dan pelayan lain.


"Aku kan pengen lihat anak kita, kamu sekalian saja ikut aku ke kantor" jawab Rion.


"Yasudah, berarti kita kerumah sakit dulu" ucap Hazel dan disetujui Rion.


Tingggg


Ponsel Rion terlihat dapat notif pesan masuk, Rion langsung membuka dan seketika matanya terbelalak.


"Aku kesana dulu ya sayang, mau menelpon orang kantor lebih dulu" ucap Rion meminta izin.


"Iya sayang" jawab Hazel.


Rion pun langsung meninggalkan dapur menuju taman samping rumah nya.


"Katakan" titah Rion setelah panggilan nya dengan seseorang terhubung.


"Kuatkan semua bukti, ini menyangkut istri ku paham" ucap Rion dan langsung menutup panggilan.


"Ada titik terang tuan?" tanya Steve yang mendekati Rion.


Rion mengangguk, Steve sendiri sudah tahu titik terang apa yang didapat anak buah nya. pertanyaan itu hanya sebatas formalitas saja.


"Ini tidak akan membutuhkan waktu lama tuan, mafia sialan itu akan segera tertangkap" ucap Steve dengan rahang mengeras.


"Ketatkan saja penjagaan Hazel, aku tidak ingin kecolongan dan membuat mereka celaka" titah Rion.


"Bagaimana jika pelakunya benar benar Mark, tuan?" Celetuk Steve.


"Maka aku akan sangat membenci nya" jawab Rion mengepalkan tangan.


"Lalu nona Hazel? dia pasti akan sangat terluka, mengingat kebaikan Mark padanya tetapi Mark lah pembunuh orang tua nya" lirih Steve.


"Yang penting kita sudah tahu siapa pel...."


"Sayang! kak Steve! ayo makan, sarapan nya sudah selesai!" teriak Hazel dari ambang pintu.

__ADS_1


"Ayo Steve" ajak Rion dan berjalan bersama mendekati istrinya.


Mereka pun sarapan bersama seperti biasa, dengan penuh kehangatan dan dipenuhi juga dengan celotehan Hazel.


Setelah selesai sarapan bersama, kini sepasang suami istri itu sudah berada didalam mobil menuju rumah sakit.


Jadwal cek up Hazel sudah ditentukan hari ini, tentu saja suami nya sendiri yang menemani.


Dengan raut bahagia keduanya menginjakkan kaki dirumah sakit terbesar di kota ini, keduanya jadi pusat perhatian. siapa yang tidak kenal dengan Barion jacob? diusia nya yang muda dapat mendudukkan diri sebagai CEO.


Tidak perlu mengantri lagi karena Steve sudah mengatur semuanya, sehingga Rion dan Hazel bisa langsung menemui dokter kandungan yang akan memeriksa Hazel.


"Selamat pagi tuan dan nona"


"Pagi dokter" jawab Hazel dengan ramah.


Dokter Indira membantu Hazel untuk berbaring diatas brankar yang tersedia, selama ini dokter Indira yang memeriksa kandungan Hazel.


"Bagaimana perasaan anda nona?" tanya dokter Indira.


"Sangat baik dokter, mual suami ku juga sudah berkurang"


"Semakin bertambahnya usia kandungan maka rasa mual juga akan semakin berkurang nona, mari kita lihat siapa yang ada dalam perut nona Hazel ini" ucap dokter Indira.


Dokter Indira mengoleskan gel pada perut Hazel dan langsung meletakkan alat USG, guna melihat jenis jabang bayi yang ada dalam perut nyonya muda jacob.


"Bayi nya sangat sehat, lihat itu tuan, nona. dia sangat menggemaskan"


Setitik air mata turun tanpa permisi membasahi wajah tampan Rion, seakan ini semua mimpi ketika melihat malaikat kecil sedang tumbuh sehat di rahim istri tercinta.


"Apa jenis kelamin nya dok?"


"Tunggu sebentar ya tuan, dia sedikit pemalu. tapi ibu bidan ini akan membuatnya memperlihatkan jenis kelaminnya" jawab dokter Indira dengan antusias.


Dengan rasa yang tidak sabar keduanya masih memandang layar monitor yang menampilkan keadaan calon penerus keluarga jacob.


"Selamat tuan, calon anak anda laki-laki"


Senyum mengembang terbit diwajah keduanya, memang Rion tidak mempermasalahkan apa pun jenis kelamin anak nya hanya saja ini benar-benar seusia keinginan nya, baby boy yang kehadirannya akan selalu dinantikan.


"Terimakasih sayang, aku berjanji akan menjaga kalian" ucap Rion sembari mengecup kening Hazel.


Rion membantu Hazel turun dari brankar setelah perut istrinya dibersihkan sang dokter, dengan perlahan Rion senantiasa ada disamping Hazel.


Setelah selesai, mereka pun keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah yang berseri-seri. Steve dengan tidak sabar menunggu keduanya untuk mendengar kabar baik.


"Bagaimana tuan?"


"Ada baby boy didalam sana Steve, ada Rion kecil yang akan melengkapi keluarga ku" ucap Rion dengan mata berbinar.


"Selamat tuan" Keduanya pun saling berpelukan, seakan kebahagiaan Rion menjadi kebahagiaan Steve juga.


Hazel juga senang kehadiran putranya begitu dinanti dan diterima dengan penuh kebahagiaan bagi siapa saja yang mendengarnya.

__ADS_1


"Aku harus mengabari Mia" batin Hazel.


Rion tidak mengantarkan istrinya pulang, melainkan mengajak Hazel ikut kekantor karena Rion akan menyelesaikan sedikit pekerjaan dan lanjut mengajak istrinya jalan jalan.


Kini mereka sudah berada di gedung pencakar langit milik Rion, Rion menggiring istrinya keruang kerja dan mendudukkan nya diatas sofa dengan nyaman.


"Kamu tunggu disini ya, aku ada rapat hanya setengah jam setelah itu kita akan jalan-jalan"


"Oke sayang, semangat kerja nya ya" jawab Hazel mengecup sekilas bibir Rion.


Rion pun berlalu meninggalkan Hazel sendiri diruang kerja nya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena keadaan Hazel selama hamil cukup sehat dan baik.


Hazel mengambil ponsel nya dan melakukan panggilan video dengan Mia yang sudah tidak ditemuinya selama sebulan ini.


"Mia!" girang Hazel.


"Hay, aku merindukan mu"


"Bisakah kita bertemu hari ini? aku ada rencana me time dengan Rion, bagaimana kalau kita bertemu?" tawar Hazel.


"Ide yang bagus, aku akan mengajak Mark nanti" jawab Mia setuju.


Hazel pun mengangguk senang, ini saatnya untuk berbicara dengan Mark guna menanyakan apa yang membuat pria itu menjauhinya. bahkan terkesan menutus komunikasi antar keduanya.


"Kau terlihat begitu bahagia?" tanya Mia yang melihat ekspresi wajah Hazel tak hentinya tersenyum.


"Aku ada kejutan untuk mu"


"Benarkah? atau ini tentang siapa yang ada dalam perut mu?" Hazel pun mengangguk.


"Beritahu aku sekarang!"


"Tidak, datanglah ke taman akan ku beritahu disana"


"Licik sekali" cibir Mia membuat Hazel tertawa.


"Aku juga ada kejutan untuk mu"


"Apa itu?" tanya Hazel dengan penasaran.


"Rahasia, kita akan mengatakan nya berbarengan nanti" jawab Mia dan keduanya pun tertawa.


Siapa yang rindu author πŸ™πŸ»πŸ€£ sudah lama kita


tidak bersua yakan🀭 penasaran deh masih ada


atau engga yang baca nu cerita, jangan lupa


comment ya biar author tau mau lanjut atau


enggak 🀭😁


PENGUMUMAN!!

__ADS_1



mampir ke karya author yang berjudul "THE ARVAS" menceritakan tentang pertahanan Arvas sebagai pimpinan klan dan mempertahankan sang kekasih dari berbagai cobaan hidup yang menghampiri nya, bertahun-tahun menjalani hidup sebagai pimpinan klan mafia senjata api, membuat Arvas harus menjalani hidup dengan penuh pertimbangan ketika memantapkan hati untuk menikah dengan gadis pujaan nya yang bernama Vivian melalui perjodohan, apakah Arvas akan turun dari tahta nya yang menjabat sebagai pimpinan ketua mafia? atau tetap berada didunia nya dan berjanji untuk menjaga keluarganya? apakah Vivian akan menerima semuanya? ikuti terus kelanjutan cerita nya di karya baru author πŸ€—


__ADS_2