
Di siang hari yang cukup panas, Rion sedang berada di bandara untuk mengantarkan Amena pergi.
Hanya sampai bandara saja, Amena mendapat pekerjaan sebagai pemeran film romantis yang akan dilakukan di Italia.
Amena bergelayut manja di lengan Rion sembari menunggu jadwal penerbangan nya yang akan tiba beberapa menit lagi.
"Kamu jangan nakal ya disini" ucap Amena.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu kepada mu" ucap Rion mencubit pelan hidung Amena.
"Kamu ihhhh" manja Amena dalam pelukan Rion.
Dari kejauhan ada seseorang misterius yang memantau mereka dengan memakai setelan berwarna hitam.
Di telinga orang itu terpasang sebuah earphones dengan tangan nya yang memegang sebuah ponsel dengan camera menyala yang mengarah kearah Rion dan Amena.
"10 menit lagi dia akan berangkat" ucap seseorang itu sembari mendengarkan arahan dari seseorang yang ada di seberang sana yang terhubung melalui earphones yang ada di telinga nya.
"Akan saya kabari untuk kelanjutan nya" ucap seseorang itu sembari mengangguk anggukan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikediaman mewah Rion, Hazel sedang duduk bersantai di taman samping rumah bersama sahabat nya Mia.
"Jadi kamu kapan berkunjung keresto lagi?" tanya Mia.
"Entah lah, akan ku kabari setelah aku punya waktu" jawab Hazel.
"Cieee yang si selalu sibuk" goda Mia membuat Hazel terkekeh.
"Kemana suami mu? ngantor ya?" tanya Mia saat tidak melihat keberadaan Rion sedari tadi.
"Enggak, tadi pergi nya pakai baju santai gak formal kok" jawab Hazel sembari mengunyah cemilan yang ada dihadapan mereka.
"Mia" panggil Hazel dan Mia pun menoleh.
"Apa?" tanya Mia.
"Kak Mark tampan ya" celetuk Hazel dan Mia pun mengangguk saja.
"Kamu mau sama kak Mark?" tanya Hazel lagi dan reflek Mia mengangguk.
__ADS_1
"Eh? apa tadi? Hazel jangan macam macam ya" ucap Mia membuat Hazel tertawa.
"Apa salah nya?" tanya Hazel.
"Dia pasti belum bisa melupakan mantan kekasih nya, sangat sulit Hazel" jawab Mia.
"Ckk, kak Faya sudah meninggal saat kita baru baru saja mengenal mereka itu sudah sangat lama Mia" ucap Hazel.
Mia memang menyimpan perasaan kepada Mark tetapi wanita ini begitu pandai menyembunyikan perasaan nya sehingga terlihat biasa saja saat berhadapan dengan Mark.
Mark sendiri tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain setelah kematian pacarnya Faya.
Faya meninggal dikarenakan musuh Mark, tetapi Mark menutupi kabar itu dan mengatakan Faya meninggal karena kecelakaan.
Hanya Mark, Leon dan anak buah nya saja yang tahu bagaimana kesakitan Faya saat berada ditangan musuh Mark.
"Mark begitu mencintai Faya, kau tahu di layar ponsel Mark pun masih foto Faya" ucap Mia.
"Itu semua karena belum tergantikan Mia"
"Tidak akan pernah tergantikan Hazel" ucap Mia.
"Untuk apa dia menjalin hubungan dengan wanita lain jika bayang bayang masa lalu nya masih membelenggu dirinya Hazel" lirih Mia menunduk sedih.
"Faya benar benar melekat dihati Mark, aku tidak akan bisa menggantikan posisi Faya dihati Mark" sambung Mia.
"Mia dengar aku, kamu memang tidak akan bisa menggantikan posisi Faya dihati Mark tapi kamu bisa mengisi kekosongan hati Mark yang selama ini ditinggalkan oleh Faya"
"Mia sahabat ku, selama ini kamu selalu menjauh jika kak Mark mencoba mendekati mu. lalu disini aku harus menyalahkan siapa? kak Mark yang masih terbelenggu cinta kak Faya atau dirimu yang terlalu insecure untuk menjadi pendamping kak Mark?" tanya Hazel.
"Maaf Hazel, Faya begitu baik kepada kita dulu kau ingat bukan bagaimana dia menyayangi mu dan juga sangat baik kepada ku? menjadi pendamping Mark sama saja aku menghianati Faya" lirih Mia hingga meneteskan air mata.
"Bukan menghianati Mia, Faya baik kepada mu karena tahu kamu orang yang tepat yang akan mendampingi Mark disaat dia tidak ada seperti ini. coba ingat janji mu kepada Faya" celetuk Hazel membuat hati Mia berdebar.
"Kamu sudah janji sama Faya, janji itu adalah hutang Mia kamu tidak ingin berhutang seumur hidup bukan?" tanya Hazel.
"A...aku tidak berjanji pada Faya waktu itu" ucap Mia menolak sadar.
"Kamu menyetujui keinginan terakhir Faya itu sudah terhitung janji Mia, Janji yang sampai sekarang belum kamu penuhi. Mia fikirkan perasaan Faya disana yang melihat mu tidak bisa menepati janji mu terhadap nya" ucap Hazel.
"Aku tidak tahu Hazel, Faya sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri sama seperti dirimu. memiliki apa yang dulu dimilikinya membuat ku sangat sakit seakan aku merenggut apa yang memang hak nya" ucap Mia.
__ADS_1
Hazel langsung memeluk Mia, Mia pun menangis dalam pelukan Hazel hingga tubuh nya bergetar.
"Faya akan bahagia jika kau memenuhi janji mu Mia, Faya gadis yang baik bahkan dia meninggal dalam keadaan tersenyum saat menggenggam tangan mu dan Mark" bisik Hazel.
Pandangan Mia terlempar pada beberapa tahun silam saat Faya berada diambang antara hidup dan mati.
Hanya dirinya dan Mark yang waktu itu berada di samping Faya, Faya juga meninggal dalam keadaan tangan kanan menggenggam tangan Mia dan tangan kiri menggenggam tangan Mark.
Tangis Mia pun semakin pecah mengingat kejadian itu, dimana senyum manis Faya terakhir kali terukir di bibir manis nya dan akan selamanya terekam di memori Mia.
"Maafkan aku Faya, Maaf" lirih Mia.
"Faya bahagia jika kalian bahagia Mia" ucap Hazel mengelus lembut punggung Mia.
"Senyum manis yang terakhir kali kita lihat Zel, disaat itu pula dia menutup mata dan tidak membuka nya lagi hingga sekarang. Faya kita sudah pergi hiks" lirih Mia.
"Dia tidak pergi Mia, dia selalu ada di samping kita untuk selamanya walaupun kita tidak bisa melihat nya. Kak Faya selalu membersamai kita" jawab Hazel menyeka air mata.
"Aku ingin mengunjungi makam Faya" pinta Mia mengurai pelukan nya.
"Besok kita pergi ke makam Faya, aku juga sangat merindukan nya" jawab Hazel.
Mia membuka ponsel nya dan membuka aplikasi penyimpan poto, Mia melihat foto mereka bertiga saat Faya sering bersama mereka.
Terkesan singkat tetapi begitu indah, Faya gadis yang begitu baik kepada Mia dan Hazel ataupun kepada orang lain.
"Kita sama sama masih menyimpan nya bukan?" ucap Hazel melihat poto mereka bersama Faya.
"Lihatlah senyum nya, bukankah sangat dirindukan? cerewet kalian sama Zel" kekeh Mia dengan senyum miris.
"Kau adalah orang yang selalu kami marahi jika telat masuk kantor" ucap Hazel tersenyum kecut.
"Berbahagia lah disisi Tuhan Faya, kami selalu mendoakan mu"
.
.
.
Jangan lupa dukungan nya🥰
__ADS_1