
Beberapa hari sudah berlalu, sikap Hazel pada Rion semakin acuh tak acuh bahkan Hazel sangat jarang dirumah membuat Rion resah.
Saat ini sepasang suami istri itu sedang melakukan makan malam seperti biasa.
Hazel tidak pernah masak lagi membuat selera makan Rion menurun, bahkan terlihat pria itu seperti tidak terurus.
"Haz...."
"Kau lihat aku sedang makan? jangan mengajak ku bicara" ketus Hazel memandang kesal kearah Rion.
Rion hanya bisa diam tanpa berani membantah ucapan Hazel.
Steve juga sebenarnya kasihan melihat tuan nya yang tidak tahu harus bagaimana mengembalikan keadaan seperti semula.
Niat ingin bicara berakhir dibentak, Rion pun hanya bisa diam selama mereka melakukan makan malam bersama.
Hazel yang selesai lebih dulu pun pergi meninggalkan meja makan tanpa menunggu suaminya yang masih makan.
Rion mengepalkan tangan nya karena sangat geram melihat sikap Hazel yang seperti ini padanya.
Pyarrrr
Rion membanting piring makan nya ke lantai dan langsung berjalan menyusul Hazel.
"Tu..."
"Jangan Steve, biar tuan menyelesaikan masalah rumah tangga nya sendiri" tahan bik Rumi saat Steve ingin menahan Rion.
"Nona Hazel bisa terluka bik, tuan Rion sedang sangat emosi" ucap Steve yang sangat risau.
"Tuan Rion tidak akan menyakiti nona Hazel, jika kau masih ragu pantau saja dari jauh. kita tidak bisa terlalu ikut campur Steve" ucap bik Rumi.
Akhirnya Steve pun mengerti agar tidak terlalu melangkah jauh dalam prahara rumah tangga tuan nya.
Brakkkkk
Rion membuka dengan keras pintu kamar Hazel dan melihat Hazel sedang duduk disofa dengan memangku laptop nya.
"Aku sudah muak melihat tingkah mu Hazel!" bentak Rion.
"Muak? ini masih berlangsung beberapa hari dan kau sudah sangat emosi, sedangkan aku? aku yang menghadapi tingkah mu dari awal kita menikah bagaimana?" ucap Hazel.
"Kenapa kau terus mengungkitnya? aku sudah ingin memperbaiki semua nya Hazel" ucap Rion dengan nafas memburu.
"Memperbaiki? kau saja tidak bisa memutuskan hubungan mu dengan wanita itu" ucap Hazel tanpa memandang Rion.
"Pandang aku jika sedang berbicara Hazel" ketus Rion tetapi tidak ditanggapi oleh Hazel.
Merasa geram, Rion langsung merebut laptop milik Hazel yang berada dipangkuan nya dan...
Pyarrrr
Rion membanting laptop Hazel bahkan menginjak nya hingga hancur tak berbentuk.
Hazel memutar bola mata malas melihat emosi Rion yang tidak stabil.
__ADS_1
"Apa mau mu Hazel Matya?" tanya Rion dengan masih menahan emosi.
"Ce-Rai" ucap Hazel dengan menekan intonasi bicaranya.
"Untuk apa menunggu sesuai perjanjian kontrak itu? robek saja surat kontrak nya seperti kau merobek surat cerai yang ku berikan" ucap Hazel melipat tangan nya didada.
"Kita tidak akan bercerai!" ketus Rion.
"Aku ingin bercerai" ucap Hazel.
"Hazel!" bentak Rion.
"Kau ini bagaimana hah? ingin terus mempertahankan aku dan juga wanita lain dihidupmu? jangan seperti anak kecil yang bisa memiliki segalanya dengan apa yang kau punya"
"Tidak semua hal bisa kau dapatkan Rion! jika kau menginginkan aku maka selesaikan hubungan mu dengan wanita itu, tetapi jika kau tidak bisa memutuskan wanita itu maka ceraikan aku, semudah itu" ucap Hazel.
"Kau tahu aku tidak bisa memutuskan hubungan ku dengannya Hazel" ucap Rion.
"Apa alasan mu hah? Cihh kau mencintai wanita yang sering tidur bersama banyak pria" cibir Hazel merendahkan Amena.
"Jaga ucapan mu Hazel!" bentak Rion.
"Apa hah? kau fikir aku berbohong atas apa yang ku ucapkan? kau tunggu disini" titah Hazel.
Hazel berjalan mendekati ranjang nya dan langsung membuka laci yang ada dimeja nakas samping ranjang nya.
Hazel mengambil amplop berwarna coklat yang sama persis yang diberikan wanita misterius itu pada Hazel.
"Semuanya ada disini, jika kau mengatakan ini semua rekayasa kau bisa mengecek nya langsung di CCTV tempat nya"
Hazel melemparkan amplop itu ke wajah Rion dan langsung ditangkap oleh Rion.
"Dan ini, ini bukti berbagai percakapan dan vidio yang sudah ku kumpulkan dalam waktu satu bulan" ucap Hazel melempar sebuah flashdisk berwarna hitam.
Hazel menyeret Rion menuju pintu kamar nya agar Rion keluar dari kamar nya.
"Keluar dari kamar ku, jika menurut mu wanita itu mampu menemani mu tidur maka aku tunggu jawaban mu besok pagi"
Brakkk
Hazel menghempas pintu kamar nya dengan kasar membuat beberapa pelayan terjingkat kaget mendengarnya.
"Tuan dan nona bertengkar lagi" bisik salah satu pelayan.
Rion dengan langkah lunglai pun masuk kedalam kamar nya untuk melihat apa isi dalam map dan flashdisk yang diberikan Hazel.
Rion mendudukkan dirinya ditepi ranjang, dengan perlahan Rion membuka map itu.
Seketika rahang Rion mengeras, Rion memejamkan matanya agar tidak tersulut emosi.
"Lagi dan lagi Amena, kali ini tidak ada toleransi bagi mu" gerutu Rion meremas map itu.
Rion mengambil laptop nya dan memasang flashdisk hitam yang diberikan Hazel padanya.
Rion memutar sebuah percakapan yang terletak paling atas dengan judul yang sangat menarik.
__ADS_1
"Kau tahu Rion itu sangat bodoh sayang?" ucap seorang dengan suara yang familiar ditelinga Rion
"Tapi kau sering tidur dengan nya bukan?" ucap suara berat seorang pria
"Ya ya aku akui dia sangat lihat dalam permainan ranjang tetapi sangat bodoh karena mempercayai ku yang hanya menginginkan hartanya" .
Rion mengepalkan tangan nya, bagaimana dia bisa lupa dengan suara Amena yang selama ini menemaninya.
"Apa kau tidak mencintai nya?"
"Cinta? aku hanya menginginkan uang nya dan soal cinta aku hanya mencintaimu" jawab Amena yang terekam jelas di rekaman suara itu.
"Lalu wanita itu?" tanya pria yang bersama Amena.
"Rion sangat mempercayai ku, dalam waktu dekat aku akan membuat harga dirinya hancur didepan Rion maka aku akan menggantikan posisi nya sebagai nyonya Jacob dirumah itu" jawab Amena.
Pyarrrrr
"SIALANNNNN!!" teriak Rion dengan penuh emosi setelah menghempaskan laptop nya ke lantai.
Tangan Rion terkepal kuat mendengar semua isi percakapan Amena dengan seorang pria yang diyakini pacar Amena.
Rion langsung menyambar ponsel nya dan memilah nomor seseorang.
"Steve" ternyata Steve orang yang dihubungi Rion.
"Ada apa tuan?" tanya Steve setelah panggilan terhubung.
"Datang ke kamar ku dan bawa flashdisk ini untuk kau cocokkan dengan bukti aslinya"
"A...."
Tuttttt
Rion langsung memutuskan panggilan sebelum Steve menyelesaikan ucapan nya.
Beberapa saat kemudian Steve pun datang, Steve terkejut melihat laptop Rion hancur berantakan di lantai.
"Bawa ini, kau ceck semua isi didalam nya dan coba lihat apakah ini palsu" ucap Rion melempar sebuah flashdisk yang tadi diberikan Hazel padanya.
"Hanya itu tuan?" tanya Steve.
"Dan bawa map itu, cari lokasi dimana poto poto itu diambil" titah Rion.
Steve mengambil map itu dan melihat isi dalam nya, Steve terkejut melihat banyak poto poto mesra Amena bersama pria lain bahkan terlihat begitu intim.
"Mati kau kali ini Amena".
.
.
.
Jangan lupakan dukungan untuk author 🥰
__ADS_1