
Berhari hari bahkan sudah hampir dua minggu Rion menjalani harinya seperti tidak biasa.
Rasa mual yang bisa muncul kapan saja bahkan mood yang sering berubah ubah.
Tidak jarang pula Rika dan Steve yang kalang kabut menghadapi sikap pria itu.
Karena tidak ingin istrinya khawatir, Rion tidak pernah menceritakan kepada Hazel akan rasa mual dan pusing nya.
Rion menganggap itu semua hanya masuk angin biasa atau mungkin karena terlalu sering mengkonsumsi kopi.
Seperti biasa, kamar mandi sudah berapa kali Rion masuki hingga hampir jam makan siang ini.
Bukan hanya wajah nya yang pucat, tubuh nya pun terasa lemas karena terus mengeluarkan isi perut nya.
Beruntung Rion masih berselera dengan masakan Hazel, itu pun harus benar benar masaka Hazel.
Uwekkk uwekkkk
Steve membantu Rion memijat tengkuk nya, Steve juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada tuan nya.
Rion sendiri selalu menolak jika Steve mengusulkan untuk kedokter.
"Anda benar benar baik tuan? saya khawatir, bagaimana jika kita panggil dokte?" tawa Steve yang untuk kesekian kalinya.
Rion mencuci mulut nya dan menyapu nya dengan tisu yang ada di samping wastafel itu.
"Tidak usah, aku baik baik saja. ayo kembali bekerja" titah Rion.
Mau tidak mau Steve pun mengalah, Rion ini selalu berusaha terlihat kuat membuat Steve terkadang merasa jengkel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini Hazel sedang dirumah saja, wanita itu bersama Mia sedang mengobrol asik di taman samping.
Beberapa hari lagi adalah pesta pernikahan Mia, Mark benar benar menyiapkan semua nya sendiri.
Mia saja tidak diperbolehkan untuk ambil alih, Mia hanya perlu mengatakan apa yang diinginkannya maka Mark akan melakukan nya bersama orang orang nya.
"Pernikahan mu pasti sangat mewah" ucap Hazel sembari membayangkan bagaimana cantik nya sahabat kesayangan nya ini.
"Sepertinya aku harus ke makam Faya lebih dulu sebelum hari pernikahan kami" ucap Mia dengan mata yang sudah mengembun.
"Jangan menyesali apa pun Mia, Faya pasti bahagia melihat kalian akhirnya menyatu seperti ini" ucap Hazel tersenyum manis.
"Semoga saja" gumam Mia membalas senyuman Hazel.
"Aku melihat tubuh mu semakin berisi Zel, nafsu makan mu bertambah kah?" tanya Mia menelisik tubuh Hazel.
"Benarkah begitu? tapi sebenarnya iya, aku selalu merasa lapar belakangan ini" jawab Hazel.
Mia memicingkan matanya memandang sahabat cantik nya itu membuat Hazel terheran.
"Ada apa?" tanya Hazel yang tidak mengerti dengan tatapan Mia.
"Apa kau belum hamil?" tanya Mia.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, tapi aku tidak merasa mual dan semacam nya Mia" jawab Hazel.
"Ckk, tidak semua ibu hamil merasa mual Hazel. cobalah untuk mengetes nya" usul Mia.
"Benar juga, besok deh" jawab Hazel.
Disaat kedua wanita itu masih asik mengobrol dan sesekali tertawa, seorang pria datang menghampiri mereka.
"Hay leadis, terlihat sangat seru" ucap Mark yang tiba tiba datang.
"Kak Mark? kapan kau datang?" tanya Hazel.
"Baru saja sayang, apa kau menunggu ku lama?" tanya Mark pada Mia setelah menjawab pertanyaan Hazel.
"Aku tidak meminta mu datang kan?" tanya Mia bingung.
"Aku ingin datang sendiri, apa salah nya?" jawab Mark.
"Dimana suami mu cantik?" tanya Mark.
"Di kantor lah kak, pertanyaan nya itu lo" jawab Hazel.
"Formalitas" ucap Mark membuat Hazel dan Mia terkekeh.
•••
Keesokan harinya, seperti biasa Hazel memasak sarapan untuk suaminya dan sarapan bersama.
Tapi hari ini sedikit ada yang berbeda dari Rion, Hazel mengerutkan kening nya saat melihat wajahnya pucat suaminya.
"Kamu baik baik saja sayang?" tanya Hazel saat dia mengantar suami nya sampai teras rumah.
"Kok wajah kamu pucat sih?" tanya Hazel.
"A....." belum sempat Rion menyelesaikan ucapan nya, Rion merasa perut mua yang terasa diaduk.
Rion langsung berlari kedalam rumah dan mencari toilet terdekat yang ada di kamar tamu lantai bawah.
Hazel yang panik pun langsung menyusul suaminya dan membantu Rion dengan cara memijat tengkuk nya.
"Kamu kenapa sayang?" khawatir Hazel membantu Rion membersihkan mulut nya.
Lagi lagi Rion merasa tubuh nya begitu lemas, Rion memeluk tubuh Hazel.
"Kita ke dokter ya?" ucap Hazel dan Rion pun menyetujui nya.
Hanya Hazel yang mampu mengatur Rion tanpa ada kata penolakan.
Didalam mobil Rion terus memeluk tubuh Hazel, karena saat memeluk istrinya rasa mual Rion berkurang.
"Sejak kapan kamu mual mual hem? kamu ada makan sembarangan ya?" cecar Hazel.
"Sudah hampir dua minggu, aku cuma makan masakan kamu sayang" jawab Rion.
"Jadi kenapa baru bilang sama aku?" kesal Hazel.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak ingin membuat mu khawatir" ucap Rion menyesal.
Setelah beberapa saat, mobil yang dikendarai Steve pun berhenti di pekarangan rumah sakit.
Hazel langsung membawa suaminya untuk melakukan berbagai pemeriksaan.
Perlu diingat bahwa Rion bukan orang sembarangan sehingga tidak perlu mengantri hanya untuk mendapatkan penanganan.
Hazel terus menemani Rion sampai menyelesaikan berbagai pemeriksaan nya.
Kini sepasang suami istri itu sudah menghadap dokter yang menangani Rion.
"Bagaimana dok? apa terjadi sesuatu terhadap suami saya?" tanya Hazel dengan wajah cemas.
"Nona tidak perlu khawatir, ini semua normal terjadi saat ada calon penerus disana" jawab dokter itu dengan senyuman mengembang.
"Hah? maksud dokter?" tanya Rion tidak mengerti.
"Selamat tuan Rion, anda akan menjadi seorang ayah" ucap dokter itu.
"Hah? ja...jadi? istri saya hamil dok?" tanya Rion memastikan.
"Benar tuan, usia kandungan nona Hazel masih 2 minggu" jawab dokter itu.
Rion tercengang mendengar nya, sejurus kemudian Rion langsung memeluk tubuh Hazel yang hanya diam dengan wajah terharu.
"Terimakasih sayang terimkasih" lirih Rion mengecupi wajah Hazel.
Seperti menghilangkan rasa gengsi nya, Rion menangis bahagia di depan dokter yang tadi memeriksa dirinya.
Pantas saja dokter itu meminta Hazel juga melakukan pemeriksaan tadi, walaupun bingung tetapi tetap mereka lakukan.
"Terimakasih sayang, daddy janji akan menjaga kalian berdua. tumbuh dengan sehat lah disana sayang kehadiran mu begitu daddy dan mommy nantikan" lirih Rion dengan isak tangis bahagia didepan perut rata Hazel.
Hazel terharu karena suaminya begitu bahagia mendengar kabar kehamilan nya, tanpa permisi air mata Hazel pun luruh ke wajah cantik nya.
"Lalu bagaimana dengan suami saya dok? kasihan dia jika mengalami morning sickness yang cukup parah" tanya Hazel.
"Saya akan memberikan obat yang dapat mengurangi rasa mual pada tuan Rion, diharapkan untuk menjaga kandungan nya ya nona Hazel karena usia nya masih sangat muda" ucap dokter itu.
"Baik dok, saya permisi" ucap Hazel dan berlalu keluar ruangan itu bersama Rion.
Steve yang menunggu dengan risau di depan ruangan pun belum bisa bernafas dengan lega walau tuan dan nona nya keluar ruangan.
"Bagaimana non? apa yang terjadi pada tuan?" tanya Steve.
"Aku baik dan sangat baik Steve, ayo kita rayakan kehadiran Rion kecil disini" ucap Rion dengan antusias.
"Hah? maksud tuan?" tanya Steve yang belum mengerti.
"Hazel Hamil Steve, istri ku hamil dan akan ada Rion kecil dihidup kita" jawab Rion yang langsung memeluk Steve.
Steve yang awal nya tercengang itu pun langsung bersorak bahagia.
Kebahagiaan Rion sama dengan kebahagiaan Steve, mendengar kabar kehamilan Hazel membuat Steve merasa ada anggota baru di keluarga mereka.
__ADS_1
Hazel tersenyum hangat melihat suaminya begitu antusias atas kehamilan nya.
•