You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.26 WANITA KUAT


__ADS_3

Dokter Abidin sedang memeriksa keadaan Hazel, tubuh lemah itu sedang terbaring Dibrankar rumah sakit saat ini.


Rion menatap kosong kearah wajah Hazel, wajah letih dan penuh rasa sakit yang Rion pandang.


"Dia begitu tertekan, aku mohon jaga dia Rion dia adalah titipan paling berharga yang diberikan papa mu" ucap Dokter Abidin.


"Kau tahu ak..."


"Paling tidak jangan pandang dia sebelah mata Rion, jangan menyesal dikemudian hari" ucap dokter Abidin menyela ucapan Rion dan berlalu pergi.


"Aku tidak akan mencintaimu Hazel, aku mencintai Amena dan akan selamanya seperti itu. maaf jika aku menyakiti mu tapi ini bukan keinginan ku"


Setitik air mata Hazel jatuh disudut mata nya tanpa diketahui Rion, Hazel sadar setelah dokter Abidin selesai memeriksa nya tadi.


Bahkan Hazel mendengar semua ucapan Dokter Abidin kepada Rion, begitu pula ucapan Rion yang mengatakan bahwa dia hanya mencintai Amena bukan dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang menjelang sore yang dingin, angin berhembus kencang dibarengi dengan awan gelap yang mengelilingi langit.


Seakan ikut bersedih, langit pun meneteskan air hujan mengiringi pemakaman Eric disiang hari ini.


Hazel menangis tersedu-sedu diatas pusara Eric yang tanah nya masih basah itu, hatinya begitu terluka saat ini.


Hanya tersisa beberapa orang saja diarea pemakaman itu, semua orang memandang iba kearah Hazel yang terlihat sangat terpukul.


Gani mendekati Hazel dan mengusap lembut punggung Hazel yang masih bergetar karena menangis.


"Ikhlaskan beliau nak" ucap Gani menyeka air matanya.


"Papa tidak boleh meninggalkan Hazel hiks" lirih Hazel yang terus menangis.


Hati Gani sakit mendengar tangisan Hazel yang begitu pilu, hidup Hazel benar benar diuji saat ini.


Gani berdiri dan berjalan mendekati Rion yang terus memandang kearah Hazel dengan tatapan kosong.


"Hanya dirimu yang dimilikinya saat ini boy, dia Anugerah terindah yang Tuhan titipkan untukmu. belajarlah mencintai nya maka hidup mu jauh lebih baik setelah nya" ucap Gani.


Rion menoleh kearah Gani yang memandang nya sembari menganggukkan kepalanya.


"Jaga dia Rion" ucap Gani.


"Aku tahu om" jawab Rion dan langsung berjalan mendekati Hazel.


"Hazel" panggil Rion sembari menarik Hazel kedalam pelukan nya.

__ADS_1


"Papa tidak boleh meninggalkan kita Rion, hiks hiks" lirih Hazel dalam pelukan Rion.


"Jangan terlalu diratapi, papa akan sedih melihatmu seperti ini. ikhlas kan dia agar dia tenang" ucap Rion menyeka air mata Hazel.


"Kita pulang sekarang" ajak Rion dan Hazel pun mengangguk.


Semua orang mulai meninggalkan pemakaman Eric, begitupun dengan Hazel, Rion beserta iringan nya.


Setelah beberapa saat, rombongan Rion pun sampai didepan rumah mewah miliknya.


Rion keluar dari mobil dengan membopong tubuh Hazel yang sedang tertidur, Hazel begitu lelah hingga tertidur didalam mobil tadi.


"Ikut saya ke kamar bik, gantikan pakaian Hazel saya akan mandi" ucap Rion pada bik Rumi.


Rion pun berjalan menaiki anak tangga dengan diikuti bik Rumi dan beberapa pelayan yang akan membantu bik Rumi.


Setelah berapa didalam kamar, Rion meletakkan tubuh Hazel diatas ranjang dan langsung berlalu kekamar mandi.


Bik Rumi dan pelayan lain pun mulai mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan tuan nya tadi.


Didalam kamar mandi, Rion merenung dibawah derasnya air shower yang membasahi tubuh kekar nya.


"Belajarlah mencintainya maka hidup mu akan jauh lebih baik"


"Hanya Amena, aku tidak mencintai Hazel atau wanita mana pun" gumam Rion mengepalkan tangan nya.


Rion berjalan keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap, dengan menggunakan celana panjang hitam yang dipadu dengan kemeja hitam juga.


Rion melihat Hazel yang tertidur nyenyak diatas ranjang, Rion beralih memandang ponsel nya dan langsung berlalu pergi begitu saja.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Hazel baru mulai membuka matanya dan terbangun dari tidur nya.


Hazel bangun dan melihat sekeliling tetapi tidak melihat seseorang yang dicari nya, hanya bik Rumi yang ada disana.


"Nona sudah bangun?" ucap bik Rumi mendekati Hazel.


"Dimana Rion bik?" tanya Hazel memandang bik Rumi.


"Tadi tuan pergi dan menitipkan nona kepada saya" jawab bik Rumi.


"Masih dalam keadaan berkabu saja dia pergi entah kemana" batin Hazel menundukkan kepala nya.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan, ayo makan non. nona belum makan sedari tadi" ajak bik Rumi dan langsung di setujui Hazel.


Hazel dan Bik Rumi pun berjalan menuruni tangga menuju lantai dasar dimana ruang makan berada.

__ADS_1


Hazel mendudukkan dirinya didepan meja makan, sedangkan bik Rumi dan pelayan lainnya menyiapkan makanan untuk Hazel.


Tinggg


Sebuah notif pesan masuk kedalam ponsel Hazel, Hazel mengambilnya nya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan hari ini.


Mata Hazel berkaca kaca melihat potret suaminya yang sedang bersama kekasihnya di sebuah bar dengan posisi yang sangat intim.


"Makam papa belum kering tapi dia semakin menjadi jadi, Saat ini aku hanya mempunyai dirimu Rion tapi kenapa kamu seperti ini kepadaku" batin Hazel.


Bik Rumi yang melihat Hazel termenung pun melirik ke layar ponsel Hazel yang masih menyala ditangan wanita itu.


Hati bik Rumi ikut sakit melihat potret tuannya bersama wanita lain dan dilihat langsung oleh istrinya.


"Non, makanan sudah siap" ucap bik Rumi sembari menyentuh pundak Hazel membuat wanita itu terjingkat.


Hazel langsung buru buru mematikan ponsel nya dan meletakkan disamping lengan nya.


"Mari kita makan bersama, temani Hazel" ajak Hazel pada bik Rumi dan pelayan lainnya.


Mereka pun setuju dan mulai makan malam bersama Hazel, Hazel makan seperti tidak berselera saat ini.


Selesai makan Hazel pun memilih untuk menyendiri diteras balkon lantai 2, perasaan nya sangat berantakan saat ini.


Hembusan angin malam menerpa rambut panjang terurai milik Hazel, seakan ikut membeku bersama hatinya Hazel pun tidak merasa dingin sama sekali.


Hazel memandang kearah pekat nya malam, tidak ada satupun binatang ataupun rembulan yang menemaninya malam ini.


"Kenapa kau menguji ku sedemikian berat Tuhan? apakah kau tidak tahu kalau aku hanya manusia lemah yang berusaha berdiri dikaki sendiri? kenapa kau mempersulit segalanya seperti ini Tuhan? apa yang kau janjikan atas semua cobaan ini, kebahagiaan apa yang menunggu ku didepan sana sehingga kau menguji ku sedemikian berat? Kau menghantam ku dari segala sisi, menikam hidup ku membuat ku seakan ingin mati bersama orang orang yang kau ambil, tidakkah kau lihat kesulitan ku Tuhan? Aku lelah berjuang sendiri seperti ini, aku ingin tenang aku ingin bahagia Tuhan, kenapa kau memberikan cobaan yang tiada henti di hidupku hiks hiks!"


Bik Rumi yang mendengar keluhan Hazel dari balik tirai jendela pun ikut meneteskan air mata.


Siapa yang bisa mendengar keluhan wanita ini jika dirinya saja tidak mampu untuk bercerita kepada orang lain.


"Nona wanita yang sangat kuat"


.


.


.


Staytune bersama author hihi😊


Jangan lupa dukungan untuk author nya🥰

__ADS_1


__ADS_2