
Hari pernikahan Rion dan Hazel pun tiba, semua orang begitu terkejut mendengar kabar pernikahan presdir muda J.C company dengan putri tunggal keluarga Lorens yang sudah lama tidak didengar.
Begitu banyak wartawan yang meliput pernikahan mereka berdua dan banyak juga kabar miring tentang hubungan asmara antara Rion dan Amena.
Di sebuah ruang rias, Hazel tengah berdiri didepan sebuah cermin yang memantulkan dirinya dengan balutan gaun putih yang indah.
"Kau sangat cantik nak" puji Lukman yang baru datang untuk menjemput keponakan nya.
"Terimakasih om" ucap Hazel dengan mata yang berkaca kaca.
"Hey, ada apa? kenapa bersedih?"
"Hanya merindukan papa dan mama om, seandainya mereka ada pasti suasana ini jauh lebih bahagia dari sebelumnya" jawab Hazel.
Lukman langsung memeluk Hazel, air mata pun turun membasahi kedua pipi putih Hazel.
"Jangan menangis nak atau semua nya akan berantakan" ucap Lukman mengusap air mata Hazel menggunakan tisu.
"Ayo, Rion sudah menunggu mu disana untuk mengucapkan janji suci" aja Lukman menggandeng tangan Hazel.
Suasana altar di sebuah hotel yang didesain sedemikian rupa pun begitu riuh dan ramai.
Lukman berjalan menuju altar sembari menggandeng tangan keponakan cantik nya.
Hazel bisa melihat wajah harus sahabat dan teman sekantornya yang selama ini menjalin hubungan baik dengan nya.
"Aku serahkan keponakan ku kepada mu, jagalah dia dengan segenap jiwa mu" ucap Lukman menyerahkan tangan Hazel kepada Rion.
"Akan ku lakukan" jawab Rion menerima tangan Hazel dan Lukman pun kembali ditempat duduknya.
"Kenapa tidak menjodohkan Liza saja kenapa wanita itu!" ketus Lia setelah Lukman duduk di samping nya.
"Hazel adalah wanita pilihan tuan Eric, kak Anderson juga memiliki perjanjian dengan mereka"
"Bisa saja digantikan dengan Liza maka hidup kita akan berubah menjadi kaya raya" ucap Lia yang tidak setuju dengan keputusan suaminya.
Janji suci pun sudah terlontarkan dari kedua mempelai yang sedang berdiri dihadapan pendeta ini.
Setitik air mata turun ke pipi Hazel, Rion yang melihatnya pun merasa sedikit sedih jika kelak menyakiti hati lembut wanita ini.
"Selamat ya sayang" ucap Eric mengecup kening Hazel setelah memasangkan sebua gelang berlian di pergelangan tangan Hazel.
"Terimakasih pa" jawab Hazel memeluk Eric.
Begitu banyak ucapan selamat dan hadiah yang Hazel Terima baik dari rekan bisnis suami dan mertuanya ataupun sahabat dan teman sekantor nya.
__ADS_1
Leon berjalan mendekati pasangan suami istri baru itu sembari menenteng sebuah paperbag berwarna hitam.
"Happy wedding ya Hazel, semoga menjadi keluarga yang bahagia" ucap Leon memberikan hadiah nya pada Hazel.
Tersirat raut kecewa dimata Leon yang bisa dilihat oleh Rion, bagaimana tidak kecewa? Leon sudah selama itu menunggu Hazel tetapi semuanya sia sia.
"Terimakasih pak" ucap Hazel sopan.
"Sama sama, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Leon dan berlalu pergi.
Seorang wanita cantik dengan tubuh tinggi semampai pun memasuki altar pernikahan Rion dan Hazel.
Siapa lagi jika bukan Amena.
Amena langsung jadi sorotan mata ataupun camera wartawan yang ada disana karena kehadiran nya.
Amena langsung mendekat kearah Rion dan Hazel dengan senyum mengembang dibibir nya.
"Itu kan mantan kekasih presdir Rion"
"Dia masih sanggup datang"
"Hubungan nya tidak direstui oleh tuan besar jacob"
"Pernikahan Tuan Rion dan nona Hazel juga atas dasar perjodohan, apakah mereka saling cinta?"
"Selamat ya" ucap Amena menyalami Hazel dan langsung memeluk wanita itu.
"Kau berharap apa atas pernikahan ini hem? Rion itu milikku dan akan selamanya seperti itu" bisik Amena mencubit bagian perut Hazel dengan keras.
Hazel mengernyitkan dahinya karena cubitan Amena yang sangat kuat dan bisa dipastikan akan meninggalkan bekas.
Amena memandang Hazel dengan pandangan remeh membuat Hazel ingin sekali mencakar wajah pacar suaminya itu.
Acara pun berjalan dengan lancar, hingga akhirnya tamu pun berpulangan setelah hari berganti malam.
Kini sepasang suami istri itu sudah berada di sebuah kamar yang ditata sedemikian rupa selayaknya pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia.
Rion membuka tuxedo nya dan meletakkan nya diatas sofa, Rion menggulung lengan baju nya dan memberikan secarik kertas pada Hazel yang duduk di tepi ranjang.
"Apa ini?" tanya Hazel bingung.
"Surat kontrak"
"Hah? su..surat kontrak apa?"
__ADS_1
"Kita akan bercerai setelah pernikahan kita menginjak usia setahun, tenang saja aku tidak akan menyentuh mu karena aku sangat mencintai Amena"
"Jangan berharap apapun atas pernikahan ini karena pernikahan kita hanyalah pernikahan diatas kertas, aku akan mandi setelah mandi aku ingin kau sudah menanda tangani surat ini"
Rion pun meletakkan surat kontrak beserta pena nya diatas meja dan berlalu pergi kekamar mandi.
Hazel mengepalkan tangan nya dengan air mata yang sudah menetes membasahi kedua pipinya.
Kenapa pernikahan ini dianggap hanya sebuah permainan bagi Rion? apa Rion benar benar tidak memikirkan perasaan nya?
Hazel sebenarnya juga tidak mencintai Rion, hanya saja dia tahu posisinya sebagai nona muda jacob dikediaman keluarga itu.
"Baiklah" gumam Hazel membubukan tanda tangan nya diatas kertas itu setelah membacanya.
Setelah beberapa saat Rion pun selesai mandi, Hazel langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa bicara sepata kata pun pada Rion.
Setelah berpakaian santai, Rion pun melihat surat kontrak itu sudah ditanda tangani lalu menyimpan nya.
Rion berbaring diranjang sembari memainkan ponsel nya, tidak berapa lama Hazel pun keluar.
Hazel juga sudah menggunakan piyama tidur berwarna peace dengan rambut tergerai lembab.
"Tidur saja diranjang yang sama dengan ku, aku tidak akan menyentuh mu" ucap Rion saat melihat Hazel ingin ke arah Sofa.
"Aku tahu batasan ku tuan Barion Jacob" ucap Hazel langsung berbaring diatas sofa dengan sebuah selimut yang didapatnya dari lemari.
Karena kelelahan dengan hari yang cukup menguras tenaga, Hazel pun langsung tertidur setelah beberapa saat.
Posisi tidur Hazel menghadap Rion, Rion yang hendak berbaring pun langsung urung saat melihat selimut Hazel yang hampir terjatuh.
Rion turun dari ranjang dan mendekati Hazel, Rion membenarkan posisi selimut Hazel.
Rion memandangi wajah cantik Hazel, wajah cantik yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.
"Jika aku mencintaimu mungkin malam ini akan kita lalui dengan bahagia, tapi aku sudah memiliki cinta sendiri"
"Maaf jika suatu hari nanti aku harus menyakiti mu dengan perpisahan ini, aku tidak bisa memaksakan perasaan ku dan aku juga tahu bahwa Leon juga mencintai mu"
Rion kembali keranjang nya dan berbaring menghadap Hazel, Rion terus memandang wajah damai Hazel.
Kecantikan Hazel semakin menambah ketika sedang tidur fikir Rion, beberapa saat Rion terpanah dengan kecantikan Hazel.
Rion langsung menepis rasa pesona nya terhadap Hazel manakala tiba tiba wajah Amena terlintas di kepalanya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1
Jangan lupa dukungan untuk author agar lebih semangat up nya🥰