You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.39 MENGUNJUNGI MAKAM FAYA


__ADS_3

"Kita kemana non?" tanya supir Hazel setelah Hazel memasuki mobil nya kembali.


"Ke restauran ya pak" jawab Hazel.


Mobil pun melesat maju meninggalkan pekarangan rumah sakit menuju restauran milik Hazel.


Sepanjang perjalanan Hazel terus memandang keluar jendela, pikiran nya berkelana entah kemana.


"Anda baik baik saja non?" tanya supir Hazel.


"Saya baik Pak" jawab Hazel tersenyum.


"Obat penenang? apakah Rion yang mengkonsumsi nya? tapi kenapa?" batin Hazel sembari menggenggam erat botol obat yang dibawanya dari rumah tadi.


Setelah beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi Hazel pun berhenti didepan restauran milik nya.


Hazel turun dan langsung memasuki restauran yang selalu ramai dikunjungi orang orang itu.


"Hay semuanya" sapa Hazel pada pekerjanya.


"Hay nona Hazel, wahh akhirnya anda berkunjung juga" ucap salah satu waiters yang bekerja diresto Hazel.


"Maaf ya saya tidak sering berkunjung, kalau sudah berumah tangga pasti ada kesibukan sendiri" kekeh Hazel membuat staf nya yang lain ikut terkekeh.


"Nona ingin saya buatkan sesuatu?" tawar koki Hazel.


"Tidak, dimana Mia?" tanya Hazel.


"Nona Mia berada di ruangan nya non" jawab koki itu.


"Kalau begitu, saya duluan" pamit Hazel dan berjalan masuk.


Hazel menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana ruang kerja sahabat nya yang sebagai meneger berada.


Tok Tok Tok


Hazel mengetuk pintu setelah sampai didepan ruangan Mia, Setelah mendapat sahutan dari dalam Hazel pun langsung membuka nya dan masuk kedalam ruangan Mia.


"Mia" panggil Hazel.


Mia menoleh dengan wajah yang terlihat kusut, mata yang sedikit sembab dan aura wajah yang tidak secerah biasanya.

__ADS_1


"Hay Zel" sapa Mia tersenyum.


"Kamu kenapa? kamu tidak tidur? restauran begitu sibuk sehingga menyita waktu istirahat mu?" cecar Hazel.


"Tidak Hazel, aku hanya merindukan Faya" jawab Mia.


Hazel memandang sedih kearah sahabat nya, bukan Faya yang dirindukan Mia tetapi janji Mia kepada Faya yang membuat Mia seperti ini.


"Sejak kapak kamu merindukan Faya hingga seperti ini Mia? jangan bohongi aku" ucap Hazel mendudukkan Mia disofa.


"Aku memang merindukan Faya, hanya itu" jawab Mia mencoba untuk menutupi segala gunda gulana dihatinya.


"Bukan rindu tetapi janji, Mia jangan menyiksa diri mu hanya karena sebuah janji Mia" ucap Hazel sedih.


"Maaf Hazel, tetapi janji itu membuat hidup ku tersiksa" lirih Mia yang langsung menangis.


"Jangan terlalu dipikirkan Mia, tugas mu hanya membuka jalur untuk Mark masuk kedalam hidup mu bukan membentengi antara dirimu dengan Mark" ucap Hazel.


"Sulit Zel, seberharga dan se spesial itu Mark dihidup Faya" ucap Mia.


"Mia dengar aku" ucap Hazel menangkup wajah Mia dengan kedua tangan nya.


"Kak Faya sudah menyerahkan Mark kepada mu sebelum dia meninggal itu berarti dia ingin kau menggantikan posisi nya dihidup Mark, aku tahu itu tidak lah mudah dan juga sangat mustahil tetapi kamu sudah ada disisi terkecil hidup Mark"


"Benar Mia, Faya juga meminta pada Mark untuk menjaga mu setelah kepergian Faya. Faya sudah mengikhlaskan segalanya dan berharap kalian hidup bahagia, untuk cintamu dan juga Faya" jawab Hazel.


"Kita ke makam Faya sekarang" ajak Hazel dan langsung disetujui Mia.


Hazel dan Mia pun langsung berlalu pergi dengan mobil Hazel yang dikendarai supir Hazel sendiri.


Sepanjang perjalanan Mia terus memandang potret mereka bertiga saat Faya masih hidup.


"Kita sama sama merindukan senyum Faya" ucap Hazel memeluk Mia.


Setelah setengah jam menempuh perjalanan, mobil yang ditumpangi Hazel pun sampai didepan pemakaman umum.


Hazel dan Mia pun langsung turun dan menuju pusara Faya yang terletak di pertengahan pusat pemakaman.


Sesampainya didepan pusara Faya, Mia langsung berlutut didepan pusara Faya hingga meneteskan air mata.


Tidak ada kata kata yang mampu diucapkan Mia saat ini, hatinya begitu gelisah dengan semua yang harus dilakukan.

__ADS_1


"Faya Clarista, aku berkunjung bersama sahabat kita Mia kak. kami merindukan mu kak Faya" lirih Hazel mengelus nisan Faya.


"Fa..Faya" lirih Mia yang menyebut nama Faya dengan terbata.


"Kau ingin aku seperti apa? kau memberikan apa yang seharusnya milik mu Faya, Mark milik mu Faya bukan milik ku" lirih Mia yang menangis tersedu sedu didepan pusara Faya.


"Jawab aku Faya Clarista, kenapa kau mempersulit hidup ku Faya? mengambil alih apa yang paling berharga dihidup mu bukan sesuatu yang mudah untuk ku jalani Faya"


"Kau tahu kita selama 2 tahun selalu bersama? aku, kamu dan Hazel, lalu kau meninggalkan kami Faya. kenapa kau meninggalkan kami dan memberikan sebuah permintaan yang sangat sulit untuk aku penuhi, kenapa Faya!" frustasi Mia.


Hazel tidak bisa menahan air matanya lagi, Hazel menangis melihat sahabat nya yang diambang kebingungan.


"Apakah aku harus menepati janji ku kepadamu atau ikut bersama mu sehingga aku tidak harus memenuhi janji ku kepada mu Faya, Faya kau sahabat ku dan akan selamanya begitu bukan?"


"Faya, Mark itu pria yang sangat kau cintai. kau ingat saat kau bercerita kepada ku dan Hazel tentang mimpi mu yang ingin menikah dengan Mark dan memakai gaun putih indah. semua orang menatap bahagia kearah kalian, semua orang menabur bunga indah kepada kalian"


"Pernikahan yang digelar di gereja yang ada didekat taman kota, dimana gereja itu dihias sedemikian indah dengan nuansa putih dan pink. aku dan Hazel yang akan mengiringi mu menuju pelaminan. lalu kenapa kau tidak mewujudkan mimpi mu itu Faya!"


"Kau pergi meninggalkan semua mimpi mu dan meninggalkan sebuah harapan yang harus aku penuhi? kenapa harus aku Faya! kenapa tidak kau saja yang berjalan menuju altar yang akan disambut oleh Mark didepan sana, kenapa harus aku Faya"


Mia meluapkan segala isi yang ada didalam hatinya didepan pusara Faya, terlihat seperti orang gila memang tetapi Mia sudah begitu lelah memendam segalanya selama ini.


Permohonan Faya kepada Mia seakan menjadi beban yang begitu berat yang harus ditanggung Mia selama ini.


"Apakah harus seumur hidup ku menjadi ketakutan akan janji ku kepada mu Faya? seharusnya waktu itu ku katakan tidak saat kau meminta ku untuk menjadi suport system Mark setelah kau pergi sehingga waktu itu kau tidak meninggalkan kami"


"Kau mempersulit hidup ku Faya, kenapa kau lakukan ini semua kepada ku Faya! hiks hiks" teriak Mia memukul gundukan tanah makam Faya


Hazel memeluk tubuh lemah Mia, hati Hazel juga sakit melihat sahabat nya begitu kalut akan situasi yang seperti ini.


"Sudah Mia, kasihan Faya melihatmu seperti ini" ucap Hazel memeluk tubuh Mia yang bergetar.


"Dia menyiksa hidup ku Hazel, Faya kau harus menanggung kesusahan ku Faya!" teriak Mia dalam pelukan Hazel.


Hazel menangis melihat sahabat nya selemah ini dalam pelukan nya, Mia terbilang wanita yang kuat selama ini karena mampu menutupi kesedihan nya dengan sebuah tawa dan senyum manis nya.


.


.


.

__ADS_1


Bawang sekilo ya🤣


Btw jangan lupa dukungan nya lo author maksa😁


__ADS_2