
Matahari mulai menyingsing, cahaya nya menerobos masuk kedalam kamar melalui cela jendela.
Rion membuka matanya, pemandangan indah pertama yang dilihatnya adalah wajah cantik istrinya yang masih terlelap dalam pelukan nya.
Rion mengecupi wajah Hazel agar wanita itu terbangun dari tidur nya.
"Selamat pagi sayang" sambut Rion setelah Hazel membuka mata.
Hazel terkekeh melihat semangat Rion setelah melalui berbagai perdebatan dengan nya.
"Selamat pagi suami ku" jawab Hazel tersenyum manis.
"Jam berapa ini Rion?" tanya Hazel yang mulai mendudukkan dirinya.
"Jam 7 pagi" jawab Rion setelah melihat jam yang ada disamping ranjang Hazel.
"Kamu ga kekantor?" tanya Hazel.
"Aku ingin menghabiskan satu hari bersama istri ku, lagian aku CEO nya sayang jadi kalau aku ga kekantor juga ga masalah" jawab Rion.
Rion menyenderkan tubuh nya dikepala ranjang dan melihat wajah cantik istrinya.
"Yasudah, aku mandi dulu ya dan lanjut masak" ucap Hazel setelah turun dari ranjang.
"Kok kamu masih masak sih sayang, kan ada koki dirumah ini" ucap Rion.
"Kan kamu ga mau makan kalau bukan masakan aku" jawab Hazel membuat Rion terkekeh.
"Mandi bareng gimana?" tawar Rion.
"Jangan mesum, lagian ini masih pagi ya Rion" gerutu Hazel membuat Rion tertawa.
"Oh iya sayang, nanti suruh pelayan memindahkan barang barang kamu kekamar kita ya" ucap Rion sebelum Hazel. berlalu kekamar mandi.
"Iya nanti aku yang suruh" jawab Hazel.
Rion terus memandang istrinya yang berlalu kekamar mandi hingga menghilang dibalik tembok.
Drttt
Drttt
Drttt
Ponsel Rion yang ada didalam saku piyama nya pun bergetar pertanda panggilan masuk.
"Katakan" ucap Rion setelah menerima panggilan.
"Semua akurat tuan, tidak ada pemalsuan bahkan rekaman percakapan nya juga sesuai" ucap Steve yang memberi laporan sesuai permintaan Rion tadi malam.
"Yasudah, tambah penjagaan dirumah" ucap Rion dan langsung memutus panggilan itu.
"Tidak ada toleransi bagi mu Amena, kita selesai sampai di sini suda cukup kau menjadi benalu dirumah tangga ku" batin Rion mengepalkan tangan nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian, Hazel keluar dari walk in closed dan sudah menggunakan gaun selutut berwarna lilac.
"Kamu mau lanjut tidur?" tanya Hazel.
"Aku mau mandi, kamu tunggu aku ya turun nya aku mau temani kamu masak" jawab Rion dan langsung berlalu kekamar mandi.
"Kok jadi manja banget" kekeh Hazel melihat tingkah suami nya.
Hazel masuk kekamar Rion dan menyiapkan pakaian santai suaminya karena Rion tidak kekantor hari ini.
Setelah mendapat setelan santai, Hazel pun kembali dan meletakkan pakaian ganti Rion dimeja walk in closed.
Hazel lanjut membereskan kamar nya karena Hazel tidak memberi izin pelayan membereskan kamar nya, karena bagi Hazel kamar adalah privasi.
Rion keluar dari walk in closed dan sudah memakai pakaian yang sudah disiapkan Hazel.
Rion memeluk Hazel dari belakang saat wanita itu sedang membuka kain gorden penutup pintu balkon.
"Kamar ini akan aku ubah menjadi kamar anak kita nanti sayang" celetuk Rion.
"Anak?" tanya Hazel.
"Iya anak, kamu ga mau punya anak sama aku?" tanya Rion.
"Bukan gitu, kamu gimana bisa ada kepikiran kesana sih? anak nya aja belum dibuat" ucap Hazel.
"Bagaimana kalau kita buat hari ini?" tanya Rion membuat mata Hazel terbelalak.
"Hehe jangan mesum dong sayang, yuk turun yuk aku mau masak kamu ga laper apa? nanti malam aja kita lanjut oke" ucap Hazel menarik tangan Rion keluar kamar.
"Aduhh mampus aku, ni mulut asal nyeplos aja sih emang udah siap di unboxing sama suami sendiri?" gerutu Hazel dalam hati.
"Kamu udah janji lo sayang" ucap Rion saat tidak ada jawaban dari Hazel.
"I...iya iya, udah ayok" paksa Hazel karena malas dengan pembahasan Rion.
Rion terkekeh melihat wajah memerah Hazel, Rion tahu bagaimana polos istri kecil nya itu.
"Kamu duduk disini ya, jangan ngerusuhin aku didapur" ucap Hazel setelah mendudukkan Rion dimeja yang berada tepat di depan tempat Hazel memasak.
"Iya sayang" jawab Rion dengan senyum manis.
Semua pelayan dan koki bahkan bik Rumi yang berada disana pun melongo melihat sikap manis Rion kepada Hazel.
Hazel terkekeh melihat wajah tercengang seisi rumah dengan perubahan sikap Rion.
Hazel mulai memasak seperti biasa dengan dibantu bik Rumi dan pelayan lainnya.
"Nona" bisik bik Rumi.
"Berhasil" jawab Hazel dengan berbisik juga.
Seketika raut wajah bik Rumi pun sumringah dengan disambut sorakan kecil oleh pelayan lainnya.
__ADS_1
Hazel tertawa melihat mereka bahagia atas kabar bahagia yang Hazel sampaikan.
"Kamu minum ini dulu sampai sarapan nya selesai ya" ucap Hazel meletakkan segelas teh hangat didepan Rion.
"Mereka terlihat bahagia, ada apa sayang?" tanya Rion melihat wajah sumringah seisi rumah.
"Mereka bahagia karena kita bahagia, aku lanjut masak dulu ya" pamit Hazel dan kembali ke dapur.
Setelah beberapa saat berkutat dengan alat memasak, kini hidangan lezat Hazel pun sudah tertata rapi diatas meja makan.
Terlihat mata berbinar Rion memandang kearah makanan yang dimasak Hazel.
Hazel seperti biasa mengisi piring kosong Rion dengan makanan yang sudah di masaknya.
"Wahhh lezat nih, selamat sarapan no..."
"Ehhh, kamu dilarang makan masakan istri aku mulai sekarang Steve" ucap Rion melarang saat Steve ingin menyendok makanan.
"Loh kenapa tuan? biasanya juga kita makan bareng" ucap Steve kesal.
"Iya itu kan biasanya, tapi mulai sekarang hanya aku yang boleh memakan masakan istriku, itu tu bik Rumi yang masak tu sama koki tu" ucap Rion menunjuk makanan yang bukan masakan Hazel.
"Ga bisa gitu dong tuan, saya kan suka masakan nona Hazel" ucap Steve yang tidak mau kalah.
"Kau ingin bersaing dengan ku Steve? istri ku hanya milikku begitu juga dengan masakan nya" ucap Rion tegas.
"Tapi kan ini makanan tuan, lagian belum tentu tuan bisa menghabiskan nya" kesal Steve.
Hazel geleng kepala melihat perdebatan kedua orang ini yang memperebutkan masakan nya.
"Rion, biarin aja Steve ikut makan" ucap Hazel menengahi.
"Ga bisa gitu sayang, kamu masak kan cuma buat aku jadi dia ga boleh makan" tolak Rion.
"Yakkk nona memasak untuk siapa saja yang ingin memakannya, jangan tamak tuan" kesal Steve.
"Sudah cukup, sayang berbagilah makanan dengan Steve. ini hanya makanan aku kan setiap hari memasak untuk kalian" ucap Hazel.
"Baiklah" jawab Rion yang tidak berani membantah sang istri.
Steve tersenyum menang kearah Rion yang memandang nya dengan sejuta kekesala.
"Aishh bucin" gerutu Steve.
Steve juga bingung kenapa sikap Rion begitu posesif kepada Hazel bahkan melebihi saat dirinya bersama Amena.
Tetapi Steve juga bahagia karena tuan nya sudah melepaskan wanita ular itu dan memilih berlian se berharga Hazel.
.
.
.
__ADS_1
Ayo ayo dukungan untuk author disetor ayo😁