You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.42 NAIF


__ADS_3

Jauh dinegara italia sana, Amena sedang asik menikmati dentuman musik di sebuah club malam.


Seorang pria dengan tubuh kekar berkulit putih pun datang menghampiri Amena yang sedang duduk sendiri.


"Lama tidak bertemu" ucap pria itu


"Hay, apakah kau tidak merindukan aku" ucap Amena yang langsung memeluk pria itu dengan intim nya.


Di sudut yang berbeda, ada seseorang dengan pakaian yang tertutup sedari tadi memandangi kearah Amena.


Sama seperti di bandara, orang ini juga memakai alat komunikasi ditelinga nya dan sebuah handphone dengan camera yang menyala.


"Dia benar benar terlihat menjijikkan, jika kau mengizinkan aku membunuh nya mungkin akan lebih baik" ucap seseorang itu dengan geram nya.


Dia seorang wanita, tubuhnya yang ditutup dengan menggunakan jacket kulit hitam dan wajah yang ditutup dengan masker hutan membuat orang orang berfikir dia seorang pria.


"Jangan seperti itu, pantau saja dulu" ucap dari seberang sana yang terdengar juga suara seorang wanita.


"Apa yang kau tunggu? jika dia mati hidup mu akan jauh lebih baik" ketus wanita misterius ini.


"Ckk diamlah, lanjutkan saja pekerjaan mu aku ingin dia menanggung malu nanti nya" jawab wanita diseberang sana.


"Kau tidak memikirkan konsekuensi nya jika dia masih hidup setelah kau mempermalukan nya" geram wanita misterius ini.


"Lanjutkan saja pekerjaan mu dan jangan membantah ku!" bentak dari seberang sana dan langsung memutuskan panggilan nya.


Wanita misterius ini menghembuskan nafas kasar, dia langsung mengambil beberapa potret Amena yang sedang bermesraan dengan pria asal Italia itu.


Setelah dirasa cukup, wanita misterius itu pun langsung berlalu pergi meninggalkan club malam itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah beberapa hari yang lalu mengunjungi makam Faya, hari ini Hazel ingin berkunjung ke apartemen Mia.


Hazel belum juga mengizinkan Mia untuk datang keresto seperti biasanya karena Hazel ingin Mia istirahat beberapa hari lagi.


Dengan seorang supir, Hazel pun sampai didepan gedung apartemen milik sahabat nya.


"Selamat siang nona" sapa penjaga keamanan didepan gedung itu.


"Siang Pak" balas Hazel dan langsung berlalu masuk.


Sesampainya didepan apartemen Mia, ternyata Mia sudah menunggu kedatangan Hazel diambang pintu.


"Aku senang kau sudah membaik" ucap Hazel memeluk sahabat nya.


Mia menggiring Hazel untuk masuk kedalam apartemen nya dan mereka duduk disofa.


"Ada apa datang?" tanya Mia.


"Tidak ada, aku hanya menunggu satu jam lagi hingga jam makan siang tiba. aku membawakan bekal untuk Rion" jawab Hazel.


"Apa sudah ada perubahan?" tanya Mia.

__ADS_1


"Semuanya jauh lebih baik setelah Amena pergi, aku berharap ini semua akan bertahan selamanya" jawab Hazel.


"Amena itu bukan wanita yang baik, suatu hari nanti Rion akan tahu bagaimana Amena itu sebenarnya" ucap Mia menghibur.


"Oh iya, aku masih memikirkan tentang apa yang kau ceritakan kemarin" ucap Mia sembari memakan cemilan yang dibawa Hazel.


"Aku tidak tahu Mia, sudah sering aku tidur bersama dengan Rion bahkan setiap hari tapi aku tidak pernah melihatnya mengkonsumsi obat itu" ucap Hazel.


Hazel memang menceritakan semuanya kepada Mia karena ingin Mia membantu nya dengan cara bertukar pikiran.


"Apa dia masih sering mengigau?" tanya Mia.


"Sama seperti yang aku ceritakan, dia baik baik saja saat kami bersentuhan lebih dominan ke tangan yang berpegangan sih. kamu tahu, setiap aku bangun pasti posisi Rion jadi memeluk ku" jawab Hazel.


"Ahhh sangat sulit dipecahkan, atau jangan jangan kamu obat dia Zel"


Plakkkk


"Awwww" pekik Mia saat tangan kecil namun pedas milik Hazel itu mendarat di lengan atas nya.


"Kok dipukul sih" gerutu Mia.


"Kamu ni ada ada saja tau ga? mana ada obat berbentuk manusia. udah ah aku mau ke kantor Rion" ucap Hazel menyambar tas nya.


"Ehh tunggu dulu, besok aku boleh mulai kerja lagi ya? aku ga mau makan gaji buta" pinta Mia membuat Hazel tertawa.


"Jika sudah membaik, kamu boleh masuk kerja kembali. aku pergi" panit Hazel setelah menjawab pertanyaan Mia.


Mobil yang ditumpangi Hazel pun langsung melesat pergi meninggalkan pekarangan parkir apartemen setelah dirinya masuk kedalam mobil.


Setelah 20 menit menempuh perjalanan, mobil yang ditumpangi Hazel pun berhenti didepan gedung pencakar langit milik Rion.


Hazel berjalan memasuki perusahaan Rion sembari membawa tas bekal yang berisi makan siang untuk Rion.


"Siang nona Hazel" sapa setiap karyawan yang berselisihan dengan Hazel.


Hazel hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala saja, Hazel terus berjalan menuju lift untuk sampai dilantai paling atas.


Tingggg


Pintu lift terbuka, Hazel berjalan dengan anggun dan elegan menuju ruangan suaminya.


"Hay kak Rika" sapa Hazel pada sekretaris suaminya.


"Hay nona Hazel, wahh beruntung sekali tuan Rion mendapatkan istri perhatian seperti anda" ucap Rika.


"Ah bisa aja, ini untuk kak Rika" ucap Hazel meletakkan sekantung tas bekal dimeja Rika.


"Tidak usah nona, ini sungguh merepotkan anda" tolak Rika yang merasa sungkan.


"Tidak repot, makan lah aku masuk dulu" pamit Hazel.


Rika tersenyum hangat memandang Hazel, istri bos nya itu begitu berhati lembut sangat berbanding terbalik dengan kekasih Rion.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Masuk"


Ceklekkk


"Rion" sapa Hazel menyembul kan kepala nya disela pintu.


"Hay, kamu datang masuklah" ucap Rion langsung berpindah duduk kesofa.


Hazel masuk dan langsung duduk disamping Rion, Hazel meletakkan tas bekal nya dimeja yang ada dihadapan mereka.


"Makan siang untuk suami ku" ucap Hazel sembari menyiapkan makan siang untuk Rion.


Hati Rion menghangat melihat perhatian Hazel kepadanya yang terlihat begitu tulus.


"Mau aku suapin?" tawar Hazel.


Rion mengangguk antusias, Hazel langsung memasukkan makanan kedalam mulut Rion.


"Rating" ucap Hazel.


"1000/10" ucap Rion membuat Hazel terkekeh.


"Rion" panggil Hazel sembari terus menyuapi Rion.


"Hem?"


"Bisakah kita terus seperti ini? tidak ada perdebatan serius atau...."


Rasanya Hazel begitu sulit mengatakan apa isi hatinya pada Rion, Hazel menghela nafas.


"Atau apa?" tanya Rion.


"Tidak apa, lanjut saja makan nya" ucap Hazel tersenyum manis.


Rion mengangguk sekali dan langsung mengambil alih bekal makan nya dan melanjutkan makan nya.


Hazel pun langsung fokus pada ponsel nya yang sedang berbalas pesan dengan pegawai resto nya.


Rion diam diam memandang wajah cantik Hazel, ada rasa Ketercewaan sendiri dihati Rion saat Hazel tidak melanjutkan kata kata nya.


"Apakah gengsi ku terlalu besar? jujur saja aku sangat nyaman didekat mu apa lagi mendapat perhatian sehangat ini dari mu"


"Perhatian yang tidak pernah ku dapatkan dari Amena ataupun wanita lain selain Mama, apakah aku terlalu naif? entahlah Hazel aku tidak mengerti dengan perasaan ku" batin Rion yang terus menatap wajah cantik Hazel.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya biar author tau kalau masih ada yang baca😁

__ADS_1


__ADS_2