You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.53 JANGAN MEMBENCI


__ADS_3

Rion dan Mark pun memutuskan untuk duduk di ruangan terbuka sembari menikmati kopi hangat mereka.


"Apa yang kedua wanita itu bahas?" tanya Mark kepada Rion.


"Sepertinya Hazel meminta Mia mengajarinya cara menjadi orang dewasa" jawab Rion asal.


"Apa maksud mu?" tanya Mark tidak mengerti.


"Ckk, kau tahu aku belum menyentuh adik mu hingga kini kan?"


"Uhuk uhuk uhuk, yang benar saja" gerutu Mark yang tersedak kopinya karena mendengar jawaban Rion.


"Adik mu sangat licik Mark, dia selalu memiliki banyak alasan sehingga aku tidak bisa memaksanya" ucap Rion dengan wajah kesal membuat Mark tertawa.


"Hahahah lucu sekali, kau begitu garang jika di luar sana layaknya singa buas tetapi kau menjadi kucing kecil saat bersama Hazel? hahaha" tawa Mark membuat Rion semakin kesal.


"Tapi ejekan mu itu akan berakhir karena nanti malam aku akan menanam benih dirahim adik mu" ucap Rion angkuh.


"Cihhh apakah dia sudah luluh?" tanya Mark dengan nada mencibir.


"Itu sudah kewajiban nya Mark, dia istriku" jawab Rion.


"Jangan sakiti dia Rion atau kau berurusan dengan ku" ucap Mark dengan nada mengancam.


Rion hanya mengangguk sekali, beberapa saat hanya ada keheningan diantara mereka hingga akhirnya Rion mengingat sesuatu.


"Mark" panggil Rion membuat pandangan Mark beralih padanya.


"Kau pemegang mafia terkuat sekarang bukan?" tanya Rion.


"Jaga ucapan mu sialan! hanya kita yang tahu semua ini, baik Mia ataupun Hazel tidak tahu aku ini siapa" ketus Mark.


"Pintar sekali kau menutupi" geturu Rion.


"Kenapa tiba tiba membahas itu?" tanya Mark.


"Aku penasaran dengan klan mafia yang membunuh mama ku dan orang tua Hazel" celetuk Rion.


Mark mengerutkan kening nya "pembunuh orang tua kalian disatu klan yang sama?" tanya Mark.


"Setelah ku selidiki jawaban nya iya, tetapi aku tidak bisa mengetahui dimana klan itu berada sekarang" ucap Rion.


"Lalu? hubungan nya dengan ku?" tanya Mark.


"Demi Hazel, balaskan kematian orang tua Hazel bukankah karena mereka hidup Hazel menderita?" ucap Rion.

__ADS_1


"Bukan balas dendam karena kematian mama mu?" tanya Mark.


"Sudah ku ikhlaskan, hanya saja aku belum ikhlas saat mengingat susahnya hidup Hazel karena bedebah mafia itu" ucap Rion.


"Apa petunjuk nya?" tanya Mark.


"Tidak ada petunjuk, hanya nama nya saja tetapi beberapa rekan ku mengatakan klan itu sudah berganti nama dan kepemimpinan yang sekarang begitu tertutup" jawab Rion.


"Apa nama klan nya yang kau ketahui?" tanya Mark.


"Glert Black"


Deghhhh


Seketika tubuh Mark menegang setelah mendengar jawaban dari Rion.


"Setelah ku selidiki, pemegang klan sebelumnya yang menghabisi orang tua Hazel tetapi beliau sudah meninggal dan kini digantikan putranya"


"Jika tidak bisa membalas keayah nya paling tidak bisa membalas ke putranya bukan?" ucap Rion.


Rion mengerutkan kening nya saat melihat Mark yang seperti tidak mendengar ucapan nya.


"Mark" panggil Rion membuat Mark terjingkat kaget.


"Hah? iya apa yang kau katakan?" tanya Mark mecoba mengembalikan kesadaran nya.


"Untuk apa mengungkit kepada putranya yang tidak tahu apa apa, ayah nya saja sudah mati" ucap Mark dengan heran.


"Ya paing tidak membalaskan dendam kepada keturunan nya" jawab Rion.


"Bisakah kau mencarinya? beberapa anak buah ku juga sedang mencari" tanya Rion.


"Akan ku usahakan" jawab Mark.


"Terima...."


"Sayang" ucapan Rion terhenti saat suara familiar menyapa nya.


"Kalian sudah selesai?" tanya Rion saat melihat istringa datang bersama Mia.


"Sudah, apa kalian akan langsung kembali?" tanya Mia.


"Tidak terburu buru, aku ingin di sini terlebih dulu" jawab Hazel.


Mereka pun melanjutkan obrolan bersama, hanya Mark yang sedikit berubah dan tidak seceria biasanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dimalam yang cukup dingin di sebuah mansion mewah terletak tidak jauh dari perkotaan.


Seorang pria dengan tubuh gagah sedang duduk diam fa single yang seakan menjadi singgasana nya.


"Bagaimana?" tanya pria itu pada pria lain yang berkacamata dan berwajah tampan.


"Buktinya begitu sedikit tapi benar benar akurat jika mereka mengetahui keberadaan kita tuan" jawab pria tampan berkacamata itu.


"Apa ada yang mengincar kita selain dia?" tanya sang tuan.


"Ada beberapa musuh yang masih mencari keberadaan kita tuan dan menunggu kita keluar dari persembunyian" jawab sang asisten.


"Tutup rapat rapat tentang kasus yang terjadi tahun silam itu Rogi, aku tidak mau mereka mengetahui keberadaan kita" ucap nya pada pria berkacamata yang bernama Rogi itu.


"Tapi kenapa tuan? bukankah mereka masih ada hutang pada klan kita? hutang tetap hutang tuan" ucap Rogi yang tidak setuju dengan keputusan sang tuan.


"Tidak perlu mengungkitnya, aku sudah memiliki seorang gadis yang tepat Rogi aku ingin menikah dan hidup dengan nya tanpa gangguan"


"Anda ingin vacum dari dunia hitam tuan? meninggalkan segala bisnis bawah tanah Anda? dan melepas jabatan sebagai mafia terbesar?" cecar Rogi.


"Aku sudah lelah, aku tidak ingin menjadi seperti ayah. waktunya kita menjalani hidup tanpa gangguan Rogi" ucap pria tampan itu.


"Bukankah sama saja? para musuh akan menjadikan itu cela tuan" sarkas Rogi.


"Kita fikirkan lain waktu, lakukan saja apa yang ku perintahkan" titah nya yang tidak bisa dibantah oleh Rogi.


"Saya permisi tuan" pamit nya dan langsung berlalu pergi meninggalkan sang tuan yang sedang menatap foto seorang wanita cantik yang sedang tersenyum kearah nya.


Pria itu terus memandang foto wanita cantik yang disinari dengan pantulan rembulan malam.


Foto wanita cantik yang seakan tersenyum manis kearah nya.


"Aku tidak menemani mu beranjak dewasa tetapi melihat mu terluka membuat ku sakit, tapi siapa sangka luka mu karena ulah keluarga ku"


"Aku berdoa kau tidak membenci ku setelah mengetahui fakta nya sayang, jangan membenci ku karena tatapan kebencian mu membuat hati ku sangat sakit"


"Jangan membenci ku sayang, bukankah semuanya sudah berlalu begitu lama? aku harap kau mengerti sayang, jangan berikan tatapan kebencian kepada ku karena itu membuat hidup ku dan hati ku begitu terluka" lirih pria itu.


Mata indah nya begitu sendu menatap potret gadis cantik yang tersenyum kearah nya.


"Teruslah berikan senyuman yang seperti ini kepada ku sayang jangan berikan tatapan kebencian, aku mohon" lirih nya hingga meneteskan air mata.


Hatinya begitu terluka karena fakta yang baru didengar nya tentang apa yang dilakukan klan nya dimasa lalu.

__ADS_1


Korban atas keberingasan klan nya adalah orang yang begitu di sayang dan begitu dijaga nya selama ini, hingga akhirnya membuatnya begitu kalang kabut menghadapi kenyataan.


.


__ADS_2