You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.13 KEMBALI KERUMAH


__ADS_3

Hari ini Rion pun memutuskan untuk membawa Hazel kembali kerumah pribadi nya.


Awalnya Eric meminta sepasang pengantin baru itu untuk tinggal satu rumah dengan nya, tetapi Hazel dan Rion menolak.


Rion sebelumnya sudah mengatakan pada Hazel jika tidak ingin tinggal satu rumah dengan papa nya karena ingin kebebasan dengan pacarnya.


Hazel pun hanya bisa menuruti apa kemauan Rion walaupun tahu nantinya akan tersiksa dengan sepasang kekasih itu.


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, mobil yang kedua orang itu tumpangi pun sampai didepan rumah mewah dikawasan elite di pusat kota.


"Kita sampai" ucap Rion yang keluar lebih dulu meninggalkan Hazel.


Hazel berjalan di belakang Rion sembari menjajah sekitar rumah ini dengan pandangan nya.


"Selamat datang nona muda" sapa seorang wanita paruh baya yang menyambut kedatangan mereka.


"Dia kepala pelayanan dirumah ini" ucap Rion dan berlalu meninggalkan Hazel.


"Nama saya bik Rumi, nona" ucap wanita bernama bik Rumi itu memperkenalkan diri.


"Nama saya Hazel bik"


"Selamat datang nona Hazel" ucap bik Rumi tersenyum hangat.


"Terimakasih sambutan nya bik" ucap Hazel mengelus pundak bik Rumi.


" Salam nona muda, selamat datang dan perkenalkan nama saya Steve asisten terpercaya tuan Rion" ucap Steve.


"Kita sudah pernah bertemu bukan?" ucap Hazel memandang Hazel.


"Hehe iya nona, hanya saja waktu itu terlalu singkat"


"Baiklah kak Steve, nama ku Hazel"


"Kakak?" tanya Steve bingung dipanggil demikian oleh Hazel.


"Kamu pasti Seumuran dengan oom itu kan? jadi aku panggil kakak aja deh" ucap Hazel tersenyum kuda.


Bik Rumi dan Steve pun terkekeh mendengar Hazel memanggil suaminya dengan sebutan oom.


"Baiklah terserah anda saja nyonya" jawab Steve mengalah.


"Bik Rumi" panggil Rion


"Iya tuan muda"


"Sudah persiapkan kamar untuk nya?"


"Sudah tuan muda"


"Bagus, oh iya kita tidak tinggal sekamar ya" ucap Rion dan berlalu pergi.


"Nona, saya harap anda bisa mencuri hati tuan Rion agar melupakan gadis itu" ucap Bik Rumi setelah Rion pergi.


"Kenapa semua orang membencinya" batin Hazel yang hanya bisa mengangguk.


"Kalau begitu bik Rumi tolong antar nona muda ya, saya permisi dulu" pamit Steve dan berlalu pergi.


Bik Rumi pun menggiring Hazel menuju lantai dua dimana letak kamar Hazel berada.


"Ini kamar nona muda, mari bibik bantu memasukkan barang barang nona ke dalam lemari" ucap bik Rumi yang membawa koper besar milik Hazel.


"Kamar ini sangat besar dan indah, terimakasih sudah membersihkan nya untuk ku bik" ucap Hazel antusias dan berjalan menuju balkon.

__ADS_1


"Nona Hazel begitu menggemaskan, aku akan menyayanginya seperti putriku sendiri" batin bik Rumi.


"Nona, kamar tuan muda tepat berada disamping nona jika ada yang ingin ditanyakan"


"Baik bik"


"Semuanya sudah selesai, bibik permisi dulu untuk menyiapkan makan siang" pamit bik Rumi dan berlalu pergi.


Drtttt Drttt Drttt


"Halo Mia"


"Apakah sahabat cantik ku sedang sibuk?" tanya Mia dari sambungan telepon membuat Hazel terkekeh.


"Ada apa hem?"


"Setelah menikah, aku berfikir kamu akan mengembangkan restauran kamu sendiri Zel"


"Niatku begitu"


"Lalu?"


"Ingin aku rekrut sebagai meneger nya? tetapi pekerjaan mu dengan pak Leon bagaimana?" tanya Hazel


"Ahh tidak masalah, aku hanya ingin bekerja dengan mu nona muda jacob" goda Mia tertawa.


"Akan ku fikirkan lain kali, aku juga akan mengabarimu jika restauran itu sudah aku pimpin"


"Baiklah sabar cantik ku, aku tutup dulu"


Tuttt


Hazel pun meletakkan kembali poselnya diatas nakas, Hazel membaringkan tubuhnya diatas ranjang king size itu.


"Tidak ada yang berubah, menikah atau pun tidak semuanya masih terlihat sama" gumam Hazel.


Setelah selesai, Hazel pun keluar dengan menggunakan dress diatas lutut yang berwarna putih tulang.


Hazel turun menuju dapur menyambangi para pelayan yang sibuk memasak didapur dan ada juga yang menyiapkan piring.


"Nona muda, ada yang bisa saya bantu?"


"Bik, bisakah Hazel membantu?"


"Maaf nona, lebih baik nona istirahat saja dikamar" tolak bik Rumi


"Tapi aku merasa bosan bik"


"Kalau begitu, berkeliling lah rumah ini agar sedikit menghilangkan rasa bosan karena makanan akan segera selesai" usul bik Rumi.


"Baiklah" jawab Hazel dan berlalu pergi meninggalkan dapur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dikamar mewah yang bertepatan di samping kamar Hazel, Rion baru saja selesai mandi dan sedang menggosok kepala nya menggunakan handuk.


Rion berdiri dibalkon kamar, Rion memandang kesatu titik dimana Hazel sedang duduk di bangku taman.


Terlihat Hazel yang sedang membaca buku dengan wajah yang sangat fokus, tentu saja itu terlihat sangat menggemaskan.


"Nona muda" sapa Steve entah datang dari mana.


"Hay kak Steve" jawab Hazel lalu mereka pun berbincang sesaat.

__ADS_1


Rion yang melihatnya dari atas pun mengernyitkan dahi nya saat mendengar Hazel memanggil Steve dengan sebutan kakak.


"Apa apan ini, dia memanggil Steve kakak sedangkan aku om? ckk bocah nakal" gerutu Rion dan berlalu keluar kamar.


Rion berjalan menuruni tangga sembari memandang kearah ponsel nya, hingga hampir saja dia tergelincir.


"Ponsel ku!"


Happp


Dengan sigap Hazel yang berada dibawah tangga pun menangkap ponsel Rion hingga tidak sempat terjatuh.


"Lain kali kalau jalan mata nya kejalan kali jangan ke HP" ucap Hazel memberikan ponsel itu pada Rion dan berlalu pergi.


"Cih"


"Bukannya terimakasih" gerutu Steve menatap kesal kearah Rion


"Perduli ku?"


"Jika tidak ditangkap nona muda mungkin ponsel mu akan hancur berkeping-keping"


"Aku kaya, bisa membeli sekalian toko nya kenapa harus risau" angkuh Rion


"Buktinya tadi panik" cibir Steve.


"Hanya terkejut" jawab Rion dan berlalu pergi meninggalkan Steve.


Kini mereka sudah berkumpul di meja makan, Hazel dengan telaten melayani Rion.


Seperti mengambil kan nasi serta lauk untuk Rion dan menuangkan segelas air putih untuk suaminya.


"Tidak perlu melakukan ini semua Hazel" ucap Rion yang sedari tadi memperhatikan


"Tidak apa, biarkan aku mengabdi selayaknya istri selama kontrak itu belum berakhir" jawab Hazel tersenyum.


"Tuan Rion benar benar gila, aku menolak membuatkan surat kontrak itu tetapi dia malah membuat nya sendiri" batin Steve.


"Oh iya, bolehkah aku yang memasak mulai besok?" tanya Hazel


"Kenapa? ada koki dirumah ini"


"Aku hanya ingin, boleh ya agar aku tidak terlalu bosan dirumah ini"


"Terserah pada mu, lagian jika bosan pergi lah jalan jalan keluar" usul Rion


"Aku akan meminta izin mu lebih dulu jika ada keperluan untuk keluar nanti" jawab Hazel


"Kenapa harus seizin ku?" tanya Rion mengerutkan kening nya.


"Aku tahu pernikahan kita hanya sebatas pernikahan diatas kertas, tetapi aku menghormati mu sebagai kepala rumah tangga dirumah ini"


"Apa pun yang akan aku lakukan harus mendapatkan izin dari mu" jawab Hazel menjelaskan


"Jika aku tidak mengizinkan?" tanya Rion


"Maka tidak akan aku lakukan" jawab Hazel melanjutkan makan nya.


"Aku tidak yakin gadis ini mampu menuruti semua apa yang aku perbolehkan dan tidak aku perbolehkan" batin Rion.


"Semoga saja Rion tidak mempersulit hidup Hazel" batin Steve yang sesekali memandang wajah cantik nona muda nya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Hazel istri idaman ya wkwk😁


Jangan lupa dukungan untuk author yakk hihi.


__ADS_2