
Makan malam pun tiba, kini Lukman, Leon dan Hazel sudah berada di meja makan untuk melakukan makan malam bersama.
Hazel memasak cukup banyak macam makanan karena bos nya datang bertamu kerumah nya.
"Masakan kamu sangat enak Zel" puji Leon setelah memasukkan satu sendok makanan kedalam mulutnya.
"Ahh.. pak Leon bisa saja" ucap Hazel tersipu
"Hazel memang sangat pandai memasak, calon istri idaman" goda Lukman membuat wajah Hazel semakin memerah.
Setelah selesai makan malam, Hazel pun membereskan meja makan dan menyimpan makanan sisa.
"Biar aku bantu" tawar Leon memegang piring kotor
"Tidak usah pak, bapak didepan aja sama om Lukman" tolak Hazel yang merasa sungkan.
"Tuan Lukman mengizinkan, jadi tidak ada salahnya kan" ucap Leon dan berlalu ke wastafel untuk membantu mencuci piring.
Hazel menghela nafas karena sudah tahu watak bos nya yang sedikit pemaksa ini dan tidak mau ada kata penolakan.
Hazel dan Leon pun mulai mencuci piring bersama yang sesekali diselingi dengan candaan dari keduanya.
Setelah selesai mencuci piring Hazel dan Leon pun berjalan kembali menuju ruang tamu dimana Lukman berada.
"Hallo tuan Leon" sapa Lia yang ternyata sudah pulang bersama Liza.
"Salam nyonya" jawab Leon menjabat tangan Lia.
"Kalau begitu saya pamit pulang ya, hari sudah mulai larut dan terimakasih atas jamuan nya tuan Lukman"
"Sama sama tuan Leon, berkunjung lah kapan pun Anda mau kami akan mempersiapkan segalanya dengan baik" jawab Lukman.
Leon pun berpamitan pulang dengan diantar oleh Hazel sampai depan pintu rumah itu.
"Terimakasih ya makan malam nya, masakan kamu sangat luar biasa" ucap Leon mengacak gemas pucuk rambut Hazel
Hazel tersenyum senang "sama sama pak" jawab Hazel
Leon pun masuk kedalam mobilnya dan melesat pergi meninggalkan pekarangan rumah Lukman.
"Eh babu" ketus Liza yang tiba tiba sudah berada dibelakang Hazel.
"Ada apa Za?" tanya Hazel menatap sepupunya.
"Jangan deket deket sama pak Leon ya, aku akan minta ke mami untuk menjodohkan aku dengan pak Leon nanti" ucap Liza dan berlalu pergi.
"Kan aku karyawan nya, kenapa ga boleh dekat sama bos?" gumam Hazel dan mengangkat bahu nya acuh, lalu berlalu masuk kedalam rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah ruang kerja yang sangat luas, Rion sedang memandang poto Hazel yang didapat dari asisten nya.
"Sudah semua Steve?" tanya Rion pada asisten nya.
Steve adalah pria tampan bermata hitam pekat, dengan tinggi yang sama dengan Rion dan tubuh yang tegap.
__ADS_1
Jika bersama Rion dan Steve terlihat seperti kakak beradik. selain menjadi asisten Rion, Steve juga menjadi sahabat baik Rion.
Steve dulu hanyalah seorang anak remaja pinggiran yang mencari makan di tempat yang tidak layak.
Hingga suatu hari Rion kecil datang dan meminta pada Eric untuk membawa Steve bersama mereka.
"Sudah berapa kali kau menanyakan nya Rion? dia benar benar putri kandung tuan Lorens" jawab Steve yang mulai kesal.
Rion memang memerintahkan Steve untuk mencari tahu latar belakang hidup Hazel, karena tekad nya untuk membatalkan perjodohan ini.
Rion juga meminta Steve untuk mencari tabiat buruk tentang Hazel tetapi semua nihil.
Gadis cantik dan sopan itu tidak pernah dicap buruk oleh orang sekitarnya, yang ada berbanding terbalik karena orang orang selalu memuji paras nya dan juga sikap ramah nya.
"Lagian Terima aja kali, apa sih yang kau harapkan dari Amena? aku lihat Hazel juga lebih baik dari segalanya" gerutu Steve yang juga tidak menyukai Amena.
"Aku mencintainya Steve" jawab Rion tanpa beban
"Ingin sekali aku mencakar mu" gerutu Steve menatap Rion dengan kesal.
"Lalu apa?" tanya Steve yang mulai lelah
"Cari saja kesalahannya barang sekecil pun"
"Tidak ada tuan muda Barion Jacob, lagian suka banget cari kesalahan orang" jawab Steve kesal.
"Aku tidak ingin menikah dengan nya bodoh" ketus Rion.
"Ya jadi aku harus bagaimana? memantau rumah nya selama 24 jam?"
"Jangan gila ya Rion, pekerjaan ku bukan untuk menyelidiki seseorang seperti ini" tolak Steve.
"Ya jadi gimana dong? aku ga mau nikah sama dia" keluh Rion
"Bodo ah, udah malam aku mau tidur"
Brakkkkk
Steve keluar dengan membanting pintu ruang kerja Rion karena merasa kesal dengan pria itu.
"Aku bos mu Woyyyy!" teriak Rion yang tidak diperdulikan Steve.
"Hazel Matya Lorens, apakah sebaik itu? dia terlihat menyebalkan saat memanggil ku dengan sebutan om" gerutu Rion yang tambah kesal.
Drttttt Drttttt Drttttt
Ponsel Rion bergetar didalam sakunya, Rion mengambilnya dan terlihat nama kekasihnya yang ada disana.
"Hay sayang" sapa Rion setelah mengangkat panggilan itu.
"Aku rindu kamu sayang" jawab Amena dari seberang sana.
"Benarkah?"
"Heem, bisakah kita bertemu?" tanya Amena dengan suara yang dibuat mendes'h.
__ADS_1
"Baiklah sayang, aku akan datang ke apartemen mu" jawab Rion dan menutup panggilan nya.
Rion menyambar jaket kulit hitam nya dan juga kunci mobilnya, Rion berlalu keluar ruangan nya menuju bagasi mobil.
Rion menaiki mobil Roll Royce berwarna hitam nya menuju apartemen kekasihnya yang memakan waktu 15 menit dari rumah nya.
Akhirnya Rion pun sampai didepan gedung apartemen elite yang terletak di pusat kota.
Rion langsung masuk kedalam lift dan menuju lantai 13 dimana apartemen Amena berada.
Tinggggg
Lift pun terbuka, Rion langsung keluar dan berjalan mendekati apartemen Amena.
Ting Nong
Rion memencet bel, tidak lama kemudian pintu pun terbuka dan memperlihatkan Amena yang memakai lingerie berwarna hitam.
Lingerie itu menunjukkan lekuk tubuh Amena, kulit putih mulus nya pun terpampang jelas disana.
Rion langsung masuk dan menutup pintu itu, Amena menarik merah jaket Rion dan langsung ******* bibir Rion.
Rion pun membalasnya, tangan kekar Rion menelusuri setiap lekuk tubuh indah Amena.
Des*h*n pun keluar dari bibir ranum Amena, Rion mengangkat tubuh Amena dan membawanya kedalam kamar.
"Apakah bisa sekarang?" tanya Rion setelah membaringkan tubuh Amena diatas ranjang king size itu.
"Aku yang memimpin?" tawar Amena hendak membalikkan agar dirinya diatas tetapi ditahan oleh Rion.
"No no, biarkan aku yang memimpin" ucap Rion menahan tangan Amena diatas kepalanya.
"Ahhhh cepat sedikit sayang" de**h Amena yang mendapatkan cum*a* dari Rion.
Kini kedua orang itu sudah tidak memakai apa pun dan tanpa sehelai benang pun ditubuh keduanya.
Lingerie yang dipakai Amena juga sudah terlempar ke sembarang tempat karena kebringasan Rion diatas ranjang.
Dengan penuh kegair*han Rion memasukkan miliknya kedalam milik Amena membuat des*h*n pun semakin kuat dari bibir Amena.
Rion terus menghu*am tubuh Amena, mereka memang sering melakukan ini baik itu kemauan Rion ataupun Amena sendiri.
Setelah pelepasan yang berkali kalo terjadi akhirnya Rion pun membaringkan tubuh yang disamping Amena.
Rion mengecup kening Amena dengan sayang, Amena memeluk tubuh kekar Rion yang berada disamping nya.
"Kau selalu memuaskan sayang"
Cuppppp
.
.
.
__ADS_1
Cieee dibayangin😭🤣