You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.33 WAJAH MENGGEMASKAN


__ADS_3

Di malam yang cukup dingin, Hazel sedang berdiri didepan teras rumah sembari memeluk dirinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam tetapi wanita itu belum juga tidur ataupun berada didalam kamar nya.


"Nona Hazel" panggil bik Rumi yang berjalan menyambangi Hazel.


"Loh, bik Rumi belum tidur?" tanya Hazel.


"Seharusnya saya yang bertanya pada anda non, kenapa nona masih berdiri di sini? udara nya begitu dingin malam ini ayolah masuk" ajak bik Rumi.


"Rion belum pulang bik, tadi Hazel tanya pada kak Steve mereka akan pulang malam ini tetapi kenapa tidak sampai juga" jawab Hazel sembari memandang kearah gerbang.


"Marilah tunggu didalam non, anda bisa sakit jika terus berada diluar" ajak bik Rumi yang merasa kasihan pada Hazel.


"Baiklah" jawab Hazel dan berjalan memasuki rumah bersama bik Rumi.


Setelah beberapa saat menunggu didalam rumah, Hazel pun mendengar suara mobil suaminya yang berhenti didepan rumah.


Dengan cepat Hazel membukakan pintu dan terkejut melihat Steve yang pulang sembari membantu Rion berjalan yang seperti orang mabuk.


"Rion, kamu kenapa?" tanya Hazel khawatir.


Hazel mengernyitkan dahi nya saat mencium bau alkohol dari mulut ataupun pakaian yang Rion kenakan.


"Maaf nona, tuan mabuk" ucap Steve.


"Kalau begitu ayo bawa masuk kekamar" ucap Hazel membantu Steve membawa Rion yang sudah sempoyongan.


Hazel dan Steve pun membawa Rion ke lantai atas dimana kamar Rion berada.


Sesampainya dikamar Rion, Steve meletakkan tubuh Rion diatas ranjang king size milik Rion itu.


"Terimakasih ya kak Steve, kembalilah kekamar mu dan istirahat aku yang akan mengurusi Rion" ucap Hazel.


"Terimakasih non" ucap Steve dan berlalu pergi meninggalkan Hazel.


Hazel memandangi wajah tampan suaminya, Hazel kesal melihat Rion yang pulang dengan keadaan mabuk mabukan seperti ini.


"Kenapa aku mempunyai suami yang begitu menyebalkan seperti mu" gerutu Hazel yang duduk di tepi ranjang.


Hazel membuka jas Rion dengan perlahan, rasanya Hazel mual sekali menghirup bau alkohol yang begitu menyengat.


Hazel juga membuka kemeja Rion, seketika tangan Hazel berhenti saat ingin membuka celana Rion.


"Yang benar saja? ahh sudahlah, aku akan mengganti baju nya saja" gumam Hazel mengurungkan niatnya yang ingin mengganti celana Rion juga.


Hazel membuka sepatu Rion dan diletakkan kembali ke tempatnya, Hazel berlalu kekamar mandi untuk mengambil air dan juga handuk kecil untuk menyeka tubuh Rion.


Hazel dengan telaten menyeka tubuh Rion agar tidak tercium bau alkohol lagi ditubuh nya.


Rion sendiri sudah tertidur karena kadar alkohol yang cukup tinggi diminum nya saat dibar tadi.


Hazel memakaikan sebuah kaos ketubuh Rion agar tidak kedinginan di malam ini.


Setelah selesai Hazel hendak kembali kekamar nya tetapi urung saat tangan nya ditahan oleh Rion.


"Kamu bangun Rion?" tanya Hazel yang mendekati Rion dan duduk disamping pria itu.

__ADS_1


Terlihat Rion yang masih nyaman dialam bawah sadar nya, sedikit demi sedikit cekalan tangan Rion pun terlepas.


"Dia mengigau? aishh yang benar saja" gerutu Hazel dan langsung berdiri.


"Eghhh, jangan jangan dekati aku jangan sakiti mama ku" lirih Rion masih dalam keadaan mata tertutup.


"Hey Rion, Rion ada apa?" tanya Hazel menepuk pipi Rion pelan.


Hazel bisa melihat peluh yang mengucur deras didahi Rion dan kening nya pun berkerut.


Hazel menggenggam tangan Rion yang terasa dingin dan bergetar, ini untuk beberapa kalinya Hazel melihat Rion yang tidur dalam kepada tidak tenang.


"Kamu kenapa Rion? ada apa sebenarnya? apa ada bayangan masa lalu yang begitu sakit hingga membekas dihati mu?" celoteh Hazel memandangi wajah tampan suaminya.


Hazel menyeka peluh Rion dengan tangan sebelahnya yang masih menggenggam tangan Rion.


Perlahan Rion pun tenang dan mulai tertidur secara normal kembali bahkan kerutan di dahi nya juga sudah menghilang.


"Tidurlah, aku akan menemani mu" bisik Hazel yang tanpa Hazel sadari membuat senyum tipis terbit dibibir Rion.


Hingga akhirnya Hazel pun tertidur disamping Rion dengan tangan mereka yang masih bertautan satu sama lain.


Matahari pun mulai menyingsing, cahaya nya mulai memasuki kedalam kamar Rion dari sela sela kain gorden.


Hazel mulai mengerjapkan matanya dan menggeliat dibawah selimut, Hazel membuka mata dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan suaminya.


Hazel melihat tangan nya yang masih digenggam oleh Rion, bahkan tidak berubah sejak tadi malam.


"Sudah jam berapa ini?" gumam Hazel mengucek matanya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 6:30 pagi.


Setelah selesai, Hazel pun berlalu kekamar nya untuk mandi dan melanjutkan memasak untuk sarapan.


Setelah beberapa saat, Rion pun mulai menggeliat dan membuka matanya dan langsung mencari ponselnya.


"Ehhh pusing sekali" gerutu Rion memegangi kepalanya yang terasa berputar.


"Aku merasa tidur ku nyaman malam ini" gumam Rion dan mencoba untuk bangkit dari tidur nya.


Ceklekkk


"Kamu sudah bangun?" tanya Hazel dan berjalan mendekati Rion dengan membawa segelas minuman.


Rion mendudukkan dirinya ditepi ranjang dan mengalihkan pandangan nya kearah wajah cantik Hazel.


"Nih minum, minuman ini bisa menghilangkan kadar alkoholnya" ucap Hazel memberikan segelas minuman hangat itu pada Rion.


"Pasti tidak enak" ucap Rion yang hendak menolak.


"Lebih tidak enak lagi jika gelas ini melayang dan mengenai kepalamu" ucap Hazel tersenyum manis.


Rion bergidik mendengar ucapan Hazel, kenapa wanita ini tiba tiba berubah menjadi kasar.


"Aku ti...."


"Jangan menolak dan minum ini, ayo aku bantu" ucap Hazel dan membantu Rion meminum air itu.


"Kau tahu aku sangat marah pada mu Rion" gerutu Hazel.

__ADS_1


"Uwekkkk pait sekali, aku i..."


"Tahan jangan dimuntahkan lagi" ucap Hazel menutup mulut Rion dengan telapak tangan nya.


"Telan Rion telan" desak Hazel yang mau tidak mau harus Rion turuti.


"Nah, gitu kan bagus" ucap Hazel bertepuk tangan.


"Kau menyiksa ku" gerutu Rion.


"Eh tunggu, siapa yang menggantikan pakaian ku?" tanya Rion.


"Aku hanya menggantikan baju mu saja, lihat celana mu tidak berubah" jawab Hazel.


"Kenapa tidak sekalian saja?" tanya Rion.


"Yang benar saja aku membuka celana mu disaat kau tidak sadarkan diri, aku seperti ingin memperkosa mu" jawab Hazel membuat tawa Rion meledak.


"Kenapa tertawa?" tanya Hazel dengan wajah polosnya.


"Hazel, kita sudah menikah kenapa jawaban mu seperti itu hahaha" tawa Rion.


"Yakk Rion! kita tidak pernah melakukan itu jadi aku takut" cicit Hazel.


"Melakukan apa?" goda Rion sembari menaik turunkan alisnya.


"Melakukan i..itu lah" jawab Hazel gugup.


"Melakukan apa Hazel?" tanya Rion lagi.


"Ulangi sekali lagi makan gelas itu akan melayang ke wajah tampan mu" ancam Hazel membuat Rion tertawa.


"Apakah seperti itu wajah marah mu?" tanya Rion sembari menyeka air matanya karena tertawa.


"Aku marah lo Rion" ketus Hazel sembari berkacak pinggang.


Tawa Rion semakin meledak melihat wajah menggemaskan itu yang terus mencoba untuk menjadi menyeramkan.


"Tidak tidak, ini terlalu imut untuk menunjukkan wajah menyeramkan" kekeh Rion mencubit pelan pipi Hazel.


"Ahhh sudahlah, ayo cepat mandi dan kita akan sarapan" ucap Hazel menarik tangan Rion menuju kamar mandi.


"Kita mandi bersama?"


"Tidak"


"Kau memandikan aku?"


"Jangan main main Rion!" teriak Hazel membuat tawa Rion semakin keras.


.


.


.


Jangan lupa like dan comment nya sebagai uang parkir😉

__ADS_1


__ADS_2