You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.52 AKUR SEHARI


__ADS_3

Siang hari yang cerah, Hazel sedang duduk dibangku teman seorang diri dengan sembari membaca buku novel nya.


Seorang pelayan datang menyambangi sang nona yang masih asik dengan buku nya.


"Permisi nona, tuan memanggil anda di ruang tamu" ucap seorang pelayan wanita.


"Ingin apa lagi dia" gumam Hazel berdiri dari duduk nya dan berlalu kedalam rumah.


Hazel berjalan menuju ruang tamu yang diyakini suaminya berada disana.


"Sayang, kemarilah" panggil Rion saat melihat kehadiran istrinya.


Hazel mendekati suaminya dengan wajah bingung saat melihat beberapa staf butik ternama, Hazel tahu dari seragam yang mereka pakai.


"Ada apa sayang?" tanya Hazel bingung.


"Aku ingin menagih janji mu" jawab Rion sembari menaik turunkan alis nya.


"Janji ap...." seketika Hazel terbelalak saat mengingat nama brand yang diundang suaminya datang ke rumah.


"Benar sekali, kamu menolak honeymoon bersama ku jadi kita lakukan saja dirum.... ummhhhh" ucapan Rion terhenti saat tangan Hazel menutupnya rapat.


"Hehe, apakah kalian sudah membawa pesanan suami saya?" tanya Hazel dengan masih menutup mulut Rion.


"Sudah nona, tuan ingin anda memilihnya dengan dibantu oleh kami" ucap staf itu mewakili beberapa teman nya yang lain.


"Tidak usah dipilih saya percaya dengan pilihan suami saya, kalian boleh kembali" ucap Hazel dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat.


"Kalau begitu kami permisi tuan, nona" pamit para staf itu dan berlalu pergi.


"Sayang aku tidak bisa bernafas" keluh Rion setelah Hazel melepaskan bekapan nya.


"Aishhh kau ini memalukan sekali" gerutu Hazel.


"Apa nya yang malu? kita tidak melakukannya didepan mereka sayan" ucap Rion membuat Hazel menepuk jidatnya.


"Ahhh sudahlah" pasrah Hazel dan berlalu pergi meninggalkan Rion yang terkekeh dengan wajah kesal istrinya.


"Mesum sekali" gerutu Steve yang sedari tadi juga ada disana.


"Kau akan tahu setelah menikah Steve" ucap Rion memandang asisten nya itu.


"Kau belum menyentuhnya padahal usia pernikahan kalian hampir setengah tahun" ucap Steve.


"Aku akan memperbaiki segalanya, tenang saja" ucap Rion bangga.


"Dimulai dengan hal yang seperti ini?" tanya Steve dan Rion pun mengangguk.


"Ini yang dinantikan pasangan suami istri Steve, kau catat itu" ucap Rion dan berlalu pergi.


"Aku tahu tapi tidak se mesum dirimu" gerutu Steve hingga geleng kepala melihat kelakuan Rion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mia sedang berada di ruangan nya, kabar baik yang diberikan Hazel atas rumah tangga nya membuat Mia bernafas lega.


Seakan beban terangkat dari pundak nya, Mia menjalani hari harinya dengan baik setelah permasalahan Hazel selesai.


"Selamat siang sayang" sapa Mark yang tiba tiba datang keruangan Mia yang berada di lantai dua restauran Hazel.


Mark sudah mengungkapkan isi hatinya yang diterima dengan baik oleh Mia sehingga mereka menjalani hubungan sepasang kekasih.

__ADS_1


"Kamu sudah datang? sudah makan siang? mau aku masakin?" tawar Mia.


"Aku sudah masak ini, sesekali aku yang masakin buat kamu dong" jawab Mark membuat Hazel terkekeh.


"Adik mu sudah bahagia Mark" ucap Mia sembari menyiapkan makanan untuk mereka.


"Apakah ingin cepat menyusul? ingin menikmati hari hari seperti Hazel bersama Rion?" tawar Mark membuat Mia terbelalak.


"Jangan terlalu cepat" jawab Mia menunduk malu.


"Apa nya yang cepat? umur mu dua tahun diatas Hazel, sudah cukup matang untuk menikah" ucap Mark mencubit gemas pipi kekasih nya.


"Aku masih ingin fokus pada restauran Hazel, Mark" ucap Mia.


"Aku tidak melarang mu untuk tetap mengelola ini jika suda menikah sayang, paling tidak kita sudah membinah apa yang selama ini tertunda" ucap Mark.


"Ayo kita makan dulu" ajak Mia.


Mereka pun makan bersama dengan suasana yang hangat bahkan diselingi dengan candaan dari keduanya.


Drttt


Drttt


Drttt


"Halo Zel" ucap Mia setelah panggilan dari Hazel terhubung.


"Apakah kalian dia resto? aku sedang perjalanan kesana bersama Rion" ucap Hazel dari seberang sana.


"Kau ingin kemari bersama Rion? datanglah, aku sedang bersama Mark" jawab Mia.


"Baiklah, aku tidak akan lama lagi" ucap Hazel dan menutup panggilan itu.


"Heem, bersama suminya" jawab Mia.


"Kenapa harus bersama suaminya sih, aku pasti tidak boleh berdekatan dengan Hazel nanti" gerutu Mark membuat Mia terkekeh.


"Rion memang sangat posesif kepada Hazel, tapi itu semua dilakukan karena Rion mencintai Hazel sayang" ucap Mia.


Mia tahu Mark begitu menyayangi Hazel layaknya seorang adik kandung dan Mark sendiri masih sering ingin berdekatan seperti perangko saat ada Hazel.


Tetapi itu semua tidak terjadi jika ada Rion yang sangat posesif kepada istrinya, membuat Mark pun mengalah dengan keadaan.


"Sudah makan nya? ayo kita turun untuk menyambut mereka" ajak Mia setelah membersihkan tempat bekal yang dibawa Mark.


Mark dan Mia pun sudah berdiri didepan restauran untuk menyambut sepasang suami istri itu.


Restauran memang terlihat selalu ramai, tetapi dengan banyak nya karyawan Hazel tidak membuat pekerjaan terbengkalai.


Sebuah mobil mewah berwarna hitam memasuki pekarangan restauran.


Dengan senyum mengembang Mia menyambut kedatangan sahabat nya itu.


"Hazel!"


"Mia!" pekik keduanya girang dan langsung memeluk satu sama lain.


"Aku merindukan mu" ucap Hazel memeluk sayang sahabat nya.


"Aku juga merindukan mu sahabat kecil ku" jawab Mia membuat Hazel terkekeh.

__ADS_1


"Kak Mark? kau di sini juga?" tanya Hazel setelah mengurai pelukan nya bersama Mia.


"Aku merindukan mu adik ku say......"


"Apa hah? sudah tua Mark, tu calon istri aja yang dipeluk" ucap Rion menahan tubuh Mark yang ingin memeluk istrinya.


Hazel dan Mia hanya bisa geleng kepala melihatnya, mereka memang sering berdebat baik itu saat Hazel berkunjung atau pun Mia yang berkunjung.


"Hanya memeluk nya sebentar, jangan terlalu mengekang nya aku kakak ipar mu" ketus Mark.


"Sayang, sudahlah" ucap Hazel menengahi.


"Hanya sebentar" ucap Rion dan Hazel pun mengangguk.


Dengan girang Mark langsung memeluk tubuh mungil adik kesayangan nya itu.


"Ehhh sudah sudah, dibilangin jangan lama lama" gerutu Rion langsung memeluk pinggang Hazel dengan posesif.


Mia terkekeh melihat tingkah mereka yang seperti berebut mainan.


"Sudah, sahabat ku bukan mainan lebih baik kalian menghabiskan waktu bersama karena aku dan Hazel ingin mengobrol empat mata" ucap Mia langsung membawa Hazel pergi.


"Loh sayang! kami ngapain?" tanya Rion.


"Terserah, main bole kek disana" jawab Hazel meninggalkan Rion dan Mark yang sangat jarang akur.


"Marilah akur untuk satu hari ini" ucap Mark dan disetujui Rion.


Mia dan Hazel tertawa melihat mereka dari kejauhan yang mau tidak mau harus menghabiskan waktu bersama.


Kini kedua wanita itu sudah berada di ruangan milik Hazel yang berada di lantai paling atas.


"Kenapa tidak sedari tadi datang kemari?" tanya Mia.


"Kau tahu? Rion mengundang staf brand lingerie datang kerumah" ucap Hazel.


"Apa? hahaha kau harus menepati janji mu pada nya Hazel, haha lucu sekali" tawa Mia membuat Hazel tertunduk malu.


"Tapi aku takut" lirih Hazel.


"Dia tidak akan memakan mu, hanya saja happpp" ucap Mia menggoda Hazel.


"Aishhh yang benar saja, apakah aku harus memakai lingerie itu nanti malam?" tanya Hazel.


"Harus dong, dia sudah memberikan nya pada mu tampil seksi didepan nya itu harus" ucap Mia.


"Aishhh memalukan sekali" gumam Hazel menutup wajah nya dengan telapak tangan nya.


"Haha kau ini ada ada saja, kalian itu hanya tertunda Hazel jika semua baik dari awal bisa ku pastikan sekarang ini kau sudah mengandung" ucap Mia.


"Benar juga, rasanya seru jika aku sudah mengandung" kekeh Hazel yang membayangkan perut buncit nya.


"Aku akan membantu mu mengurus anak mu nanti" ucap Mia dengan antusias.


Percakapan kedua wanita itu pun terus berlanjut seputar percakapan orang dewasa, bahkan Mia yang tidak pernah melakukan hubungan suami istri pun harus mengajari Hazel dengan apa yang diketahui nya.


.


.


.

__ADS_1


Comment dan like nya jangan lupa😗


__ADS_2