
Brakkkk
Hazel terjingkat kaget karena Rion membuka pintu kamar nya dengan keras hingga menimbulkan suara yang begitu nyaring.
"Rion? ada apa?" tanya Hazel.
"Jangan pernah bertemu dengan mereka lagi, baik itu Mark ataupun Leon" ucap Rion dengan gigi yang bergemelatuk.
"Tapi apa alasan nya Rion, beri ak..."
"Jangan melawan ku!" bentak Rion membuat Hazel terkejut dan langsung terdiam.
"Ingat Hazel, rumah tangga kita masih berjalan selama 2 bulan lebih. setahu kemudian baru kau akan bebas maka sebab itu selama kau berada disisi ku patuhilah perintah ku" ucap Rion.
"Paham!" bentak Rion.
Hazel hanya mengangguk dengan air mata yang sudah mengalir deras dipipi nya yang putih itu.
Brakkkk
Hazel hanya bisa terdiam setelah Rion pergi dengan membanting pintu kamar nya hingga lagi lagi menimbulkan suara yang begitu nyaring.
"Hiks hiks, apa salah ku" lirih Hazel terduduk di lantai kamar sembari memeluk lututnya.
Drttt
Drttt
Drttt
Ponsel Hazel berdering, melihat kemarahan Rion yang sepertinya tidak main main membuat Hazel tidak berani mendekati ponsel nya.
Ponsel terus berdering barang sedikit pun Hazel tidak mau mendekati ponselnya yang berada diatas nakas.
Hingga malam hari pun tiba, Rion turun ke lantai dasar dan langsung menuju meja makan untuk melakukan makan malam.
Rion melihat kursi yang biasa diduduki Hazel masih kosong, mungkin Hazel marah pada nya karena dibentak tanpa alasan.
Rion pun acuh saja, ada atau tidak adanya Hazel sama saja baginya sehingga Rion tidak menganggap penting itu semua.
"Mulai makan" ucap Rion setelah Steve duduk dikursinya.
Steve melihat kursi Hazel yang masih kosong, Steve melihat kearah dapur dan tidak ada Hazel disana.
"Dimana nona Hazel, bik?" tanya Steve pada bik Rumi.
"Sepertinya berada di kamar nya Steve" jawab bik Rumi.
Rion acuh saja pada Steve dan bik Rumi yang bertanya tanya tentang Hazel, Rion mulai memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Siapa yang memasak ini?" tanya Rion mengeluarkan kembali makanan nya.
__ADS_1
"Koki tuan" jawab bik Rumi.
"Kenapa makanan nya tidak seperti biasanya? kalian ini bisa bekerja atau tidak?!" bentak Rion.
"Maaf tuan, biasa yang memasak nona Hazel tetapi nona tidak turun sedari siang tadi" jawab bik Rumi.
Rion terdiam mendengar jawaban bik Rumi, apakah sampai begitu hingga Hazel tidak keluar dari kamarnya.
"Salah mu tuan Rion" ketus Steve dan berlalu begitu saja tanpa melanjutkan makan nya.
Steve tahu bagaimana marah nya Rion pada Hazel tadi siang, bahkan Steve tahu bagaimana takutnya Hazel saat melihat Rion marah.
"Apa dia ada makan?" tanya Rion.
"Tidak ada tuan, nona Hazel tidak ada makan hanya sarapan tadi pagi saja bersama anda" jawab bik Rumi.
Rion berdecak kesal dan pergi berlalu menaiki anak tangga menuju kamar Hazel yang terletak di samping kamar nya.
Tok Tok Tok
"Hazel" panggil Rion.
Ceklekkk
Pintu pun terbuka, Rion melihat mata sembab Hazel yang terus menundukkan kepalanya.
Rion menghela nafas, Rion hendak memegang tangan Hazel tetapi Hazel mengelak dan mundur beberapa langkah dari hadapan Rion.
"Ayo bicara didalam" ajak Rion dan Hazel pun hanya mengangguk.
"Kamu marah?" tanya Rion dan Hazel pun menggeleng.
"Lalu?" tanya Rion lagi tetapi Hazel tidak menjawab.
Rion menghela nafas "aku menakuti mu?" tanya Rion dan Hazel pun mengangguk.
"Mau memaafkan aku? aku hanya terlalu emosi tadi" ucap Rion mencoba untuk mendekati Hazel.
"Hazel, pandang aku" ucap Rion mengangkat wajah Hazel menggunakan jarinya.
Entah mengapa hati Rion berdenyut melihat mata indah itu memerah karena terlalu banyak menangis.
"Maafkan aku?" ucap Rion mengusap air mata Hazel.
"Jangan membentak ku lagi hiks" lirih Hazel dan kembali meneteskan air mata.
"Maafkan aku" hanya itu yang bisa dikatakan Rion.
Rion pun memeluk tubuh mungil Hazel agar wanita ini lebih tenang dan menghentikan tangisan nya.
"Aku berjanji tidak akan membentak mu lagi, tapi berjanji lah untuk menjadi istri yang penurut oke?" ucap Rion mengecup kening Hazel.
__ADS_1
"Maafkan aku" lirih Hazel dalam pelukan Rion.
"Hatinya begitu lembut, disaat kesalahan tidak mengarah padanya pun dia dengan rela mengucapkan kata maaf" batin Rion sembari mengelus lembut surai Hazel.
"Sudah memaafkan aku?" tanya Rion mengurai pelukan nya.
Hazel pun hanya mengangguk, Rion tersenyum tipis sembari mengusap air mata Hazel dengan ibu jarinya.
"Apa aku menyakiti mu tadi?" tanya Rion.
"Aku hanya terkejut dan merasa takut" jawab Hazel.
"Maaf ya, ingatkan aku lain kali jika aku tidak bisa mengontrol emosi" ucap Rion dan langsung menarik Hazel masuk kedalam pelukan nya.
Hari pun sudah cukup larut, sepasang suami istri yang tadinya bertengkar hebat kini terbaring diranjang yang sama.
Setelah membujuk Hazel dan melakukan makan malam bersama, Rion membawa Hazel kembali ke kamar nya.
Terlihat Rion yang sudah tertidur sembari memeluk Hazel, sedangkan Hazel masih membuka matanya sembari memandang wajah tampan suaminya.
"Kau tadi begitu menakutkan Rion, tetapi kau berhasil membujuk ku dan menurunkan ego mu untuk meminta maaf pada ku" batin Hazel mengusap lembut wajah tampan Rion.
Hazel pun dengan perlahan melepaskan pelukan Rion dari pinggang nya, Hazel berbuat untuk mengambil ponsel nya karena belum bisa tertidur.
Hazel menghentikan aktivitas nya saat melihat lagi lagi Rion tidak tenang dalam tidur nya.
Peluh mengucur deras didahi Rion saat Hazel melepaskan tautan tangan nya dengan tangan Rion.
Hazel kembali menggenggam tangan Rion dan dengan perlahan kerutan didahi Rion pun menghilang.
Hazel pun memutuskan untuk kembali tidur saja karena tidak ingin Rion terbangun ditengah malam seperti ini.
Hingga matahari pun mulai menyingsing, terlihat Rion mulai membuka matanya.
Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah wajah cantik istrinya yang terpampang jelas didepan nya.
Rion tersenyum tipis melihat Hazel masih tertidur pulas didalam pelukan nya, Hazel sedikit terganggu karena sinar matahari yang mengenai wajah nya.
Rion menarik pelan pinggang Hazel dan kembali memeluk wanita itu, Rion menyembunyikan wajah Hazel didada bidang nya.
"Memang selalu nyaman berada di dekat mu, seandainya kau bisa membuatku jatuh cinta pada mu mungkin aku akan membuat kau wanita yang paling bahagia didunia ini"
Cuppp
"Maaf membuat mu takut dengan kemarahan ku semalam, bodoh nya aku yang melampiaskan kemarahan ku kepada wanita sebaik dan sepolos dirimu, maafkan aku Hazel maaf" gumam Rion terus memandangi wajah cantik Hazel.
Entah mengapa suasana seperti ini yang membuat Rion sangat malas untuk beranjak dari ranjang.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukungan nya 🥰