You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.58 POSESIF


__ADS_3

Dikediaman Rion, Mark dan Mia sudah 30 menit lamanya menunggu kepulangan sang pemilik rumah.


Mia dan Mark datang hanya untuk memberikan undangan, dan tentu saja ingin bertemu dengan wanita cantik istri sang CEO.


"Kok lama ya? bik, Hazel baik baik saja kan?" tanya Mia.


Mia dan Mark sudah tahu bahwa Hazel serba suaminya pergi kerumah sakit.


Tetapi mereka tidak tahu, bahwa yang bermasalah pagi tadi adalah Rion bukan Hazel.


"Nona Hazel baik baik saja non Mia, bahkan tetap memasak seperti biasa pagi tadi" jawab bik Rumi yang menemani tamu tuan nya.


Walaupun sudah dijawab bik Rumi, rasanya Mia belum bisa tenang sebelum melihat langsung keadaan sahabat nya.


"Tenanglah sayang, Hazel baik baik saja semalam bersama mu kan" ucap Mark yang tahu kekhawatiran calon istrinya.


"Aku tidak bisa tenang sebelum melihat nya langsung" jawab Mia dengan cemas.


Setelah beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil milik Rion yang berhenti didepan teras rumah.


Mia langsung berlari menghampiri sahabat nya dengan wajah yang sangat cemas.


"Kamu kenapa Hazel? kenapa kerumah sakit? apa ada yang sakit? katakan kepadaku!" cecar Mia sembari menyelidik setiap inci tubuh Hazel.


"Aku baik baik saja Mia, ada kabar baik untuk kalian" ucap Hazel.


"Hallo cantik" sapa Mark yang muncul dibelakang tubuh bik Rumi.


Rion yang melihat kehadiran Mark, langsung memeluk pinggang wanita itu dengan posesif.


"Cih, posesif" gerutu Mark.


"Kau akan merasakan nya setelah menikah, apa lagi setelah tahu ada penerus mu di rahim istrimu" ketus Rion.


"Iya aku ta.... apa kata mu tadi?" tanya Mark tidak mengerti.


"Aku hamil kak" jawab Hazel mengelus perut ratanya.


"Apa?!" terkejut Mia, Mark serta bik Rumi.


"Puji Tuhan!" pekik bik Rumi dan langsung memeluk tubuh Hazel.


"Selamat nona, syukurlah kalian sudah diberi titipan oleh Tuhan. bibik akan menjaga kalian" ucap bik Rumi sampai meneteskan air mata.


Hazel membalas pelukan bik Rumi, Hazel terharu karena kabar kehamilan nya disambut suka cita oleh setiap orang yang mendengar nya.


"Kau serius? ada dia didalam sana?" tanya Mia dengan antusias.


Hazel mengangguk semangat, Mia langsung menghambur kepelukan Hazel sangking bahagia nya.


"Kebahagiaan ku berlipat ganda Zel, pernikahan dan kabar kehamilan mu. jaga lah dia dengan baik dan jaga juga dirimu dengan baik" ucap Mia.


"Kalian sangat perhatian" terharu Hazel.


"Selamat adik ku sayang" ucap Mark hendak memeluk Hazel tetapi ditahan oleh Rion.

__ADS_1


"Ucapan selamat sudah cukup menurut ku" ketus Rion.


"Minggir lah sialan, mengalah lah untuk hari ini" balas Mark tak kalah ketus, Mark juga menepis tangan Rion dan memeluk Hazel.


Hazel terkekeh melihat mereka yang tidak berubah, Hazel membalas pelukan Mark dan langsung melerai nya karena tahu Rion pasti cemburu.


"Bagaimana jika kita mengadakan pesta?" usul Steve.


"Tidak perlu repot, pesta pernikahan kami akan menjadi satu dengan pesta kehamilan Hazel" ucap Mark.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari pernikahan Mia dan Mark pun tiba, Altar yang dihias sedemikian indah dengan nuansa putih dan pink.


Membuat seisi altar menjadi mewah dan megah, sepanjang jalan menuju tempat pemberkatan diiringi dengan lilin lilin kecil.


Hiasan pernak pernik dan bunga bunga indah ada dimana mana, semua orang bersorak bahagia atas pernikahan sepasang kekasih itu.


Mia berjalan menuju Mark dengan digandeng oleh paman nya.


Hazel yang duduk bersama suaminya dibagian paling depan, meneteskan air mata haru bahagia.


"Kau cantik sekali sayang" puji Mark membuat wajah Mia bersemu merah.


Keduanya pun saling mengucapkan janji suci, dengan ditutup first kiss.


Hazel tersenyum bahagia yang dibarengi dengan air mata, kini sahabat nya itu sudah menjadi istri dari pria yang dianggap kakak nya sendiri.


Rion memeluk bahu istrinya, Rion tidak melarang Hazel menangis karena Hazel menangis bahagia.


"Kau sudah menikah, tetaplah meluangkan waktu bermain dengan ku" lirih Hazel dengan suara isakan.


"Aku hanya menikah Hazel, tidak pergi dari hidup mu" ucap Mia mengelus punggung sahabat nya.


Hazel melerai pelukan nya, Mia tersenyum dan langsung menghapus air mata Hazel dengan tisu yang digenggam nya.


"Jangan menangis, dia akan sedih jika mommy nya sedih" ucap Mia mengelus perut Hazel yang masih rata.


"Sayang aku lapar" ucap Hazel kepada Rion.


"Ayo kita makan" ucap Rion tersenyum gemas melihat istrinya.


Rion pun membawa Hazel turun dari pelaminan, dan bergantian dengan tamu lain yang ingin memberi ucapan selamat pada pengantin baru itu.


"Kamu duduk disini ya, aku ambilkan makanan" ucap Rion setelah mendudukkan Hazel dikursi.


Hazel pun mengangguk, Rion langsung berlalu pergi untuk mengambilkan makanan istrinya.


"Hazel" panggil suara maskulin dan Hazel pun langsung mendongak, yang tadinya fokus pada ponsel.


"Kak Leon" ucap Hazel tersenyum manis.


Leon pun duduk di kursi yang ada di samping Hazel.


"Kemana suami mu?" tanya Leon saat tidak melihat Rion di sisi Hazel.

__ADS_1


"Sedang mengambil makanan, aku lapar kak" jawab Hazel.


"Oh iya, kakak tidak membawa pasangan ke pernikahan kak Mark?" tanya Hazel.


"Aku masih ingin fokus bekerja cantik" jawab Leon.


"Jangan terlalu fokus pada pekerjaan mu, carilah wanita" ucap Hazel.


"Iya bawel, bagaimana kabar keponakan ku?" tanya Leon yang ingin mengelus perut Hazel.


Seketika tangan Leon pun hanya mengambang didepan prut Hazel, saat ada sebuah tangan kekar yang menahan nya.


"Perut istriku bukan mainan tuan Leon, jangan sembarangan sentuh" ketus Rion menghempaskan tangan Leon.


"Cemburuan sekali" gerutu Leon.


"Adik dan kakak sama saja" ketus Rion.


"Ini makanan mu sayang" ucap Rion dengan lembut dan meletakkan sepiring makanan didepan Hazel.


Hazel pun langsung menyantap nya dengan lahap, karena kehamilan nya membuat Hazel sering merasa lapar.


Itu dikarenakan dia tidak merasa mual, Rion lah yang cukup tersiksa karena kehamilan istrinya.


"Kalau begitu, kakak pamit ya ingin menemui tamu yang lain" ucap Leon dan berlalu pergi.


Rasanya kepada Hazel tidak akan pernah hilang sampai kapan pun, hanya saja Leon menarik diri agar tidak terus mengejar Hazel.


Apa lagi setelah tahu Rion sudah berubah, bisa Leon pastikan kini hidup Hazel terjamin aman dan bahagia.


Dari kejauhan Leon memandang Hazel yang diperlakukan begitu lembut oleh Rion.


Terlihat sangat manis dan harmonis, terkadang Leon juga masih sering membayangkan jika seandainya dirinya lah yang ada diposisi Rion.


"Bapak masih menyukai Hazel?" celetuk Siska, sekretaris Leon.


Leon pun langsung menoleh kearah Siska yang pandangan nya juga tertuju pada Hazel.


"Tidak, hanya sering mengingatnya saja" jawab Leon.


"Hazel sudah bahagia pak"


"Saya tahu" jawab Leon.


"Lalu?" tanya Siska


"Lalu apanya?" tanya Leon balik karena tidak mengerti dengan pertanyaan Siska.


"Kapan pengganti Hazel muncul dihidup bapak?" tanya Siska.


"Selesaikan S2 mu terlebih dulu" jawab Leon dan langsung berlalu pergi.


"O.... apa pak? maksud bapak apa?" tanya Siska tetapi Leon berlalu pergi begitu saja.


__ADS_1


__ADS_2