
{WARNING! 21+}
Dimalam yang cukup dingin seakan mendukung suasana malam yang membuat Rion bersemangat.
Berbanding terbalik dengan Hazel yang begitu risau akan malam pertama nya yang sudah tertunda berbulan bulan lamanya.
Hazel sudah 30 menit lamanya berada dikamar mandi untuk memilih lingerie mana yang akan dikenakannya.
"Apa aku harus memilih diantara pakaian terkutuk ini? aishhhh aku malu sekali" gerutu Hazel merutuki suami nya yang sangat mesum.
Tok Tok Tok
"Kamu sudah siap sayang? sudah memilihnya? atau mau aku bantu memakaikan nya?" teriak Rion dari balik pintu.
"I...iya sebentar lagi aku selesai, duduk lah dulu sebentar" teriak Hazel menyahuti suami nya.
Dengan bibir yang terus mengumpat Hazel mulai memoles wajah nya dengan make up tipis.
"Jangan mengumpati ku sayang" teriak Rion membuat Hazel melongo.
"Aku mengumpati nya dalam hati, apakah dia seorang dukun sehingga bisa membaca isi hati orang? dasar mesum" gerutu Hazel.
Hazel akhirnya pun menjatuhkan pilihan nya pada lingerie berwarna marun, ya memang terlihat seksi tapi paling tidak lebih baik dari pada yang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rion mulai tidak sabar karena menunggu istrinya yang tak kunjung keluar kamar mandi.
"Sabar!!!" teriak Hazel membuat Rion terjingkat kaget.
"Paling tidak dia wanita satu satunya yang berani membentak ku" gumam Rion dan kembali ke kamar nya.
Rion merebahkan dirinya yang hanya berbalut Batrobhe berwarna putih.
Rion menyandarkan kepalanya dikepala ranjang sembari menunggu istri cantik nya itu selesai.
Ceklekkkkk
Pintu kamar mandi pun terbuka, Hazel berjalan mendekati suami nya dengan kepala yang terus tertunduk.
Rion melongo melihat penampilan seksi istrinya yang sangat menggairahkan.
"Wowww beautifull" ucap Rion berdecak kagum akan keindahan istrinya.
"Apakah kamu akan terus berdiri disana sayang? atau meminta ku untuk menggendong mu keranjang?" tanya Rion.
Hazel begitu malu dengan pakaian nya yang sangat terbuka bahkan hanya menutupi tempat sensitif nya saja.
Rion turun dari ranjang dan berjalan mendekati istrinya yang terus tertunduk.
__ADS_1
Rion merengkuh pinggang ramping Hazel dan mengecup bibir wanita itu.
"Apakah bisa kita mulai sekarang?" tanya Rion menengadahkan wajah cantik istrinya.
"Aku malu" cicit Hazel dan langsung menyembunyikan wajah nya didada bidang Rion.
Rion terkekeh melihat istri nya yang begitu polos dan tidak tersentuh ini.
Rion mengangkat tubuh Hazel dan meletakkan nya diatas ranjang dengan perlahan.
Rion menindih tubuh Hazel, Hazel terus memandang wajah tampan suami nya.
Rion mendekatkan wajah nya wajah Hazel dan lanjut melu mat bibir ranum istrinya itu.
Semakin dalam membuat Hazel kesulitan bernafas, Rion memberikan sedikit hanya sedikit jeda untuk Hazel bernafas dan melanjutkan lagi aksinya.
Tidak cukup sampai disitu, tangan Rion pun mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh indah Hazel.
Hingga akhirnya tangan Rion berada di buah kenyal yang membuat desa han Hazel lolos begitu saja tanpa permisi, Melihat istrinya yang mulai menikmati permainan nya Rion pun langsung melepaskan satu persatu kain tipis yang menutupi tubuh istrinya dan menyisakan kain segitiga yang menutupi area sensitif milik Hazel.
Sedangkan Batrobhe yang tadinya dipakai Rion sudah terlempar ke sembarang tempat dan menyisakan kain yang menutupi senjata nya, Rion dengan antusias merem mas buah kenyal milik Hazel yang ukurannya cukup besar.
"Ahhh..."
Mendengar desa han indah yang keluar dari bibir Hazel membuat semangat Rion semakin terbakar, Rion memberikan kecupan bahkan gigitan kecil di leher jenjang Hazel hingga meninggalkan bercak yang sangat terlihat di kulit putih Hazel.
Rion terus menikmati tubuh istrinya, turun dan terus turun hingga wajah Rion berhenti didepan area sensitif milik istrinya yang pastinya sudah basah itu.
Rion pun kembali keatas dan bertatap dengan istrinya, tangan Rion dengan perlahan membuka kain tipis terakhir yang melekat ditubuh Hazel hingga akhirnya wanita itu sekarang sudah tidak tertutup barang sehelai pun.
Rion langsung menyambar bibir ranum Hazel karena sudah menjadi candunya saat ini, tangan Rion mulai bergerak liar di area sensitif Hazel membuat desa han nikmat terus keluar dari bibir Hazel.
"Boleh aku mengecup nya?" tanya Rion membuat Hazel mendelik.
"Hah?" terkejut Hazel.
Tanpa menunggu jawaban dari Hazel, Rion langsung turun hingga kedepan area sensitif Hazel. Rion mulai meluncurkan aksinya dengan menerobos gua kenikmatan itu dengan lidah nya membuat tubuh Hazel bergelimpunga.
"Ahhh.. Rion" des ah Hazel saat Rion terus mencum bunya.
Seketika cairan hangat pun keluar dari area sensitif Hazel, Rion tersenyum tipis karena berhasil membuat istrinya puas akan permainan nya.
Rion melepas sehelai kain yang tersisa ditubuh nya hingga memperlihatkan senjata nya yang sudah menegak dan bersiap masuk kedalam sangkarnya, Hazel yang melihat itu pun langsung memalingkan wajah nya antara malu dan takut, takut akan rasa sakit nya dan malu karena kini mereka tidak menggunakan barang sehelai kain pun.
"Boleh kita mulai sekarang?" tanya Rion setelah menindih tubuh Hazel.
Melihat Hazel tidak bergeming, Rion paham istrinya ini pasti takut karena ini pertama kali baginya.
"Sayang" panggil Rion dan menarik wajah Hazel agar menghadap ke wajah nya.
__ADS_1
"Katakan jika sakit, aku akan melakukan nya dengan perlahan oke?" ucap Rion mengecup kening Hazel.
Hazel pun mengangguk, menolak juga tidak mungkin saat melihat tatapan suami nya yang dipenuhi kabut gairah membuat Hazel tidak tega untuk menolak nya.
Dengan perlahan Rion menuntun milik nya menuju goa kenikmatan Hazel, sedikit demi sedikit dan dengan perlahan Rion memasukkan nya.
Setitik air mata Hazel turun saat merasakan benda keras dan tumpul itu memaksa masuk kedalam milik nya, Rion yang melihat itu pun menjadi tidak tega.
Melihat wajah Rion yang sendu, Hazel pun langsung mengecup pipi Rion.
"Aku tidak apa, lanjutkan saja" ucap Hazel tersenyum manis.
Rion pun tersenyum dan melanjutkan aktifitas nya, demi menyamarkan rasa sakit Hazel. Rion memberika kecupan di setiap titik sensitif Hazel agar wanita ini teralihkan dari rasa sakit nya.
"Shhtttt" desis Hazel saat Rion terus menekan milik nya agar masik sempurna.
"Aahhhh" des ah Hazel sembari mencakar punggung Rion karena rasa sakit dan perih yang bercampur saat milik Rion masuk sempurna kedalam milik nya.
Rion tidak langsung melanjutkan karena ingin memberi jeda pada Hazel, air mata Hazel pun luruh karena rasa sakit dan perih yang ada di area sensitif nya.
"Maaf jika aku menyakiti mu" bisik Rion dengan suara berat nya.
Hazel menggeleng "lanjutkan sayang" ucap Hazel.
Sudah bisa Rion pastikan setelah ini punggung nya akan ada bekas cakaran kuku tajam Hazel, tetapi itu tidak menjadi permasalahan bagi Rion karena Rion sadar bagaimana Hazel menahan sakit saat dirinya terus menekan masuk.
Rion pun mulai menggerakkan miliknya dengan ritme yang perlahan karena Hazel masih terus berusaha untuk menahan rasa sakit nya.
"Ahhh Rion" des ah Hazel saat antara rasa sakit dan nikmat itu bercampur menjadi satu.
"Ahhh kau begitu sempurna sayang" racau Rion saat menikmati tubuh istrinya yang begitu luar biasa.
Rion semakin mempercepat irama gerakan nya saat merasakan lava nya akan keluar, Hazel yang merasakan hal yang sama pun terus mengimbangi suami nya.
Hingga akhirnya...
"Ahhhh"
Rion pun langsung ambruk diatas tubuh Hazel, benih milik Rion pun berhasil tertanam ditempat yang semestinya.
Rion pun membaringkan tubuh nya disamping Hazel setelah milik nya terlepas sendiri, Rion menarik Hazel kedalam pelukan nya.
Terdengar deru nafas dari keduanya yang masih memburu, peluh mereka juga bercucuran karena pertempuran malam ini.
"Terimakasih sudah menjaga nya untuk ku sayang, cepatlah hadir mommy dan daddy menunggu kehadiran kalian" bisik Rion mengelus perut rata Hazel.
Hazel tersenyum, kebahagiaan apa lagi yang diharapkan Hazel jika mimpinya saja sudah terwujud dalam membina rumah tangga bahagia bersama Rion.
"Maaf menyakiti mu sayang, dan terimkasih karena sudah mempertahankan kesucian mu untuk ku" ucap Rion mengecup pipi Hazel.
__ADS_1
"Sama sama, jadilah ayah yang baik untuk mereka kelak" ucap Hazel yang berhasil membuat senyum indah Rion merekah diwajah tampan nya.
°