You'Re My Husband

You'Re My Husband
Bab.61 PUTRA KU


__ADS_3

Di malam yang sudah larut , tepatnya di ruang kerja milik Rion yang hanya dihuni oleh sang empunya dan sang asisten.


Tentu saja Hazel sudah tidur, percakapan mereka kali ini cukup serius sehingga Rion harus menidurkan Hazel terlebih dahulu.


"Jadi tuan mencurigai Mark? Mark adalah anak dari mafia itu?" tanya Steve.


Melihat sikap Mark yang menghindari Hazel, membuat kecurigaan Rion pun muncul.


Sikap Mark benar benar berubah setelah Rion memintanya untuk membantu mencari pembunuh orang tua Hazel dan ibu Rion sendiri.


"Aku hanya curiga tidak menuduh" jawab Rion.


"Kemungkinan besar nya iya tuan, kita tahu siapa itu Mark bukan?" ucap Steve.


"Itu seb....."


"Sayanggg!"


"Astaga"


Brukkkk


Steve pun terjatuh, yang tadinya terduduk diatas meja kini berubah dilantai karena teriakan Hazel yang begitu nyaring.


"Awsss sakit nya" rintih Steve.


Rion menahan tawanya melihat Steve yang terkejut hingga terjungkal karena teriakan istrinya.


"Sayanggg!" teriak Hazel sekali lagi.


"Cepat dijawab tuan, rusak gendang telinga ku ini" gerutu Steve membangkitkan tubuh nya.


"Kita lanjutkan besok haha" kelakar Rion dan keluar dari ruang kerja nya.


"Ada apa sayang?" tanya Rion dan mendapati istrinya berdiri diambang pintu kamar mereka.


"Sendal kamu mana? dingin lo" ucap Rion langsung mengambil sendal Hazel dan memintanya untuk memakainya.


"Sayang" rengek Hazel.


"Ada apa hem? maaf ya aku meninggalkan mu, tadi ada sedikit pekerjaan dengan Steve" ucap Rion mengusap lembut surai Hazel.


"Aku lapar" ucap Hazel.


"Ingin makan apa sayang?" tanya Rion.


"Aku ingin sate" jawab Hazel.


"Dituruti, S...."


"Sutttt, ayo kita yang keluar sayang. aku ingin makan di luar" pinta Hazel.


"Keluar? jam berapa ini sayang? liat ini sudah jam 11" ucap Rion.

__ADS_1


"Anak kamu lo yang minta ini" ketus Hazel.


"Iya sayang, tapi ini sudah malam. biarkan Steve yang membeli" tolak Rion.


"Aku ga mau, aku mau makan di luar, jika kamu tidak ingin aku pergi sendiri" ketus Hazel dan berjalan menuju tangga.


"Eh sayang!" teriak Rion tetapi tidak diindahkan oleh Hazel.


Rion berdecak kesal, Rion langsung masuk kedalam kamar untuk mengambil jacket untuk dirinya dan sang istri.


"Kak Steve!" teriak Hazel saat melihat Steve menuruni tangga.


Steve mengusap telinga nya yang terasa sakit karena teriakan nona muda nya.


"Iya nona, ada ap... Ehhh mau kemana nona?" terkejut Steve saat tangan nya ditarik begitu saja oleh Hazel.


"Aku ingin makan sate" jawab Hazel dan terus melanjutkan langkah nya.


"Biar saya beli saja non, nona tunggu di...."


"Tidak! aku ingin makan di tempat, ayo cepat" paksa Hazel dan mau tidak mau harus Steve turuti.


Rion langsung masuk kedalam mobil setelah mengejar langkah istrinya.


"Pakai jacket dulu, udara malam sangat dingin sayang" ucap Rion sembari memakaikan jacket ketubuh istrinya.


Steve terus menelusuri jalanan yang sudah cukup sepi, hanya untuk mencari pedagang sate yang diinginkan nona mudanya.


"Sabar ya sayang, cepat sedikit Steve" titah Rion dan langsung dituruti oleh Steve.


Karena bosan menunggu, Hazel pun memutuskan untuk bermain ponsel sembari bersaudara pada bahu gagah suaminya.


Dengan mata yang jeli Steve menelisik setiap penujuru jalan.


"Itu tuan" ucap Steve yang langsung berhenti tepat didepan gerobak tukang sate.


"Pinggir jalan?" tanya Rion.


"Aelah, restauran mana yang buka jam segini. dari pada anak nya ngences mau?" tanya Steve membuat bos nya bergidik.


Rion berdecak kesal, semenjak mengetahui bahwa Hazel hamil. Rion memang sangat menjaga asupan makan Hazel.


"Sayang, itu tukang sate nya ayo turun" ajak Rion tetapi tidak ada jawaban.


Rion melihat wajah cantik istrinya yang sudah kembali tertidur lelap dibahu nya.


"Dia sudah tidur, belikan saja takut terbangun lagi dan memaksa keluar" titah Rion dan Steve pun langsung membeli nya.


Rion merebahkan kepala Hazel keatas paha nya, dan menaikan kaki istrinya agar tidur dengan nyaman.


Pasalnya mereka cukup berjalan jauh dari rumah, bahkan memakan waktu sekitar 15 menit.


"Kita pulang tuan?" tanya Steve dan Rion pun mengangguk.

__ADS_1


Steve langsung melesatkan mobil nya pergi meninggalkan jalanan dan kembali menuju kediaman mereka.


Tanpa disadari, ada seorang pria yang sedari tadi duduk dibangku yang ada didekat gerobak sate itu sedang memperhatikan mereka.


Senyum indah terukir diwajah tampan nya yang tertutup oleh masker hitam.


Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Steve pun sampai dikediaman mewah Rion.


Rion langsung menggendong ala bridal istrinya dan membawanya kembali kekamar.


"Kalian dari mana? jangan bawa nona bepergian malam hari, dia sedang hamil tau" ucap bik Rumi.


Ternyata bik Rumi sedari tadi mencari keberadaan Hazel, setahu bik Rumi, Rion meninggalkan Hazel dikamar sendiri karena ada pekerjaan dengan Steve.


Bik Rumi yang selalu khawatir dan sangat menyayangi Hazel, sering bolak balik mengecek Hazel saat tidak bersama suaminya.


"Lah ini, dia minta sate dan langsung nyeret aku keluar untuk mencarinya. ternyata sampai disana dia tertidur" jawab Steve memberikan sebungkus sate itu pada bik Rumi.


"Nona jahil sekali" kekeh bik Rumi.


"Kita hanya berharap anak nya tidak se merepotkan dirinya bik"


Plakkkk


Steve pun mendapat pukulan di bagian lengan nya dari bik Rumi, karena kata kata nya yang menjelekkan sang nona muda.


"Bibik ini" gerutu Steve.


"Jangan kacau putriku Steve, kejar saja cinta nya Rika" ucap bik Rumi menggoda Steve.


"Dih, siapa yang cinta sama tuh nenek lampir? mana cerewet banget lagi bik" gerutu Steve.


"Jangan begitu, entar berujung cin...ta.." goda bik Mina dengan tawa menggelagar.


"Bibik menyebalkan, aku mau tidur saja" kesal Steve dan meninggalkan bik Rumi sendiri.


"Steve Steve, kalian suda tumbuh dewasa nak. kau dulu sangat kecil saat pertama kali datang kerumah tuan besar dan menjadi sahabat tuan Rion"


"Waktu terus berjalan, tanpa terasa kalian sudah bukan putra kecil milik bibik lagi. berbahagialah selalu kalian, bibik menyayangi kalian semua".


Bik Rumi sangat menyayangi Rion dan juga Steve, mendiang mama Rion yang begitu baik terhadap bik Rumi pun membuat bik Rumi begitu menyayangi keluarga ini.


Sempat menentang Rion karena perlakuan nya terhadap Hazel, tetapi itu semua dilakukan bik Rumi dengan sangat sulit karena selama ini dia menyayangi Rion dengan penuh kelembutan.


Kasih sayang seorang ibu yang putus setelah kematian sang ibu, telah digantikan langsung oleh bik Rumi. peran bik Rumi begitu berharga bagi hidup Rion dan Steve.


Steve sendiri, yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu pun mendapatkan penuh cinta dari bik Rumi dan pelayan seangkatan bik Rumi lainnya.


"Kalian semua anak ku" lirih bik Rumi yang merasa haru karena mampu membesarkan 2 putra dirumah ini.


Walaupun Steve adalah anak dari asisten terpercaya Eric, Steve tetap diperlakukan sama halnya dengan Rion bahkan tidak ada perbedaan sedikit pun dari keduanya.


__ADS_1


__ADS_2