(Bukan) Pernikahan Impian

(Bukan) Pernikahan Impian
Reka Ulang


__ADS_3

Bulan dan Langit berjalan menuju lift apartemen sambil bergandengan tangan. Untung saja pagi itu lift sepi, hanya ada mereka berdua yang menggunakannya. Bulan memencet lantai unit apartemen Sonya.


Ting!


Lift terbuka, dan mereka berdua segera masuk ke dalam unit tersebut.


Setelah menutup dan tak lupa mengunci apartemen itu. Langit hanya mengikuti Bulan, lalu ia memeluk pinggang Bulan tepat setelah pintu terkunci.


"Kamu mau hal favorit yang lain dari unit ini?" Tanya Bulan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Langit menyeringai sambil menganggukkan kepalanya.


Bulan membuka lemari di sudut ruangan.


"Taraaaaa....!"


Sebuah mini bar dengan wine terbaik ada di sana.


"Sonya benar benar kelas! Dan kamu benar benar teman yang pintar!" Puji Langit sambil memencet hidung Bulan.


"Iya dong! Jika tidak pintar, bukan Bulan mamanya!" Sahut Bulan asal.


Keduanya tertawa bersama sama.


Bulan membuka lemari di sampingnya, yang berisi aneka camilan. Bulan mengambil sebungkus camilan Doritoz, dan membawanya ke sofa, tak lupa menyambar sebotol wine yang ada pada mini bar.


Bulan melempar bungkus camilan pada Langit, dengan tangkas, ditangkap dengan mudah, lalu dibuka bungkusnya.


Bulan menghempaskan tubuhnya pada sofa, di samping Langit. Ia membuka botol wine, lalu langsung meneguknya dari botol.

__ADS_1


"Kamu mau?" Bulan menyodorkan pada Langit.


Langit mengambil dari tangan Bulan, dan meneguknya.


"Jadi, hal apa lagi yang menjadi favoritmu di sini?" Tanya Langit sambil mengambil sepotong cemilan dari bungkusnya.


Bulan menatap Langit.


"Apakah kamu mau merekonstruksi ulang kejadian malam itu bersamaku?" Tanya Bulan dengan suara menggoda, terlebih dengan kerlingan mata penuh arti.


Sejenak Langit hanya terdiam dan menelan ludahnya sendiri. Ia terpana dengan paras Bulan yang terlihat cantik pagi menjelang siang itu.


Langit meletakkan makanan di meja sofa. Bulan juga meletakkan botol di meja.


Keduanya saling bertatapan.


"Ayo kita lakukan!" Ucap Langit, yang langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Bulan dengan lembut.


Langit menyusuri tangan Bulan dengan jarinya, lalu ciuman ya turun ke leher, yang menyebabkan Bulan mengeluarkan suara menggoda Langit untuk terus melakukan yang lebih dan lebih.


Langit terus melancarkan aksi nakalnya, yang membuat mereka semakin panas dan bergairah satu sama lain.


Langit mencium leher, pundak, dan dada Bulan.


Sofa yang sempit membuat mereka tidak leluasa bergerak, sehingga mereka bergerak menuju ke kamar, dengan posisi masih saling bertautan satu sama lain.


Insting dan naluri yang membimbing Langit untuk membuat Bulan menjerit manja dan meminta lagi dan lagi.


Pakaian Bulan dan Langit telah bertebaran di lantai kamar. Mereka saling bertempur dengan sengit dengan mempraktekkan berbagai gaya yang pernah mereka tonton.

__ADS_1


"Bulan... Oh, astaga! Sempit sekalian.. oh....!"


"La-ngit... Oh.. enak sekali!"


Begitulah gambaran Bulan dan Langit saat mereka saling memadu kasih untuk pertama kalinya sejak mereka menikah secara resmi.


*


*


Menjelang sore, Sonya menenteng dengan malas tas kopernya menuju unitnya.


Cuaca panas dan perjalanan panjang di dalam pesawat membuat Sonya merasa lelah, sangat lelah.


Satu hal yang sangat ingin dilakukannya adalah menuju ke dalam kamarnya dan menghempaskan tubuh di kasur yang empuk miliknya di dalam kamar.


Sonya membuka pintu unitnya dengan kunci miliknya yang selalu dibawa saat ia pergi ke luar negeri.


Sonya menatap unitnya yang terlihat sangat berantakan sekali. Piring dan gelas di atas meja, plastik cemilan dan botol wine kosong juga tergeletak di sana.


"Aduh, Bulan! Gimana tuh anak, Awas ya dia kalau ketemu, aku suruh bersih bersih rumah! Huh!" Gerutu Sonya saat melihat rumah yang berantakan.


Sonya buru buru ke kamarnya dan ingin membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Sonya perlahan masuk ke kamarnya. Dan..


"Aaaaaaaaa!" Teriak Sonya mengejutkan semua yang mendengarnya. Tas jinjingnya langsung terlepas dari tangan dan jatuh ke lantai.


Langit dan Bulan tersentak dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan di kamarku, Hah?!!" Teriak Sonya saat menyaksikan Langit dan Bulan di atas tempat tidurnya.


__ADS_2