Akhir Sebuah Perselingkuhan

Akhir Sebuah Perselingkuhan
ASP-12


__ADS_3

Dion tidak mungkin meninggalkan perusahaan terlalu lama, sedangkan dia harus segera menemukan cara agar bisa mendapatkan Wina kembali. Dion hanya punya waktu 1 minggu disini dan akan dia manfaatkan sebaik mungkin.


Pagi buta dia sudah memesan masakan dari chef hotel untuk dibawanya ke rumah Wina. Sebelum memasak, Wina dikejutkan dengan suara ketukan pintu, siapa yang bertamu pagi buta begini, begitu pikirnya. Dengan malas ia pun membukakan pintu. Begitu pintu terbuka muncul sebuah wajah dengan senyum tanpa dosa menyapanya,


"Selamat pagi sayang, hari ini kamu tidak perlu memasak, aku sudah bawakan masakan kesukaanmu, sekarang kamu mandi dulu, habis gitu kita sarapan bareng," ucap Dion sambil menggiring Wina masuk ke dalam kamarnya.


Dion pun langsung menata sarapan yang ia bawa ke meja. Wina yang terkejut dengan tingkah Dion, akhirnya pasrah saja, dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Barulah nanti dia akan mengurus Dion.


Setelah mandi dan berganti baju, Wina pun keluar. Melihat Wina keluar, Dion menganga, Wina terlihat cantik dengan overall pink diatas lutut dengan kaos lengan panjang. Rambutnya yang panjang dia gerai menambah kesan seksi dan imut.


"Sayang, kamu cantik banget" puji Dion tulus.


"Sudah, sekarang kita duduk, sarapan" putus Wina.


Melihat wajah datar Wina, Dion pun takut, hingga akhirnya mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan, Wina pun menegaskan kembali,


"Kak, besok tidak perlu lagi bawa sarapan ke rumah, aku masih bisa masak sendiri" ketusnya.


"Maaf sayang, Aku hanya memiliki waktu seminggu disini, dan aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu, karena setelah ini kita tidak akan mungkin bersama lagi, please ya sayang, aku gak akan minta kamu buat balikan sama aku, aku cuma minta waktu kamu buat menemaniku disini ya...." pinta Dion mengiba.


Wina yang tak sampai hati melihat ekspresi Dion pun luluh, "Oke hanya seminggu and no skinship" pukas Wina. Wina tak sadar jika itu hanyalah akal akalan Dion saja.


Dion pun bersorak karena dia bisa menjalankan misinya menaklukkan Wina selama seminggu. Mudah mudahan bisa, begitu harapnya.


"Oke, sekarang kamu mau kemana sayang biar kak Dion antar" tanya Dion semangat. Dion memang meminta pihak hotel menyediakan mobil untuknya.


"Pergi ke alamat ini kak," ucap Wina datar


"Ini rumah siapa sayang" tanya Dion.


"Sudah jangan banyak tanya, jalan saja" perintah Wina.


Setelah sampai di rumah berpagar biru, Wina menyuruh Dion untuk menunggu di mobil. Dia tidak ingin ada pertengkaran lagi diantara mereka berdua. Tidak seperti biasanya, Zain sudah menunggu Wina di ruang makan, ketika Wina akan mulai memasak sarapan. Sambil tersenyum kikuk, Wina menyapa Zain,

__ADS_1


"Bapak, sudah bangun, aku kira masih tidur, apa aku sudah kesiangan?" Wina bertanya tanya sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.


"Dengan siapa kamu datang kesini Wina," geram Zain tanpa memperdulikan pertanyaan Wina.


Wina mematung mendengar pertanyaan Zain, rupanya calon suaminya itu menyadari kedatangannya dengan Dion. Setelah menghela napas panjang Wina pun duduk didepan Zain, dia menggenggam tangan Zain kemudian menjelaskan perihal Dion yang minta ditemani seminggu ini.


Zain tahu ini hanya akal akalan Dion untuk bisa bersama Wina. Entah Wina yang polos atau tidak peka sehingga dia menyanggupi saja keinginan Dion. Ingin marah tapi tak tega melihat wajah bersalah Wina.


"Baiklah, kamu boleh menemaninya, tapi jangan hanya berdua saja, aku tidak setuju, kalau aku tidak sibuk kita pergi bersama, dan jika aku tidak bisa carilah temanmu yang bisa ikut, kamu mengerti!" tegas Zain.


"Terima kasih Pak" ucap Wina takut mendengar suara tegas Zain.


"Sekali lagi kamu panggil aku Pak, aku cium kamu" ancam Zain.


"Hehee, maaf kebiasaan, gimana dengan 'oppa'? goda Wina sambil menaik turunkan alisnya supaya Zain tidak marah lagi.


"Boleh" ucap Zain dengan wajah bersemu merah.


"Maaf kak, hari ini aku gak bisa menemani kakak jalan jalan, karena hari ini aku akan ke perpustakaan kota" sesal Wina.


"Gak apa sayang, aku ngerti kamu begitu sibuk, nanti malam kalau boleh aku ingin makan malam denganmu, jika kamu mau aku ingin makan diluar, bagaimana?" tanya Dion.


"Boleh kak, kakak tentuin saja tempatnya, nanti aku langsung datang ke tempatnya dan kalau bisa jangan panggil aku sayang lagi, kita kan hanya berteman saja" balas Wina.


"Maaf, kalau kamu keberatan, nanti aku kabari lewat pesan, kamu tulis nomormu disini!" perintah Dion sambil menyerahkan hp di tangan Wina.


Setelah mengetikkan nomor telepon, Wina mengembalikan hp Dion. Wina pun minta diturunkan di perpustakaan kota.


Malamnya, Dion sudah membooking restoran disana, dia ingin makan malam romantis dengan Wina, dengan menu makanan Italia.Mereka janjian pukul 7 malam tapi sudah hampir setengah jam Dion menunggu, Wina belum juga datang. Dion takut Wina tidak datang, akhirnya Dion menghubungi Wina,


"Wina kamu dimana, ini aku sudah sampai?" tanya Dion.


"Maaf kak, aku agak sedikit terlambat, ada sedikit masalah" terang Wina.

__ADS_1


"Oke, aku tunggu" sahut Dion.


Hingga 30 menit kemudian Wina pun datang. Wina tampak cantik mengenakan slip dress tanpa lengan dengan potongan tali tipis membuatnya terlihat feminim dan menawan. Dion menelan ludahnya kasar. Penampilan Wina membangkitkan sesuatu di dalam tubuhnya. Hingga dia terus mengusap keringat yang keluar di dahinya. Sepertinya Wina sengaja menggodanya dengan menggunakan pakaian seksi.


"Maaf kak, aku terlambat" sesal Wina.


"Tidak apa, lama pun aku siap menunggu" ucap Dion gugup.


Dion dan Wina mengobrol santai sebelum pelayan datang memberikan menunya, "Sebentar kak, aku ke toilet dulu" pinta Wina.


Tiba tiba datang Zain dengan setelan jas putih kebanggaannya duduk di tempat Wina. Dion langsung emosi melihat kedatangan Zain.


"Ngapain anda disini" kesal Dion.


"Loh ini rumah makan kan, ya mau makan lah" jawab Zain santai.


"Anda baiknya pergi, karena itu adalah tempat duduk teman saya" usir Dion.


"Disini ada 4 kursi, memangnya teman anda berapa, 4?, kalau memang begitu saya akan pergi nanti begitu teman anda datang" balas Zain.


Dion yang malas berdebat akhirnya memanggil pelayan, dan memberitahukan kalau dia pindah meja. Setelah meja lain sudah siap Dion pun pindah. Dia kesal sekali pasti si Zain itu mengikuti Wina sehingga dia tahu Wina ada disini. Wina yang baru kembali dari toilet belum menyadari jika Zain telah datang. Sebelum Wina sampai di meja yang lama, Dion memanggilnya. Wina langsung menghampiri dan duduk di depan Dion.


"Kenapa mejanya ganti kak?" tanya Wina kebingungan.


"Tadi ada pengganggu, makanya pindah" seru Dion.


Wina hanya ber 'oh' saja sebagai responnya. Wina yang sibuk membaca menu tak menyadari jika Zain sudah duduk di sampingnya. Tanpa kata Zain langsung mencium pipi Wina.


"Serius amat sayang, sampe calon suami datang gak tahu, dan ini hukuman buat kamu yang berani tampil seksi di hadapan orang lain" rajuk Zain.


"Oppa....., bikin kaget aja, malu dilihat orang, ini bajunya udah sopan oppa..." geram Wina dengan wajah memerah karena malu.


Melihat kemesraan mereka, Dion berdecak, gagal sudah rencana dinner romantis ama Wina gara gara kedatangan Zain. Besok besok dia harus memiliki rencana yang matang supaya tidak digagalkan oleh Zain sialan itu.

__ADS_1


__ADS_2