Akhir Sebuah Perselingkuhan

Akhir Sebuah Perselingkuhan
ASP-17


__ADS_3

Dion bangun mendapati dirinya tidur di kamar villanya, "Anda sudah bangun Tuan, maaf kami tidak bisa membantu Tuan, karena mereka lebih kuat dan jago bela diri" sesal Pelayan itu.


"Terus bagaimana kelanjutannya" tanya Dion penasaran.


Pelayan itu pun menceritakan kejadian setelah Dion pingsan, Dion pun marah mendengar cerita pelayannya, namun dia juga tidak mampu berbuat apa apa. Karena saat ini Wina sudah menjadi milik Zain.


Karena marah tak bisa mendapatkan Wina kembali, Dion melampiaskannya dengan bermabuk mabukan. Setiap pulang kerja Dion selalu pergi ke klub malam dan pulang dalam keadaan mabuk sambil memanggil nama Wina.


"Wina sayang, maafkan aku, harusnya aku gak nerima ajakan Nia, aku khilaf sayang, kembalilah padaku, aku mohon sayang," begitu racauannya setiap hari. Soni sang asistan sampai kesal dibuatnya, pasalnya setiap malam pemilik bar selalu meneleponnya untuk menjemput bosnya yang sudah mabuk. Dia jadi heran padahal sudah ada Nia di samping bos nya tapi kenapa bos nya itu tidak juga bahagia.


"Makanya bos, jadi orang itu jangan suka selingkuh, giliran ditinggal aja tiap hari mabuk, nyusahin ane aja boss, boss" keluh Soni.


Walaupun setiap malam pulang dalam keadaan mabuk, Dion selalu bekerja tepat waktu, dia selalu datang pagi hari, kerjanya juga fokus, tidak seperti orang yang patah hati tapi hilang arah, bagi Dion, cukup dirinya saja yang hancur tanpa Wina jangan sampai perusahaannya juga ikut hancur,.begitu pikirnya.


Malam ini, seperti biasa Dion pergi ke klub malam, bartender sudah hapal dengan kelakuan tamunya satu ini. Begitu sudah mabuk, sang bartender ingin menelepon asistannya, namun seorang wanita melarangnya,


"Tidak perlu menelepon Soni, biar aku yang bawa pulang dia," kata perempuan itu.


"Anda kenal dengannya miss," tanya bartender itu, bagaimanapun juga tamunya ini adalah tamu vvip jadi kalau sampai ada apa apa dia juga nanti yang kena.


"Saya sahabatnya, kalau tidak percaya kamu lihat ini" ucapnya sambil menunjukkan beberapa foto.kebersamaan mereka.

__ADS_1


Melihat banyak foto mesra antara tamunya dengan wanita itu, sang bartender pun membiarkan Dion dibawa oleh wanita itu. Nia pun menyeringai, "Saatnya memilikimu sayang."


Dion melihat Nia seolah dia adalah Wina, dia pun senang, "Sayang, kamu kembali, kamu mau kasih aku kesempatan lagi kan, aku janji sayang gak akan ulangi perbuatanku lagi" serunya sambil mengacungkan 2 jarinya.


Melihat itu Nia tersenyum, "Baiklah, kita lupakan semua, kita mulai dari awal ya, come on babe" lalu Nia mulai mencium Dion. Dion pun membalasnya, mereka beradu saliva. Dion yang sudah mabuk lupa jika Wina tidak akan mungkin mencium duluan. Hingga akhirnya mereka hanyut dalam kegiatan panas yang menguras tenaga. Dion melakukannya dengan bersemangat karena dia pikir Winanya telah kembali.


Paginya Dion terbangun, dirinya kaget mendapati tubuhnya polos tanpa busana, kemudian dia melihat di sampingnya. Nia, ya ternyata perempuan yang Dion kira Wina semalam adalah Nia. Dion menyesal, harusnya dia tidak mabuk sehingga dirinya tidak terjebak bersama Nia.


Dion pun bangkit, dia menelepon dokter langganannya, meminta dikirimkan obat anti hamil dosis tinggi untuk Nia, dia tidak ingin Nia hamil, karena dia juga tidak ingin menikah dengan Nia. Karena baginya menikah tanpa cinta itu sama saja dengan tidur dengan guling, gak ada rasanya. Mati. Hampa. Padahal Dion sudah beberapa bulan berhubungan dengan Nia, namun dia masih belum bisa mencintai Nia. Setelah obat itu datang, Dion pun membangunkan Nia, "Bangun," sentaknya.


Nia yang kaget dengan suara Dion pun membuka matanya, dia bertanya, "Kenapa Di?."


Dion langsung memberikan pil itu beserta segelas air, "Minum," perintahnya.


"Obat pusing" jawab Dion .


Nia yang masih mengantuk pun menurutinya, dia lalu menenggak obat itu, kemudian kembali tidur. Setelah memastikan Nia sudah meminum obatnya, Dion pun masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, dibawah guyuran shower Dion merenung, sambil membersihkan tubuhnya, harusnya dia lebih sabar, sehingga dia tidak kehilangan Wina, dan kini dia malah terjebak dalam hubungan semu bersama Nia. Semua gara gara Nia.


Setelah selesai mandi, Dion pun meninggalkan Nia seorang diri. Matahari telah berada diatas kepala, Nia baru membuka matanya. "Kemana Dion," matanya mencari kesana dan kemari, namun tidak ada sosok siapapun. Nia pun bangkit untuk membersihkan diri. Nia berharap setelah ini akan ada Dion junior di dalam rahimnya mengingat Dion semalam melakukan dengan semangat tanpa lelah. Nia lupa jika pagi tadi Dion sudah mengantisipasi kejadian ini.


Sebulan sudah berlalu, Nia mencoba peruntungannya dengan test pack. Nia begitu kecewa melihat hanya 1 garis disana. "Kenapa gue gak hamil sih, padahal kemaren Dion ngeluarin di dalam, berkali kali lagi. Gue harus apa biar bisa hamil anak Dion," pekik Nia prustasi.

__ADS_1


Nia pun mendatangi Dion di apartemennya, "Dion, kita nikah yuk?" ajak Nia.


"Kenapa gue harus nikah ama Loe" Dion balas bertanya.


"Kita kan udah tidur bareng Dion, Loe harus tanggung jawab" seru Nia.


"Memang Loe hamil," tanya Dion.


"Tanggung jawab gak harus nunggu gue hamil Dion, Loe udah liat dan nikmatin semua yang ada di tubuh gue, masa Loe gak mau tanggung jawab" protes Nia.


"Gue bakalan tanggung jawab kalo yang gue tidurin itu perawan, yang gak pernah tersentuh ama siapapun, haruskah gue perjelas keadaan Loe?" sewot Dion.


Melihat Dion yang tak juga mau menikahinya. Nia menjalankan opsi terakhirnya, "Oke, kalo Loe gak mau nikahin gue, video adegan ranjang kita akan beredar luas di media. Dan Loe pasti tahu bagaimana efeknya buat saham perusahaan Loe," ancam Nia.


"Loe gak peduli ama perusahaan bokap loe, karena itu juga berefek pada perusahaan bokap loe," sahut Dion.


"Gue gak peduli, kita liat saja siapa yang akan terjun bebas lebih dahulu" sergah Nia.


Sebenarnya Dion bisa saja mengembalikan gonjangan isu pada saham perusahaannya jika Nia mengekspos kegiatan ranjang mereka. Hanya saja Dion ingin membuat Nia jera pada obsesinya. Dion akan menikahi Nia, tentu dengan membuat kehidupan pernikahan mereka seperti di neraka, hingga akhirnya Nia menyerah dan meninggalkannya.


"Baiklah, kita menikah, tapi ingat aku tidak mau ada satupun media yang meliput. Pernikahan ini hanya dihadiri oleh orang orang terdekat kita" tuntut Dion.

__ADS_1


Nia yang kegirangan langsung saja memeluk Dion, "Terima kasih sayang, aku jamin kamu akan bahagia hidup denganku" janji Nia.


Hari ini adalah hari pernikahan Dion dan Nia. Mereka menikah hanya dihadiri oleh kedua orang tua Nia beserta kakaknya. Sementara dari pihak Dion hanya diwakili oleh Soni, karena orang tua Dion berada di Luar Negeri.


__ADS_2