
"Daddy, Open the door or I'll knock it down (buka pintunya atau kurobohkan pintu itu)" teriak Nabil marah.
Zain yang sedang onfire seketika langsung down mendengar teriakan putrinya. "Ya Tuhan, sejak kapan dia menjadi balita yang bar bar" gumam Zain lesu.
Wina pun tersenyum, lalu buru buru memakai pakaiannya karena takut sang putri akan marah jika mereka lama membuka pintunya.
Zain pun bergegas membuka pintu kamarnya.
"Mengapa putri Daddy yang cantik ini berteriak seperti tarzan, memangnya rumah ini hutan" tanya Zain dengan nada lembut.
Nabil langsung beringsut mendengar ucapan yang ayah, "Hehehe, Daddy aku mau main sama Daddy, kenapa malah ditinggal ke kamar sama Mommy" rajuk Nabil sambil memajukan bibirnya.
Melihat bibir monyong putrinya, Zain ingin tertawa, namun ditahannya supaya sang putri tidak ngambek. Bisa gempar dunia kalau sang putri ngambek.
"Baiklah, ayo Daddy temani main, tapi janji ya, habis gini tidur oke" ucap Zain.
"Oke Dad" seru Nabil.
Lagi lagi Zain harus menahan diri untuk bisa bermesraan dengan sang istri, dia juga harus bersabar menghadapi sang putri yang manjanya minta ampun.
Satu jam bermain, Nabil sudah beberapa kali menguap, namun dia tidak ingin sang ayah meninggalkannya, hingga sebisa mungkin dia tahan kantuknya.
"Girl, kalau sudah mengantuk, kita tidur ya, nanti Daddy bacakan cerita, bagaimana?" bujuk Zain berharap putrinya setuju.
"Oke Daddy, tapi aku tidak mau cerita yang lama, kemaren aku habis beli buku baru sama Mommy" ucap Nabil
Zain pun tersenyum lebar, dia lalu menggendong sang putri kemudian membawa ke kamarnya. Kamar Nabil berada di sebelah kamar Zain dan ada pintu penghubung diantaranya.
"Oke sekarang Daddy akan bacakan cerita, setelah itu kamu langsung tidur" ucap Zain sambil menyelimuti tubuh mungil sang putri.
"Oke Dad" seru Nabil.
Begitu selesai membaca cerita, sang putri pun memejamkan matanya. Zain merasa lega, dirinya sudah tidak sabar untuk melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi bersama sang istri. Zain sudah membayangkan sang istri menunggunya dengan memakai pakaian dinasnya. Zain langsung menuju kamarnya melewati pintu penghubung.
"Sayang, ayo kita....yah sudah tidur" gumam Zain yang harus kecewa karena gagal mengeksekusi sang istri.
__ADS_1
Melihat istrinya yang tertidur pulas, Zain tidak tega membangunkannya, Zain pun mengikuti sang istri, dia memeluk tubuh molek istrinya dan berusaha memejamkan matanya.
Keesokannya, Wina sudah bersiap, dia ingin pergi ke Dubai dan membeli cokkat unta. Kemaren saat dia melihat bentuknya yang lucu, dia tiba tiba menginginkannya.
"Sayang, kamu mau kemana? Kok sudah rapi" tanya Zain.
"Katanya kamu akan mengajakku pergi besok setelah mengajakku ke kamar kemaren" ucap Wina.
"Memangnya kamu kemaren minta apa? Aku lupa soalnya" tanya Zain berlagak lupa padahal dia tidak mendengarkan apa yang dikatakan Wina.
"Oppa gimana sih, kan kemaren aku pengen ke Dubai, terus beli coklat onta yang kayak gini nih" rengek Wina sambil menunjukkan gambar coklat di hp nya.
"What!! Tidak tidak, kamu jangan pergi pergi lagi, aku takut kamu kenapa kenapa seperti hamil Nabil" larang Zain.
"Tapi kan kemaren kamu sudah janji mau belikan apa yang aku mau" sanggah Wina.
"Oke oke begini saja, kamu kan pengen coklat onta, nah gimana kalau aku saja yang kesana beli coklat yang kamu pengen. Gimana?" usul Zain.
"Tapi kan aku pengen kesana?" rengek Wina dengan meneteskan air matanya.
"Sayang, perjalanan dari sini ke dubai itu kurang lebih 12 jam, nanti kamu capek, terus perutnya kram, masa kamu tidak kapok sama kejadian yang dulu, nurut ya! Biar aku aja yang beli" titah Zain.
"Sabar, orang sabar disayang Tuhan" gumam Zain menyemangati dirinya.
Zain sudah duduk di meja makan, namun dia tak mendapati anak dan istrinya. Zain pun mencarinya di kolam belakang, benar saja, terdengar suara kikikan dari sana.
"Hai sayang, kucari cari, ternyata kalian disini" ucap Zain begitu melihat anak dan istrinya bermain air di kolam renang.
"Daddy, ayo kita berenang, kata Mommy siapa yang duluan sampai kesana bakal dapat hadiah" ajak sang putri.
"Daddy lagi malas berenang sayang, kalau kamu mau berenang dengan Mommy, Daddy tunggu di sini saja" ucap Zain sambil duduk di tepi kolam.
"Ahh, Daddy gak asik" cibir Nabil lalu berenang meninggalkan sang Daddy.
Wina yang tak tega melihat putrinya cemberut pun membisikkan sesuatu ke telinga Nabil
__ADS_1
Zain yang sedang asyik mencari tiket pesawat ke Dubai tidak tahu jika sang putri sudah berada di belakangnya. Nabil mengambil tablet sang ayah kemudian mendorong ayahnya hingga tercebur ke kolam renang.
Wina dan Nabil tertawa terbahak bahak melihat Zain basah kuyup. Zain yang emosi langsung berenang mengejar Wina. Wina pun berlari menghindari Zain.
"Ayo Mommy, jangan sampai tertangkap oleh Daddy" seru Nabil menyemangati Wina. Namun tenaga Wina kalah dengan Zain. Wina pun tertangkap oleh Zain. Zain menggelitiki Wina tanpa ampun.
Kaki Wina tiba tiba berhenti bergerak, hanya tangannya saja yang melambai lambai seolah minta tolong. Zain yang panik pun langsung menggendong istrinya keluar dari kolam.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Zain khawatir.
"Ini, kakiku tiba tiba kram" lirih Wina.
Zain pun memijat mijat kaki Wina lalu kemudian mengompres kaki Wina dengan air hangat.
"Gimana? Udah baikan?" tanya Zain khawatir.
"Udah lumayan" jawab Wina.
"Kamu bikin aku khawatir aja sayang, sudah sekarang kita ganti baju dulu terus makan" titah Zain lalu menggendong sang istri.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Zain saat mereka sudah sampai di meja makan.
"Aku tidak berselera makan Pa, minum susu aja ya" tolak Wina.
"Kalau princess Daddy mau makan apa?" tanya Zain yang tak ingin putrinya cemburu karena tidak dihiraukan.
"Nabil mau roti bakar aja Dad" jawab Nabil.
Zain pun menaruh roti bakar di piring putrinya, kemudian membuatkan susu untuk istrinya. Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara, karena Zain tidak ingin jika saat makan ada yang berbicara.
"Dad, tidak usah ke Dubai, Mommy sudah tidak menginginkan coklat onta lagi," ucap Wina saat mereka selesai makan.
Zain sudah lega, karena dia tidak harus ke dubai. Zain pun menciumi wajah istrinya.
"Terima kasih sayang, kamu memang istri yang pengertian" ucap Zain.
__ADS_1
"Tapi aku ingin makan kebab, sama roti Canai Dad, sekarang Daddy pergi cari orang yang jualan roti Canai sama kebab" sahut Wina.
"Ya Tuhan, dimana aku harus cari orang yang jual kebab dan roti Canai di Amerika malam malam begini" gumam Zain lesu lalu pergi keluar.