Akhir Sebuah Perselingkuhan

Akhir Sebuah Perselingkuhan
S2-DKH6


__ADS_3

"Pasang cctv di semua sudut ruang Nabil, dan beri dia pengawal khusus," titah Zain pada bawahannya.


Zain ingin sekali menangkap pelaku yang berani berbuat mesum pada putrinya. Setelah semua kamera cctv terpasang. Zain menambah satpam khusus untuk berjaga didepan balkon kamar Nabil. Dia akan menangkap basah orang yang berani masuk ke kamar putrinya.


Siang hari, Rania yang telah selesai kuliah, ingin bermain ke rumah Nabil. Dia menghubungi Nabil, supaya menjemputnya di asrama.


"Kak, kamu dimana?" tanya Rania.


"Masih di kampus," jawab Nabil. "Kenapa?" sambungnya.


"Aku kangen sama Kakak," rengek Rania.


"Kamu kesini aja, habis gini aku pulang kok," ucap Nabil.


"Boleh nggak, aku ikut ke rumah Kakak?" tanya Rania.


"Boleh aja sih, kalau begitu aku jemput kamu aja," jawab Nabil.


"Oke Kak, aku tunggu ya," seru Rania girang.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Nabil langsung menuju ke asrama Rania. Sebelumnya, dia sudah mengirim pesan pada Nabil untuk menunggunya di depan asrama. Melihat mobil mewah berhenti didepannya, Rania agak takut, dia mengira ada seseorang yang hendak menculiknya. Dia sudah akan berlari, tapi suara lembut Nabil mengagetkannya.


"Rania, kamu mau kemana?" tanya Nabil.


"Eh kakak, aku kira siapa," ucap Rania kikuk.


"Ayo masuk," ajak Nabil.


Rania pun memasuki mobil mewah Nabil. Mobil super car warna putih yang sangat ingin dia beli, namun dilarang oleh Papanya, karena takut kecelakaan.


"Kak, mobilmu bagus," ucap Rania seraya melihat lihat aksesoris dalam mobil Nabil.


"Mobil ini hadia dari Daddy, saat aku berusia 17 tahun," kata Nabil.


"Tapi kenapa nggak pernah kamu pakai Kak, kan sayang, mobil mahal tapi nggak pernah dipakai," oceh Rania.


"Ya, terkadang aku memakainya saat Daddy tidak ada dirumah," ucap Nabil.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau Daddymu ada dirumah?" tanya Rania.


"Daddy nggak asik pasti kalau mau berangkat dia bilang begini, Nabil, jangan ngebut, dan bla..bla..bla," ucap Nabil. Rania hanya manggut manggut saja, pasalnya Papanya juga begitu.


Mereka sudah sampai di rumah Nabil. Rania mengagumi rumah mewah Nabil. "Wah, Kak, rumahmu bagus," seru Rania.


"Rumah Daddy ini," ucap Nabil.


Rania duduk di ruang tengah, sementara Nabil ke dapur, untuk mengambilkan Rania minuman dan cemilan.


"Kak, nggak usah repot repot," ucap Rania saat melihat Nabil membawa nampan berisi jus jeruk dan beberapa cemilan.


"Tidak kok, ini tadi Mommy yang buat, aku sih cuma ambil aja," ucap Nabil kemudian meletakkan nampannya di meja.


"Kak, kenapa diluar itu banyak penjaga?" tanya Rania.


"Ohh itu, tadi malam ada pencuri masuk ke kamarku, anehnya dia tidak mengambil apapun, maka dari itu, Papa siapin banyak pengawal dan juga satpam berjaga terutama di balkon kamarku," cerita Nabil.


Rania hanya manggut manggut saja, karena dia tahu, itu pasti ulah Kakaknya. Dia lalu mengirim pesan pada Kakaknya untuk tidak kesini nanti malam.


[To : Lovely Brother] Malam ini jangan datang ke rumah Kak Nabil, siaga 1,2,3 sudah menanti.


"Ingin menangkapku rupanya, coba saja kalau bisa," gumam Nandio.


Rania pun pulang, karena hari sudah sore. Dia merasa senang, bisa menghabiskan waktu dengan Nabil.


"Kak, aku pulang dulu, esok kalau Kakak tidak sibuk aku kesini lagi," ucap Rania.


"Jangan, besok aku ada urusan hingga sore hari. Nanti kalau aku senggang aku chat kamu," ucap Nabil.


"Oke Kak, aku tunggu, Bye," pamit Rania.


Sesampainya di asrama Rania langsung mendatangi kamar kembarannya. Dia melihat, sang Kakak tengah santai dengan gadgetnya.


"Kak, pokoknya malam ini, kamu jangan ke rumah Kak Nabil, kalau sampai ketahuan Daddynya bisa habis kamu," nasehat Rania.


"Hehehe, kau lihat saja nanti," ucap Nandio.

__ADS_1


"Ya sudah, yang penting, aku sudah mengingatkan," balas Rania.


Sudah 3 hari ini, Nandio tidak datang ke rumah Nabil. Padahal Zain dan Para pengawal sudah siap untuk menangkapnya. Zain merasa kesal, sudah 3 hari dia begadang demi memergoki sang pencuri. Namun sepertinya, pencuri itu lebih cerdik ketimbang Zain dan para pengawalnya.


Hari ke 4, Zain yang kelelahan setelah bertempur dengan istrinya tertidur pulas malam ini. Saat pertama datang ke rumah Nabil, Nandio sudah memasang beberapa kamera di tempat tersembunyi. Sehingga dia bisa memantau pergerakan para pengawal Nabil dari kamera itu.


Melihat suasana sudah aman, Nandio segera berangkat. Dia lalu melemparkan gas yang bisa bikin orang ngantuk. Dalam beberapa menit, semua para pengawal yang berjaga dibalkon kamar Nabil sudah tertidur. Nandio hendak membuka pintu balkon.


Klek


"Yah, dikunci," gumam Nandio. Setelah itu, Nandio mengeluarkan kunci dari ranselnya.


"Nah, terbuka," gumamnya.


Nandio pun memasuki kamar Nabil. Dia tersenyum melihat gadis pujaannya tengah tertidur lelap. Dia pun mendekat ke arah Nabil.


"Kamu sih, pakai menolak, coba kamu mau aja kemaren pas aku lamar, kan aku nggak mungkin sampai nyelinap segala ke kamar kamu," gumam Nandio sambil mengusap usap rambut Nabil.


Nandio pun merebahkan tubuhnya, disamping Nabil. Tak lupa untuk memasang stempel di bahu dan leher Nabil. Saat membuat stempel di bahu, Nabil menggeliat, "Ah, Nandio geli," racau Nabil didalam tidurnya.


"Hehe, ternyata kamu mimpiin aku ya," gumam Nandio yang malah bersemangat menambah jumlah stempelnya.


John, bodyguard Nabil memang tidak berada di depan balkon kamar saat Nandio melemparkan gas obat tidur. Dia pun berkeliling taman. Melihat ada yang ganjil. John pun menengok keatas. Dia terkejut kala tak mendapati pengawal yang seharusnya berjaga dibalkon kamar Nabil.


John pun membuka pintu kamar Nabil, dia memang diberi akses untuk keluar masuk kamar Nabil. Saat pintu terbuka, terlihat sang nona masih tertidur pulas.


John pun melihat ke arah balkon, namun penjaga disana sedang duduk sambil bermain kartu. Melihat situasi aman, dia pun kembali ke kamarnya.


Esoknya, saat mereka sarapan bersama Zain kembali dikejutkan dengan melihat bekas kissmark di leher putrinya.


"Ma, ini kenapa leher dan bahu Nabil malah banyak merah merahnya?" tanya Nabil.


"Mungkin kamu lagi alergi Kak, nanti Mama kasih salep," ucap Wina.


Mendengar perkataan puterinya, Zain langsung berlari menuju ruang cctv. Dia mengecek seluruh kejadian semalam. Namun tidak ada tanda tanda ada orang yang masuk ke kamar Nabil. Penjaga juga tetap stand by semalaman.


"Sebenarnya siapa yang telah berbuat mesum pada putriku, apa mungkin dia seorang hacker, sehingga bisa menembus jaringan cctv di rumahku, atau dia hantu mesum?" gumam Zain di tengah kebingungannya.

__ADS_1


Sementara Nandio, dia tertawa terbahak bahak mendengar ucapan ayah mertuanya, "Mana ada hantu mesum di jaman modern ini, Daddy ada ada saja," gumam Nandio.


__ADS_2