
Dion sudah membuat iklan untuk mencari donor asi buat kedua buah hatinya. Dion juga sudah meminta pendapat seorang ulama yang menjadi pimpinan panti asuhan yang dia undang kemaren tentang donor asi. Untuk itu, sebelumnya dia akan menyeleksi terlebih dahulu siapa yang akan menjadi pendonor asi untuk anaknya.
Dion ingin yang menjadi pendonor asi untuk anaknya jelas bibit, bobot dan bebetnya. Dia tidak ingin anaknya disusui oleh orang yang tidak baik. Sudah banyak ibu ibu yang ingin mendonorkan asinya karena tergiur dengan hadiah yang ditawarkan, namun semua tidak cocok dengan kriteria yang diinginkan Dion.
...****************...
Wina saat ini sedang menyusui putri cantiknya. Setelah hampir satu bulan berada di rumah sakit, Nabila akhirnya diperbolehkan pulang. Dan sekarang bayi itu sudah berusia hampir 4 bulan. Badannya yang montok, pipinya gembul dengan mata biru seperti Opa Juan menambah kecantikan bayi mungil itu. Setiap orang yang melihatnya tak tahan untuk tidak menciumnya.
Zain masih belum bisa kembali ke Amerika dikarenakan putrinya yang belum bisa naik pesawat. Meski dokter sudah memperbolehkan, namun Zain ingin putrinya dalam keadaan yang stabil saat pergi ke Amerika, mengingat perjalanan ke Amerika membutuhkan waktu yang lama.
Zain baru akan kembali saat putrinya berusia 7 bulan. Papa dan Mama Zain menyarankan agar Zain kembali terlebih dahulu dan saat waktunya tiba dia akan kembali untuk menjemput anak dan istrinya. Namun Zain tidak ingin mengulangi kesalahannya dulu, dengan meninggalkan sang istri dan putrinya sendiri disini.
Saat ini Zain bekerja di rumah sakit tempat Wina bekerja dulu. Tentunya atas rekomendasi dari Wina. Direktur Mahendra senang Zain bekerja di rumah sakit miliknya karena Zain terkenal sebagai Dokter yang bertangan dingin, hampir setiap operasi berat yang ditanganinya selalu berhasil. Tentunya memang ditakdirkan sembuh ya.
Setelah menyusui, Wina membuka gawainya, dia melihat berita di media sosial. Dia sedih melihat berita di medsos. Zain melihat wajah murung istrinya pun mendekatinya, "Kenapa sayang, kok mukanya cemberut, apa ada berita duka?" tanya Zain sambil membelai rambut panjang istrinya.
"Ini loh Pa, Mama sedih, disini ada berita yang membutuhkan donor asi untuk anak kembarnya karena ibunya sudah meninggal, kasihan ya mereka" jelas Wina.
Ya, semenjak putri mereka lahir, Wina dan Zain sepakat mengganti panggilan mereka menjadi Papa dan Mama, karena Wina tidak ingin jika putri mereka memanggil Zain dengan sebutan Oppa juga.
"Memang kenapa tidak diberi susu formula saja, kenapa harus memaksa memberi asi, sampai sampai harus mencari donor asi segala" heran Zain.
"Mungkin bayi mereka alergi susu formula, makanya sampai mencari donor asi" sahut Wina.
"Mm, Pa, boleh gak Mama ikut mendonorkan asi? Kan asi Mama banyak tuh bahkan sampai selalu dipompa dan ditaruh di kulkas," tanya Wina.
"Kamu jangan aneh aneh sayang, donor asi dalam islam tidak semudah itu, kamu harus tahu jelas siapa keluarga yang kamu donorkan, kalau bisa bayi yang ingin kamu donorkan itu sama jenis kelaminnya dengan putri kita, karena kalau tidak bisa bahaya, bagaimana jika saat bayi itu besar dan menyukai putri kita, namun tidak bisa menikah karena ternyata mereka saudara sepersusuan? Dan bagaimana pula jika mereka menikah tanpa mereka tahu jika mereka adalah saudara sepersusuan kan hukumnya haram?" jelas Zain panjang lebar.
__ADS_1
"Ohh begitu ya Pa, tapi kok Papa bisa tahu sampe segitu detailnya?" tanya Wina penasaran.
"Di masjid rumah sakit ada kajian setiap jumat dan aku selalu mengikuti kajian itu, mengingat pemahaman agamaku yang minim" jawab Zain.
"Wah Papa hebat" seru Wina sambil bertepuk tangan.
Wina pun menghubungi nomor yang tertera di pengumuman itu dengan mengirim pesan singkat, dia menanyakan apa jenis kelamin bayi yang membutuhkan donor asi itu.
[To : 081258xxxx] Pagi, saya ingin mendonorkan asi, tapi sebelumnya mohon info apa jenis kelamin bayi yang akan saya beri asi?
Dion yang melihat gawainya berkedip kedip pun langsung membacanya. Alangkah bahagianya dia melihat ada orang yang berniat mendonorkan asi, Dion berharap kali ini sesuai dengan kriteria pendonor yang dia inginkan, dia pun segera membalas pesan yang masuk itu.
[To : 081379xxxx] Terima kasih atas niat baik Ibu pada kami, kebetulan anak kami kembar sepasang, cowok dan cewek.
Wina pun membaca pesan yang sudah dibalas, "Pa, ternyata bayinya kembar sepasang, gimana menurut Papa?" tanya Wina meminta pendapat suaminya.
Wina pun menghubungi pembuat iklan donor asi itu.
[To : 081258xxxx] Besok saya hubungi kembali karena saya masih harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan suami saya.
[From : 081379xxxx] oke Bu terima kasih banyak sebelumnya.
Dion merasa orang yang ingin mendonorkan asi kali ini adalah orang baik, karena dia hanya bertanya tentang jenis kelamin anaknya, bukan hadiah yang akan dia berikan.
Setelah berkonsultasi dengan Pak Kyai selepas kajian siang itu, Zain pun mengerti, bagaimana hukum dan aturan donor asi. Zain pun memberi tahu istrinya untuk mengajak bertemu orang itu.
"Sayang, nanti aku aja yang bertemu dengan orang itu, kamu tidak usah ikut" ucap Zain.
__ADS_1
"Kenapa Mama gak boleh ikut Pa?" tanya Wina.
"Yang minta donor asi itu kan duda, aku gak rela dia mengagumi kamu, karena menganggap kamu adalah malaikat untuk anaknya" jawab Zain.
Wina hanya geleng geleng kepala dengan kelakuan suaminya itu, "Papa ini, ada ada saja, masih aja cemburu buta," gumam Wina.
[To : 081258xxxx] Bapak, suami saya ingin bertemu dengan anda terlebih dahulu, baru nanti akan diputuskan jadi apa tidak donor asinya.
[From : 081379xxxx] Boleh Ibu, saya tunggu besok di rumah sakit XYZ.
[To : 081258xxxx] Apa tidak bisa Bapak yang ke rumah sakit ABC. Kebetulan suami saya bekerja disana dan dia shift siang, anda bisa datang sebelum jam makan siang. Bapak nanti langsung aja masuk ruangan ke spesialis jantung
[From : 081379xxxx] Boleh Bu, nanti saya kesana kira kira jam 11 ya. Kebetulan saya sangat hafal dengan rumah sakit itu.
[To : 081258xxxx] Oke nanti saya sampaikan suami saya.
Dion sangat senang mengetahui calon pendonor asinya adalah istri seorang Dokter, yang tentunya jelas bibit, bobot, dan bebetnya. Dan juga anaknya tidak akan kekurangan gizi karena pasti sang ibu memperhatikan asupan makanannya. Dion berharap kedua anaknya akan menjadi pandai seperti ibu susunya.
Sebelum mendatangi rumah sakit tempat mereka janjian, Dion terlebih dahulu melihat kedua buah hatinya. Rasanya tak tega melihat kedua anaknya berada dirumah sakit.
"Sayang, sebentar lagi ayah akan bertemu dengan calon ibu susumu. Doakan semoga mereka cocok denganmu dan mau mendonorkan asinya" ucap Dion sambil menciumi kedua buah hatinya.
Saat ini Dion sudah berada di rumah sakit ABC. Dion berhenti tepat di ruangan spesialis bedah, "Biasanya aku menjemput kamu dan menunggu disini, ah aku jadi mengingatmu, dimana kamu sayang?" lirih Dion.
Dion lalu melanjutkan perjalanannya ke ruangan spesialis jantung. Begitu pintu dibuka betapa kagetnya Dion, saat melihat suami dari mantan terindahnya ada disitu.
"Dokter Zain," gumamnya.
__ADS_1