
3 tahun kemudian.
"Daddy," seru balita bermata biru menyambut kedatangan ayahnya.
"Hap" Zain menangkap dan menggendong tubuh gemol putrinya.
"Daddy, why you always come late" rengek sang putri.
"Maaf sayang, daddy tadi ada operasi dadakan, where is Mommy?" ucap sang ayah.
Sang putri hanya cemberut, tanpa menjawab pertanyaan sang ayah. Kemudian pergi menuju kamarnya. Sang ayah hanya tersenyum, kemudian pergi ke dapur mencari belahan jiwanya.
"Hai sayang," ucapnya sambil mencium dahi sang istri.
"Kamu pulang telat lagi sayang?" tanya Wina.
"Hhmmm, tadi ada operasi dadakan, maaf" sesal Zain.
"Apa putrimu tidak marah?" tanya Wina.
"Yah, dia merajuk, begitu datang langsung cemberut" adu Zain.
"Kamu sih, terlalu memanjakannya, hingga dia jadi seperti itu" omel Wina.
"Sayang, she is my Princess and you're my Queen, jadi wajar aku memanjakannya" ucap Zain sambil menciumi wajah sang istri.
Balita cantik yang melihat ayahnya bermesraan dengan sang ibu pun marah. Dia lalu mendorong ibunya agar menyingkir dari sang ayah.
"Mommy, get away from my daddy, he's mine" protes sang putri sambil bergelandot di kaki sang ayah.
"Okey, I'm go, He's yours" ucap Wina.
Zain merasa senang melihat kemanjaan sang putri. Dia lalu menggendongnya sambil berputar putar. Mereka tertawa bersama.
"Girl?" ucap Zain.
"Yes daddy" jawab Nabila.
"Tomorrow, we are going to school" ajak Zain.
"Why?" tanya Nabila.
"Honey, usia kamu sudah 3 tahun, sudah waktunya masuk sekolah, disana kamu akan bertemu dengan banyak teman sebayamu, kamu pasti suka" jelas Zain.
"But, daddy, aku mau sekolahnya ditunggui ama daddy," rengek Nabila.
__ADS_1
"Oke, besok sekolah ditunggu daddy, tapi setelah itu kamu masuk sendiri, daddy akan mengantarmu sampai di depan pintu sekolah, promise" jelas Zain sambil memberikan jari kelingkingnya.
"Oke, promise" jawab Nabila sambil menautkan jarinya.
Wina hanya tersenyum melihat tingkah laku ayah dan anak itu. Nabila sangat manja dengan ayahnya. Jika Zain berada di rumah, Nabila pasti menguasainya, mulai dari mengajak bermain barbie, bercerita, sampai mandi saja minta dimandiiin daddy.
Esoknya, mereka bersiap mengantar Nabila ke sekolah. Sampai di depan gerbang sekolah, para guru sudah siap berjejer untuk menyambut siswanya.
"Oke girl, kamu turun. Lihat itu semua temanmu hanya diantar sampai depan dan mereka masuk dengan ibu guru" ajak Zain.
Saat turun dari mobil, Nabila terus menggandeng tangan sang ayah. Ayo sekarang ke dalam sama ibu guru ya. Nabila menggeleng. Sang guru pun mendudukkan dirinya.
"Hai sayang, kita masuk yuk" ajak guru itu.
Nabila masih saja menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Oke kalau gitu kita kenalan dulu ya, panggil saya miss cintia dan putri yang cantik ini namanya siapa?" tanya miss cintia berusaha mengakrabkan diri.
"Nabila" lirih Nabila
"Oke Nabila yang cantik ini maunya apa dong?" tanya guru itu.
"Aku mau sekolah sama daddy" jawab Nabila malu malu.
Balita cantik itu tampak berpikir keras, hingga akhirnya dia membisikkan seauatu ke telinga sang ayah, kemudian mengangguk dan masuk ke dalam bersama miss cintia.
Zain pun tersenyum, lalu kembali ke mobil menemui sang istri.
"Gimana Nabila, mau ditinggal sekolahnya?" tanya Wina.
"Heh, dia mau masuk ke dalam asalkan aku menunggu dia disini sampai pulang sekolah" jawab Zain.
"Hahaha ada ada saja anak itu" gumam Wina.
"Sayang, daripada kita gabut nungguin Nabila, mending kita melakukan hal yang bisa merefresh energi dan pikiran kita" usul Zain.
"Apa tuh?" tanya Wina.
Tanpa banyak kata Zain langsung menempelkan bibirnya, hingga terdengar suara decakan dari depan. Saking asyiknya Zain dengan kegiatannya, dia sampai lupa jika di bangku depan masih ada sopirnya. Sang sopir sampai malu sendiri melihat kelakuan majikannya yang tidak tahu tempat itu, hingga dia memutuskan untuk keluar dari mobil secara perlahan.
Sudah hampir 2 jam Zain menunggu putrinya di depan sekolah. Bel sekolah sudah berbunyi, para murid berlarian mencari orang tuanya. Tak terkecuali Nabila, bocah kecil itu melihat ke kanan dan kiri, mencari keberadaan sang ayah.
Zain yang sudah selesai dengan kegiatannya langsung keluar, dia melihat sang putri tengah mencarinya.
"Hai girl, gimana sekolahnya hari ini?" tanya Zain sambil menggendong putri cantiknya.
__ADS_1
"Baik daddy, ayo kita pulang, aku ingin makan pizza yang banyak" ucap Nabila.
"Oke, permintaan tuan puteri dikabulkan" jawab Zain.
Wina yang sudah kelelahan, hanya menunggu di mobil saja. Begitu putri cantiknya memasuki mobil, dia langsung menyapanya.
"Hai sayang, anaknya Mami udah besar, gimana suka sekolahnya?" tanya Wina.
"Suka Mom, disana banyak teman, banyak mainan, meskipun masih banyak mainan Nabil di rumah sih, hihihi" cerita sang putri.
Wina yang gemas dengan ucapan sang putri langsung menciumi putrinya.
Mereka sudah sampai di sebuah restoran pizza ternama disana. Nabila langsung memesan mushroom pizza kesukaannya. Seloyang pizza sudah tersedia di tengah meja. Nabila langsung melahap pizza itu. Wina yang melihat lelehan keju diatas pizza mendadak mual, namun sebisa mungkin dia tahan. Dirinya tak mungkin muntah di depan putrinya.
"Sayang, Mommy ke toilet dulu ya, kamu habiskan aja pizzanya" ucap Wina.
Nabila hanya mengangguk, dia terus melahap makanan kesukaannya itu.
"Kenapa jadi pusing gini sih," gumam Wina sambil membasuh mukanya.
Zain merasa khawatir, karena sudah hampir setengah jam, tapi Wina belum juga kembali. Zain juga tidak mungkin membiarkan sang putri sendiri di sini, takut kalau putrinya dicuri orang.
"Girl, cepat habiskan pizzanya, habis itu kita susul Mommy ke toilet" ucap Zain.
"Oke Daddy" balas Nabila.
Setelah menghabiskan pizzanya, mereka pun pergi menyusul sang Mommy ke toilet. Namun di toilet sepi tak ada siapapun disitu.
"Girl, coba kamu masuk ke dalam, kamu cari Mommy" pinta Zain.
"Oke Daddy" jawab Nabila semangat.
Zain yang khawatir akan istrinya terus meneriaki sang putri.
"Girl, apa Mommy didalam?" tanya Zain.
Nabila pun keluar, "Daddy, di dalam tidak ada siapa siapa, seluruh ruangan sudah aku buka tapi tidak ada Mommy" kata sang putri.
Zain mulai kalut, dia takut terjadi apa apa dengan sang istri, Zain mulai mencari pegawai restoran menanyakan keberadaan istrinya.
"Miss, kamu lihat wanita ini tidak? Tadi dia di toilet, tapi sampai sekarang tidak kembali" tanya Zain pada pegawai restoran.
Pegawai tersebut hanya menggelengkan kepalanya, Zain pun bertanya kembali kepada pelayan yang satu lagi. Hingga beberapa saat pegawai tersebut berkata, "Sepertinya, wanita ini tadi sudah pergi Tuan, tadi diantar oleh salah satu pegawai kami" jawab pegawai tersebut.
Zain panik sendiri, "kalau pulang kenapa istrinya tidak menghampirinya, dan kenapa harus minta antar pulang pegawai resto, kamu dimana sayang?" begitu isi pikiran Zain.
__ADS_1