Akhir Sebuah Perselingkuhan

Akhir Sebuah Perselingkuhan
ASP-15


__ADS_3

Setelah menerima telpon dari Zain putra semata wayangnya, Papa Juan pun menelepon Ayah Wina untuk mengabari acara lamaran dadakan tersebut. Berikut acara pernikahannya seminggu kemudian. Namun orang tua Wina menolak jika acara lamarannya diadakan besok dan pernikahan dilaksanakan minggu depan, beliau ingin mengundang beberapa saudaranya saat acara pertunangan Wina.


Papa Wina juga ingin putrinya menikah secara sah baik agama dan negara, apalagi Wina masih berkewarganegaraan Indonesia, tentunya prosedur yang dibutuhkan lebih rumit. Beliau akan memberitahu jika proses surat menyurat ijin numpang nikah sudah selesai. Ternyata ribet ya gaes nikah di negara orang.


Dan akhirnya di putuskan bahwa pertunangan Wina dilaksanakan minggu depan dan pernikahannya bulan depan, itupun kalau surat keterangan menikah dari KBRI sudah selesai. Meski Zain sedikit kecewa karena niatnya menghalalkan Wina harus tertunda, tapi tidak menyurutkan niatnya untuk mempersiapkan acara pertunangannya.


Dia mulai menyebar undangan pertunangan ke semua rekan dosen dan dokter tempatnya bekerja. Berita ini tak luput dari pengamatan Dion.


"Sial, ternyata dia tidak terpengaruh dengan ucapanku kemaren" geram Dion.


Sepertinya Dion harus menjalankan rencana terakhir. Dion akan melakukan rencananya sehari sebelum acara pertunangan Wina sehingga bisa dipastikan acara pertunangan tersebut gagal. Dion pun mulai menelepon anak buahnya dan meminta untuk memata matai rumah Wina, begitu ada kesempatan dia akan langsung mengeksekusinya.


"Bos, target sepertinya akan selalu keluar di pagi hari, bagaimana kalau kita eksekusi besok, kami akan menyamar menjadi sopir taxi?" tanya detektif itu.


"Baik, laksanakan" ucap Dion sambil menyeringai.


Pagi ini, Wina malas sekali keluar, tapi dia harus menjemput kakak dan adik dari ibu dan ayahnya yang telah sampai. Mereka ingin sekali melihat keponakan tercintanya bertunangan, dan juga kapan lagi mereka mengunjungi negara lain kalau tidak ada momen seperti ini. Apalagi tiket sudah tersedia. Sungguh kesempatan langka bagi paman dan bibi Wina.


Wina pun memesan taxi. Tak lama taxi sudah berada di depan rumahnya. Tanpa menaruh curiga Wina langsung menaiki taxinya, "To the airport, please" ucap Wina.


"Alright miss" sopir itu menjawab.

__ADS_1


Beberapa menit setelah mobil berjalan berhembus parfum aromaterapi. Wina yang awalnya menyukai aromanya, lama kelamaan menjadi mengantuk, hingga akhirnya ia pun tertidur.


"Bos, target sudah siap menuju bandara" ucap sopir taxi itu.


"Baik, langsung eksekusi, kutunggu di jet pribadiku" ucap Dion.


"Siap boss" balas sopir itu.


Sang sopir bukannya menuju ke bandara melainkan berbalik arah menuju sebuah gedung yang diatasnya sudah terparkir jet pribadi milik Dion. Dion langsung keluar begitu mendapati anak buahnya tengah membopong Wina. Lalu dia mengambil alih tubuh Wina untuk digendongnya dan kemudian dibawa masuk ke dalam pesawat jet nya, "Jalan" perintahnya.


Pesawat pun mengudara. Melihat Wina yang tak sadarkan diri dalam pangkuannya, Dion menyeringai, "Akhirnya kamu milikku" ucapnya sambil membelai pipi halus sang pujaan hati.


Rombongan paman dan bibi Wina yang sudah datang pun kebingungan, pasalnya tidak ada orang yang menjemputnya. Sang paman pun menelepon kakaknya, dia pun bertanya, " Mas, ini siapa yang jemput kita? Kok tidak ada? Kalau lagi sibuk saya langsung saja menuju ke rumah mas naik taxi."


Ayah Wina pun merasa heran, kenapa Wina belum sampai juga padahal sudah sejam yang lalu dia berangkat. Akhirnya dia pun menelepon Wina tapi nomornya tidak aktif, dia pun menanyakannya pada Zain, barangkali Wina pergi bareng Zain menjemput paman dan bibinya.


"Zain, apakah Wina bersamamu ke bandara, ini sudah dari satu jam yang lalu kata paman dan bibinya belum sampai," ucap ayah kuatir.


Mendengar hal itu, Zain kaget luar biasa, pikirannya tak tenang, pasalnya saat ini dia berada di LA bersama Papa dan Mamanya. Karena tidak ingin menambah kekhawatiran ayah Wina, Zain pun bilang Wina ada bersamanya, dia beralasan Wina harus pergi ke butik fitting gaun yang akan dipakainya. Zain menyuruh paman dan bibi untuk naik taxi saja ke rumah Wina. Meski marah dengan tingkah laku Wina namun ayah lega karena ternyata Wina ada bersama Zain.


"Haahh dasar anak jaman sekarang, seenaknya saja, kalau dari awal bilang mau fitting baju kan tidak kusuruh menjemput paman dan bibinya" oceh ayah.

__ADS_1


Zain langsung mengerahkan anak buahnya menyelidiki kasus ini, dan ternyata dari cctv diketahui bahwa Wina sudah pergi naik taxi kemudian taxi yang seharusnya ke bandara berbalik arah ke sebuah gedung.


"Sial, ada yang ingin main main denganku rupanya" gumam Zain. Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa seluruh gedung itu. Tapi nihil. Tidak ada Wina disana.


Anak buah Zain kembali memberitahu bahwa sepertinya Wina dibawa pergi menggunakan jet pribadi, karena diatas gedung terdapat landasan helipad.


Mendengar hal itu Zain meradang, "Awas kau Dion, akan kuhabisi kau begitu aku temukan dirimu" murka Zain sambil mencengkeram gelas yang dipegangnya hingga pecah. Papa Juan yang melihatnya kebingungan, dia pun menyentuh pundak anaknya dan bertanya, "Ada apa Son?."


Zain pun menceritakan semua yang terjadi pada papanya. Setelah menganalisa, sang Papa kembali bertanya, "Apa ada yang kau curigai."


"Dion, mantan pacar Wina," sarkas Zain.


Papa Juan pun menyuruh anak buahnya menyelidiki hilangnya calon menantunya. Tidak butuh waktu lama, mereka pun memberi kabar bahwa Dion memang membawa Wina pergi naik jet pribadi menuju ke Indonesia. Dan Wina dibawa dalam keadaan tidak sadar. Mereka membawa serta foto foto saat Wina tak sadarkan diri.


Setelah mempersiapkan rencana, malam ini juga Zain beserta kedua orang tuanya pergi ke Indonesia. Mereka membawa jet pribadi mereka agar lebih cepat sampai. Zain pun menyampaikan hal yang sebenarnya pada Ayah Wina. Karena bagaimanapun mereka orang tua Wina. Mendapat kabar bahwa putrinya diculik, Ibu Wina langsung pingsan. Ayah Wina pun menyuruh Zain untuk mencari putrinya dan membawanya kembali, sedangkan dirinya akan membawa sang istri ke rumah sakit.


Pesawat Dion sampai lebih dulu, setelah menempuh perjalanan selama 25 jam. Wina masih belum sadarkan diri sampai saat ini karena begitu sampai di pesawat, Dion kembali menyuntikkan obat tidur agar Wina baru bangun saat mereka berada di villa.


Tidak sampai 2 jam Dion sudah sampai di villa. Mereka tiba saat tengah malam. Dion pun menidurkan Wina di ranjang kamarnya. Sebelum pergi, Dion pun mengecup kening Wina sambil berkata, "Besok pagi kamu sudah menjadi istriku." Kemudian Dion keluar dan mengunci pintunya agar kalau sewaktu waktu Wina sadar tidak bisa melarikan diri.


Dion sudah mempersiapkan semuanya, besok pagi pagi petugas KUA setempat beserta penghulu sudah siap menikahkan mereka. Rasanya Dion tak sabar menunggu esok hari.

__ADS_1


Wah Zain kamu keduluan Dion deh....


__ADS_2