
Hari sudah berganti dengan Minggu dan Minggu berganti dengan bulan,kini pasangan yang tengah berbahagia itu sedang menanti kehadiran buah cinta mereka.untuk melengkapi kebahagiaan rumah tangga mereka.
"Sayang bangun lah.kata Syifa sambil mengelus perut nya yang terasa sakit dari tadi
"Aku sangat mengantuk sayang,ada apa?tanya Hendra yang masih enggan membuka mata nya
hiks hiks hiks
Suara tangisan yang dari tadi Syifa tahan akhirnya pecah juga.Hendra yang mendengar suara isakan sang istri pun langsung bangun dan betapa terkejut nya dia saat melihat istri nya sedang berjongkok sambil memegang salah satu kaki tempat tidur mereka.
"Sayang kamu kenapa?tanya Hendra sambil mengangkat tubuh istri nya
"Mas ini sangat sakit sekali,aku sudah tidak kuat.ucap Syifa
"Sayang jangan menagis lagi ya, kasihan anak kita.kata Hendra sambil mengelus perut istri nya
"Mas seperti nya aku akan segera melarikan,saat merasa air mengalir di bawah sana
Hendra yang melihat itu pun begitu panik,dan segera menggendong tubuh istri nya yang tidak riangan itu turun kebawah.
"BI mar,teriak Hendra Setelah Sampai di lantai bawah
"Iyah tuan.jawab BI mar dengan penampilan yang sedikit berantakan Karena baru bangun
"BI nanti susul kami kerumah sakit dan bawa semua keperluan istri saya dan satu lagi tolong kasih tau ayah.kata Hendra
"Baik tuan hati-hati.jawab BI mar
__ADS_1
Hendra menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh,karena merasa sangat Kasihan melihat istri nya yang begitu kesakitan
"Sayang bersabar lah dan jangan tutup matamu.kata Hendra dengan wajah yang memucat
"Mas ini Sangat sakit sekali,jawab Syifa dengan suara yang begitu pelan
"Sayang bertahan lah aku tau kalau kalian itu kuat,jadi aku mohon jangan tutup matamu.kata Hendra dengan menahan air mata nya,sungguh dia tidak pernah membayangkan kalau istri nya akan merasakan sesakit ini
Syifa sudah tidak menjawab lagi karena perut nya benar-benar terasa sangat sakit'.air mata nya tidak henti-hentinya mengalir hingga tiba-tiba Syifa kehilangan kesadaran nya.
"Sayang bangun.kata Hendra dengan sedikit berteriak
Tidak mendapat jawaban dari sang istri membuat Hendra mengehentikan mobil nya.
"Sayang aku mohon bangun lah,ucap Hendra menepuk pipi istri nya
"Tuhan aku mohon jangan kau ambil mereka dari aku secepat ini.batin Hendra dengan menjalankan mobilnya nya lagi
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan rumah sakit,Hendra langsung membawa istri nya masuk dengan berteriak memanggil dokter
"Dokter... dokter.teriak Hendra tanpa perduli dengan semua pasien yang ada di rumah sakit tersebut
Mendengar keributan yang ciptakan oleh Hendra membuat beberapa perawat dan dokter menghampiri nya.
"Dokter aku mohon tolong selamatkan mereka.kata Hendra yang ingin ikut masuk kedalam
"Maaf pak,biar kan kami melakukan pekerjaan kami dengan tenang.bapak tunggu di luar saja.ucap sang dokter
__ADS_1
"Aku mohon selamatkan istri dan anak aku dok.ucap Hendra dengan memohon
"Kami akan melakukan yang terbaik pak,jadi bapak tunggu diluar saja dan bantu kami dengan doa bapak agar semua nya berjalan dengan lancar.kata dokter Richard
Setelah melakukan pemeriksaan dokter Richard keluar untuk menemui Hendra karena mereka membutuhkan persetujuan untuk melakukan operasi.
"Maaf pak kondisi pasien saat ini sedang kritis karena pendarahan yang cukup parah.jadi untuk menyelamatkan nyawa kedua nya kami butuh persetujuan dari pihak keluarga untuk melakukan operasi.jelas dokter
Hendra yang mendengar itu pun merasa dunia nya jadi berantakan,kalau saja dia tau kalau istri nya akan menderita seperti ini maka dia tidak akan ingin memiliki anak.
"Lakukan secepat nya dok,tolong selamatkan nyawa istri aku.kata Hendra
"Kami akan melakukan sebisa yang kami mampu pak.jawab dokter Richard
"Kalau istri saya kenapa-kenapa maka saya akan menuntut kalian semua,dan tentu saja kalian tau apa yang akan kalian dapatkan.ancaman Hendra membuat dokter Richard berdegik ngeri
Lampu merah masih menyala yang bertanda kalau operasi nya masih berjalan,Hendra dari tadi sudah seperti setrika yang mondar-mandir.
"Hendra duduk lah dan berdoa agar semua nya baik-baik saja.kata pak Dinata yang baru saja datang
Hendra langsung memeluk tubuh tua renta itu,ini pertama kali nya dia memeluk ayah dari istri nya ini.
"Aku sangat takut kehilangan orang-orang yang aku sayang lagi ayah.ucap Hendra tanpa malu meneteskan air mata nya
"Kau harus percaya kalau istri dan anak mu akan baik-baik saja,jawab pak Dinata sambil menepuk pundak Hendra
Setelah merasa lebih tenang akhirnya Hendra bisa duduk dengan tenang,kini diruang tunggu sudah ada Martin juga.
__ADS_1
"Aku berjanji tidak akan memiliki anak lagi, dan ini yang terakhir istri aku merasakan sakit seperti ini.aku tidak akan pernah membiarkan nya sakit lagi.batin Hendra dengan sungguh-sungguh tidak ingin memiliki anak lagi