
Di dunia ini kita memang diharuskan untuk merasakan pahit manisnya kehidupan, mungkin saat ini gadis kecil itu lah yang merasakan nya.dia di paksa untuk dewasa sebelum waktunya,dia harus menjalani hari-hari nya penuh dengan perjuangan. Sudah banyak air mata yang di keluarkan kan nya,sudah tidak terhitung lagi sedalam mana rasa sakit yang dia rasakan. Mungkin kalau orang lain pasti sudah akan menyerah dan membiarkan diri nya mati begitu saja,tapi tidak dengan Bintang gadis kecil yang sudah dewasa itu, dia bertahan dengan segala kesakitan yang diberikan dunia pada nya hingga saat nya nanti dia akan bahagia.
Pagi ini Bintang begitu bahagia saat melihat paman nya Martin datang menjemput nya, senyuman nya merekah begitu indah karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan sang Kakek.
"Paman kenapa baru menjemput Bintang"?tanya nya sambil cemberut
"Maafin paman ya nak, baru bisa menjenguk gadis paman yang cantik ini sekarang."kata Martin dengan wajah sendu, bagaimana nanti kalau gadis malang ini mengetahui yang sebenarnya.
"Tidak apa-apa,kita berangkat sekarang aja yuk paman, Bintang kangen sama kakek."ucap nya
"Baiklah tapi kita harus ijin dulu sama ayah mu nanti kalau tidak Bintang akan di cariin."kata paman Martin
"Tidak usah paman karena ayah tidak akan perduli Bintang ada di rumah atau tidak."jawab Bintang jujur
Martin lupa kalau mantan sahabat nya itu sudah berubah,sudah tidak memiliki hati.
"Bintang apa kakak boleh ikut?"ucap Fika yang melihat adik nya begitu bahagia
"Tentu saja kak,tapi apa ayah tidak akan marah kalau kakak ikut"jawab Bintang
"Ayah lagi tidak ada di rumah maka nya kakak berani ikut."kata Fika sambil tersenyum
Sepanjang perjalanan Bintang terlihat bahagia karena dia akan bertemu dengan kakek nya, hingga tidak terasa mereka sudah tiba.
"Paman kita kenapa kerumah sakit"?tanya Bintang heran
__ADS_1
"Iyah bukan kah tadi paman bilang kalau kita akan bertemu kakek"seru Fika
"Iyah kita akan bertemu dengan Kakek kalian."jawab Martin sedih karena Dia tidak akan tau bagaimana nanti reaksi gadis kecil nya itu kalau tau kakek nya sedang sekarat
Mereka melangkah masuk kedalam dengan pemikiran masing-masing, Bintang masih dengan wajah senyum nya walau hati nya sedang tidak baik-baik saja. sesampainya di depan ruang VVIP Martin membuka pintu dan menyuruh kedua gadis itu masuk. Kakak beradik itu sangat terkejut karena di dalam mereka melihat sang ayah.
Mata indah itu seolah seperti kaca yang dilemparkan hingga terpecah menjadi beberapa bagian,air mata nya sudah berjatuhan saat melihat kondisi kakek nya yang begitu dicintai nya sedang terbaring lemah.
"Kakek"ucap nya sambil berlari keranjang kakek nya dan di ikuti oleh kakak nya
"Cucu Kakek tidak boleh menangis,cucu Kakek gadis yang kuat."kata sang kakek dengan meraih wajah Bintang
"Kakek mengapa mau tidur disini!kita harus pulang sekarang."ucap Bintang sambil tersenyum
"Bintang janji kalau Bintang akan jadi anak yang kuat dan pintar, Bintang tidak akan pernah menangis lagi."jawab Bintang sambil tersenyum walau mata nya tidak bisa di Bohongi
Semua yang ada di ruangan itu ikut terhanyut dalam kesedihan kecuali satu orang,iya Hendra merasa muak berada di dalam.
"Fika kemari lah nak"ucap nya dengan suara yang bertambah lemah
"Iyah kek"
"Nak berjanji lah kalau kau akan jadi kakak yang selalu menjaga dan melindungi adik mu ini, karena adik mu hanya punya kau di dunia kau pasti tau itu kan."
"Iyah kek Fika janji akan jadi kakak yang baik buat bintang,"jawab Fika tidak yakin karena dia mungkin akan banyak menyakiti hati adik nya itu
__ADS_1
Tuan Dinata menatap wajah cucu nya dengan tersenyum, mungkin dia akan bisa pergi dengan tenang sekarang. Bintang yang melihat mata kakek nya hendak terpejam pun langsung naik ke atas ranjang dan membisikkan kalimat yang dapat mengantarkan kakek nya ke surganya Allah.
"Asyhadualla Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah" Bintang membisikkan nya dengan air mata yang sudah merah menahan tangis nya.
Setelah mengucapkan syahadat sang kakek pun menghembuskan nafas terakhir nya dengan wajah tersenyum.
Orang yang ada di dalam sempat terkejut dengan apa yang di lakukan Bintang tadi, bagaimana mungkin dia naik ke atas ranjang kakek nya dengan melompat. Dan saat bintang mengucapkan syahadat di telinga kakek nya wajah yang tadi pucat itu berubah jadi berseri.
"Saya berjanji tuan akan menjaga nona Bintang dengan sepenuh hati."batin Martin setelah dokter memastikan kalau atasan nya itu sudah tidak ada
Hendra sudah seperti iblis yang merasa begitu senang saat melihat orang-orang di sekitar nya berduka, seolah ini adalah hari paling membahagiakan untuk nya. Tidak ada tersirat sedikit pun rasa duka cita di wajah nya yang ada wajah nya terlihat bahagia.
"Sekarang sudah tidak ada lagi orang yang akan menghalangi aku untuk mendapatkan apa yang aku mau,"batin Hendra sambil berlalu pergi keluar dari ruangan yang penuh dengan tangisan itu
bersambung
maaf ya kalau part ini gaje lagi gak enak badan,jadi minta doanya ya teman-teman biar cepat pulih.
oh iya aku juga minta dukungan nya yah gak papa kok walaupun cuma komen "LANJUT" aku udah seneng, maaf kalau aku terlihat memaksakan diri atau memaksa teman-teman.
Aku hanya penulis amatir yang belum bisa memuaskan teman-teman dengan suguhan cerita yang menarik dan bagus.
Tapi walupun aku baru mulai aku selalu berusaha memperbaiki diri dan tulisan aku ini.jadi aku minta support dari teman-teman
cukup di like coment dan Vote dan jangan lupa tombol love juga Bintang nya,karena dengan kalian kasih aku Bintang lima sudah menunjukkan teman-teman mendukung tulisan aku ini. Terimakasih dan maaf kalau udah banyak tulisan yang tidak penting ini.
__ADS_1