
Pagi ini cuaca tidak seperti biasanya, matahari masih enggan untuk memperlihatkan cahaya nya yang terang.mungkin semesta pun tau kalau ada salah satu penduduk bumi yang sedang bersedih.seorang wanita yang perut nya kini sudah semakin besar sedang meratapi nasibnya sendiri,hingga derapan langkah suami nya membuyar kan lamunan Syifa.
"Sayang kamu lagi ngapain?"tanya Hendra sambil memeluk istrinya,jangan kalian pikir memeluk dengan arti tangan nya berada di perut buncit sang istri tapi kini tangan nya berada di atas dada istri nya.
"Lagi nungguin matahari terbit,tapi dia seperti nya sedang marah mas."jawab Syifa sekenanya
"Kamu lucu tau gak sih yang,masa matahari di tungguin."kata Hendra sambil tersenyum
"Iyah aku memang lucu mas,bahkan sangking aku lucu nya kau menganggap aku seperti boneka yang tidak memiliki perasaan."kini Syifa sudah menurunkan tangan suaminya
"Ada apa dengan mu"kata Hendra
"Aku ingin bertanya untuk yang terakhir kali nya padamu mas"
"Mau ngomong apa"tanya Hendra yang kini mengikuti langkah kemana istri nya berjalan
"Mas mau sampai kapan kau membenci anak yang tidak berdosa ini"ucap Syifa sambil mencengkram erat kemeja yang di kenakan suami nya hingga kusut,itu tanda kalau saat ini dia sedang menahan amarahnya
"Kau jelas sudah tau jawabannya dari dulu,tapi karena kau menanyakan nya maka akan aku jawab sekali lagi. AKU TIDAK AKAN PERNAH MENERIMA KEHADIRAN NYA."jawab Hendra sambil melepaskan cengkraman sang istri
Air mata Syifa sudah beranak Pinak,luka hati nya semakin dalam.memang salah nya sendiri yang menanyakan hal seperti itu berharap kalau suami nya memberikan nya Jawab yang membuat nya tersenyum.syifa hanya bisa memandangi punggung suami nya yang semakin menghilang.
"Sayang tadi saat ayah bicara kamu tutup telinga kamu kan,Ade tidak dengar kan apa yang ayah katakan tadi."ucap Syifa sambil mengelus perut nya
Setelah merasa lebih tenang akhirnya kini Syifa turun kebawah lagi dan lagi dia hanya bisa tersenyum sambil menahan sesak dada nya . melihat suami nya yang begitu memanjakan anak pertama nya itu,lalu apa beda nya dengan bayi yang belum lahir ini.
"Bunda"teriak Fika saat melihat sang bunda menuruni anak tangga
"Putri bunda sudah cantik gini memang nya mau kemana"?tanya Syifa sambil memberikan ciuman di kening putri nya
"Loh kok bunda tanya mau kemana?memang nya ayah tidak bilang sama bunda kalau hari ini kita akan ke mall"jawab nya sambil menatap sang ayah
"Maaf princess nya ayah ,karena lupa ngasih tau bunda."kata nya sambil membuat wajah nya seperti anak kecil
__ADS_1
"Sudah jangan ngambek lagi sayang kan bunda ada disini."ucap Syifa
"Baiklah kali ini kakak akan maafin ayah tapi tidak untuk lain kali."jawab nya yang masih manyun
"Iyah Ade,maafin ayah ya."Hendra lagi dan lagi menambah luka di hati Syifa
"Ayo Bun,kita masuk mobil duluan."ajak nya sambil menarik tangan sang bunda.sebenar nya Syifa tidak ingin ikut karena merasa badan nya tidak enak,tapi melihat senyum di wajah putri nya pun membuat nya tidak tega untuk melunturkan senyum itu.
Sepanjang perjalanan Syifa dan Fika asik bercanda di kursi penumpang karena tadi Fika meminta bunda nya duduk di belakang bersama nya.
"Bun Ade bayi lahir nya kapan?"tanya Fika sambil sesekali mengelus perut bunda nya
"Sebentar lagi nak,kurang lebih satu bulan lagi.kan sekarang Ade nya baru delapan bulan"jawab Syifa mengelus rambut Fika
"Nanti kalau Ade lahir cantik tidak Bun?"tanya nya lagi yang membuat Syifa tersenyum
"Pasti cantik dong,kan kakak nya juga cantik."
Hendra yang mendengar obrolan dua wanita beda usia itu pun dia buat kesal karena tidak bisa ikut terlibat dalam obrolan mereka.sesampai nya di mall mereka langsung berjalan ketempat wahana permainan karena memang itu salah satu tujuan mereka.
"Iyah sayang,"jawab Hendra yang selalu berusaha untuk mewujudkan semua keinginan putri nya
Sementara Syifa hanya duduk memperhatikan suami dan anak nya.karena merasa jenuh akhirnya Syifa berjalan-jalan ke toko pakaian bayi yang tidak jauh dari suami dan anak nya.
"Ini lucu-lucu sekali"ucap Syifa yang sedari tadi mengembangkan senyumnya saat melihat baju dan sepatu bayi, hingga tidak menyadari kalau dia sudah belanja banyak.
"Bunda dari mana saja"tanya sang putri
"Maafin bunda ya nak sudah ninggalin kalian tadi"jawab Syifa merasa bersalah karena membuat anak dan suami nya mencari nya
"Kamu dari Mana aja sih?"tanya Hendra kesal
"Maaf mas tadi aku lagi beli beberapa baju buat putri kita."jawab Syifa sambil memperlihatkan kantong belanjaan nya
__ADS_1
"Aku tidak peduli kalau kau mau membeli apa,tapi setidaknya jangan buat putri aku kelaparan karena menunggu mu belanja yang tidak penting itu"kata Hendra langsung membuat Syifa tersenyum kecut
"Seperti nya kau salah mas,Fika bukan hanya putri mu tapi juga putri aku.dan aku yang melahirkan nya hingga mempertaruhkan nyawanya aku,jadi jangan berbicara seolah kau lah yang paling menyayangi nya."jawab Syifa yang kini menghapus air mata nya dengan cepat agar putri nya tidak melihat nya menangis
"Ayah kenapa memarahi bunda seperti itu"kata Fika sambil memeluk salah satu kaki bunda nya
"Sayang ayah tidak marah sama bunda kok,"ucap Syifa yang melihat Putri nya bingung melihat perdebatan mereka
"Iya nak,ayah tidak marah tadi hanya sedikit kesal karena terlalu khawatir sama bunda."kata Hendra sambil membawa Fika kedalam gendongan nya.
Setelah perdebatan tadi akhirnya mereka memasuki salah'satu tempat makan yang ada di dalam mall.
"Mau pesan apa nak"tanya Syifa
"Mau makan sama burger Shah deh Bun"jawab nya sambil menerima suapan es krim yang di berikan ayah nya.
Setelah selesai memesan menu yang mereka ingin kan ,Hendra memberikan daftar pesanan mereka pada salah satu karyawan yang tengah berdiri tidak jauh dari mereka.
"Bunda tidak apa-apa"tanya Fika saat melihat bunda nya sesekali memejamkan mata nya
"Bunda tidak apa-apa nak"jawab Syifa sambil memaksakan senyum nya
Hendra langsung melihat sang istri dan duduk di samping nya,saat wajah Syifa terlihat pucat.
"Kita pulang saja"kata Hendra khawatir
"Tidak mas,aku sudah lebih baik kok tadi itu Dede nya hanya melakukan pergerakan.mungkin dia juga senang melihat kita bersama."jawab Syifa yang memang sudah merasa lebih baik
Mendengar hal itu membuat Hendra langsung pindah duduk lagi, Syifa hanya bisa tersenyum sambil mengusap perut nya dan berharap anak nya tidak akan tau apa yang terjadi.
bersambung
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih 😊
__ADS_1
oh ya jangan lupa tinggalkan satu kata buat Hendra dan Syifa