
Mentari sudah menyinari bumi dengan cahayanya yang begitu cerah,Dian yang menemani putri nya semalam terbangun saat asisten rumah tangga nya membangunkan nya.
"Ini sudah jam berapa"? tanya dian
"Sudah pukul tujuh nyonya"jawab BI Ani sambil menunduk
"Bodoh mengapa kau baru membangunkan aku sekarang"bentak Dian karena dia takut suami nya sudah pergi ke kantor sementara putri nya masih terkunci
"Maaf nya tapi tuan yang memperingatkan tadi agar nyonya tidak di bangunkan ."jawab BI Ani yang ketakutan
Dian langsung mendorong pembantu rumah nya itu karena sudah membuat nya kesal dengan perkataan nya tadi. Dian langsung mencari ponsel nya dan langsung menghubungi suami nya
"Mas kamu jangan keterlaluan seperti ini, dimana kunci gudang kau simpan."cerocos Dian saat panggilan nya sudah tersambung
"Aku sudah menyuruh pelayanan untuk mengantarkan makanan pada anak nakal itu dan jangan berani-berani untuk menyuruh nya keluar sebelum aku yang menyuruh nya."jawab Hendra yang langsung mematikan panggilan nya.
Hendra masih belum puas untuk memberikan putri nya hukuman, karena dengan seperti itu dia berharap putri nya itu berubah lebih baik.
Sementara di rumah Dian begitu murka akan kelakuan suami nya,ini pertama kali nya suaminya ikut campur tentang masalah putri nya. dia tidak mungkin tega melihat putri nya yang terkurung di gudang yang gelap itu rasa nya sangat sakit.
"Berikan kunci nya pada aku."bentak Dian pada semua asisten rumah tangga nya
"Maaf nya tapi kami hanya menjalankan perintah dari tuan."jawab BI Ani
"Kalau kalian masih ingin bekerja maka berikan kunci nya atau tidak kalian akan saya pecat."ucap nya lagi
Tidak ada yang berani memberikan nya karena mereka lebih takut kepada pemilik rumah ini dari pada sang nyonya arogan yang selalu merendahkan mereka.
"Sayang apa kau baik-baik saja?"tanya nya sambil menempelkan telinganya pada pintu yang masih tertutup rapat
"Mah tolong keluarkan Ria dari sini"rengek nya
__ADS_1
"Jangan takut sayang Mama ada di sini buat nemenin kamu,jadi jangan menangis lagi ya."jawab Dian
"Aku benci papa"teriak nya
Dian hanya bisa menenangkan putri nya yang masih menangis,sama sekali dia tidak beranjak dari depan pintu hingga sore hari sampai sang suami pulang.
"Mas sudah cukup hukuman yang kau berikan pada putri aku, sekarang mana kunci nya."ucap Dian menahan marah nya
"Dia juga putri aku dan ini semua terjadi karena kau terlalu memanjakan dirinya,apa yang kau pikir anak gadis mu memiliki teman-teman berandal seperti kemarin.dia masih anak sekolah tapi sudah bergaul dengan orang-orang seperti itu,mau jadi apa anak itu kalau kau selalu membela nya."jawab Hendra yang tidak kalah kesal
"Tapi mas kasihan putri kita kalau masih di dalam,atau jangan-jangan kau ingin balas dendam karena dulu kau sering memasukkan anak sialan itu kedalam gudang."tebak Dian
Mendengar nama anak yang susah di lupakan nya membuat Hendra marah,tidak tau kenapa dia di hantui dengan wajah anak itu.
"Jangan berani-berani kau untuk menyebut nama anak itu lagi kalau kau masih menyayangi dirimu."bentak Hendra sambil berjalan menuju dapur meminta pelayanan untuk membuka pintu gudang
Setelah pintu terbuka ria langsung keluar dan langsung memeluk Mama nya, Bukan nya minta maaf pada sang ayah anak itu malah marah tidak jelas.
Hendra yang tadi masih kesal karena perkataan sang istri kini bertambah marah, bagaimana mungkin putri nya ini begitu berbeda dari sang kakak.
"Kalau kau masih ingin putrimu ini tinggal di rumah ini maka ajari dia sopan santun,kalau tidak kau tidak akan pernah melihat nya lagi."ancam Hendra pada sang istri
Dian merasa seperti mengingatkan nya pada masa lalu, dimana anak dari suami nya itu sering di masukkan kedalam gudang,sering di marahi dan juga anak kesayangan sang suami di suruh Sekolah keluar negeri. Tentu saja dia tidak ingin putri kesayangannya harus mengalami hal yang sama.
"Sayang Mama mohon untuk sementara waktu jangan buat ayah kesal ya."mohon Dian setelah membawa putri nya masuk ke dalam kamarnya
"Ria benci papa"jawab nya kesal
"Nak dengarkan Mama,kalau kau masih bikin papa kesal nanti papa akan membawa mu pergi jauh dari mama dan tentunya kau tidak akan pernah merasakan kebebasan lagi."rayunya
"Baiklah ria akan menjadi anak yang penurut untuk sementara buat papa"jawab ria karena dia juga tidak ingin berpisah dari kekasihnya
__ADS_1
Mendengar sang putri sudah mau berubah membuat Dian sedikit bernafas lega,dan sekarang tugas nya untuk meredam emosi sang suami. Dian meninggalkan putri nya dan masuk ke dalam kamarnya, Disana dia melihat sang suami yang tertidur.
"Mas apa kau masih marah"kata Dian sambil membelai rambut sang suami
"Pergilah aku lagi mau sendiri."jawab nya tanpa membuka mata nya
"Aku minta maaf mas,dan juga aku akan mendidik anak kita lebih baik lagi jadi sudahi marah nya ya"bisik Dian
Tidak mendapat respon dari sang suami Dian memulai aksinya,Dian membelai sesuatu yang ada di dalam celana sang suami hingga berdiri tegak. tidak hanya itu bibir nya juga tidak tinggal diam, hingga membuat pertahanan sang suami roboh.
Hendra hanya diam saja dan membiarkan istri nya yang bekerja, karena dia tau istri nya itu akan membuat nya terbang dengan permainan nya.apa lagi kalau sang istri ingin mendapatkan maaf dari nya,maka Dian akan bekerja dengan sangat sempurna.
Di dalam kamar yang dingin itu kini berubah jadi panas, walaupun sudah berumur tapi kalau soal ranjang jangan di ragukan lagi.stamina mereka masih seperti anak muda yang baru bercinta.
"Mas kamu sudah memaafkan aku kan."?tanya Dian setelah melakukan pertempuran beberapa jam yang lalu
"Sudah"jawab Hendra sambil memeluk guling hidupnya itu
"Jangan cuek gitu dong mas jawab nya"rengek nya manja
"Diam lah sayang kalau kau masih banyak bicara maka nanti kau tidak akan bisa berjalan dengan benar."jawab Hendra yang merasa geli saat tangan nakal sang istri mengusap perut nya
"Siapa takut"tantang Dian
Mendengar hal itu tentu saja membuat Hendra langsung melahap nya lagi,iya mungkin benar kata orang kalau pasangan suami istri lagi bertengkar cara paling ampuh untuk meredakan nya adalah di ranjang. Contoh nya saja ini rasa kesal yang tadi masih memburu di hati sang suami seketika hilang.
bersambung
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan Vote juga kasih bintang Lima ya TERIMAKASIH.
Note:Aku bingung mau lanjut apa tidak ini cerita 😊, seperti nya pada tidak suka. Bukan nya mau ngeluh tapi kan nulis+ ngehalu itu gak gampang buat dituangkan dalam bentuk cerita 😒,like dan coment dari kalian sangat berpengaruh buat author amatiran kaya aku 😊.jadi aku minta maaf ya kalau ada kesalahan dan buat yang dukung aku mau ngucapin TERIMAKASIH 😘,
__ADS_1
Maaf curhat dikit 😂