AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
59


__ADS_3

Saat mereka tengah berbahagia ada seseorang di kejauhan sedang memukuli dada nya yang terasa begitu sesak.dia tidak bisa menangis untuk melupakan amarah nya.yang bisa dilakukan nya saat ini adalah segera menyelesaikan pendidikan nya dan menata hati nya yang hancur.


"Kalian bahkan hidup dengan bahagia dan penuh dengan tawa, sementara aku kalian buang begitu saja.apa kehadiran aku begitu tidak penting buat kalian,tapi tidak mengapa karena aku bisa memiliki orang tua yang lebih mencintai aku dengan tulus dan memiliki kakak yang sangat menyayangi aku.kalian boleh saja berbahagia saat ini dan jika suatu saat kalian menyadari keberadaan aku saat itu juga aku akan mengangkat kepala aku dengan tegak."batin bintang


Pagi hari bintang terbangun dengan suasana hati yang sudah lebih baik,bibir mungil nya membingkai senyum indah tak kala seorang wanita sudah dari tadi menggedor pintu kamar nya.


"Iyah kak bintang udah bangun"ucap bintang saat sudah membuka pintu kamar nya


"Dasar ya gadis nakal baru bangun jam segini.buruan mandi sana itu tukang rias nya sudah menunggu dari tadi."omel Mila


"Kakak kan bintang udah bilang tidak perlu di rias segala, lagi pula bintang hanya akan menghadiri wisuda seorang diri.ayah tidak bisa datang karena terlalu jauh."ucap bintang sedikit sendu


"Aish anak ini,kata siapa kau seorang diri hah.disini ada kakak ada max dan juga Harry,ada mama papa dan juga kakak aku"ucap Mila


"Oh ya kapan Tante sama om tiba kak,dan kenapa tidak bilang dari tadi."seru bintang pasal nya mereka sudah sering berbicara melalui telpon


"Mungkin saat ini mereka sudah ada di bawah,dan mama akan sangat kecewa melihat gadis nakal ini belum mandi juga."jelas Mila saat ponsel yang di genggaman nya bergetar dan menunjukkan pesan dari kakak nya yang sudah tiba

__ADS_1


Bintang langsung menutup pintu kamar nya dan langsung mandi karena diri nya tidak ingin kena Omelan dihari pertama mereka bertemu nanti.


Setelah sekitar lima belas menit akhirnya bintang selesai mandi dan langsung menuju kamar Mila, untuk menemui orang tua kakak angkat nya itu.


Mila hanya berdiri di depan pintu saat melihat Max dan Harry yang tengah di omeli, saat sibuk mengomel tiba-tiba wanita tua yang masih cantik itu mengehentikan suara nya.


"Pah coba liat siapa yang tengah berdiri di sana?"ucap Bu Leni saat melihat sosok gadis kecil yang tengah memperhatikan mereka


Pak Rudi menatap bintang penuh kekaguman bagaimana mungkin gadis belia itu akan ikut wisuda bersama putri nya, "kira-kira berapa IQ anak itu"? begitu lah kira-kira pemikiran pak Rudi


"Hei gadis nakal kenapa hanya berdiri disitu,apa tidak ingin memeluk Mama?"ucap Bu Leni yang memang sudah menganggap bintang putri nya juga


"Senang berjumpa dengan Tante"ucap bintang sambil mencium tangan Bu Leni


"Ternyata putri Mama begitu menggemaskan,dan mulai sekarang panggil Mama sama seperti kak Mila dan Brian"kata Bu Leni


"Terimakasih ma"ucap bintang sungkan

__ADS_1


"Apa papah tidak di anggap disini"?tanya Rudi yang melihat mereka asik sendiri


"Ah iya bintang lupa Om"kata bintang sambil mencium tangan pak Rudi


"Kok panggil om lagi panggil papa juga dong"sela pak Rudi yang membuat bintang hanya mengangguk dan tersenyum


Hati nya tentu saja saat ini sedang bahagia,tapi tidak bisa di pungkiri ada rasa sakit dihatinya Melihat kehangatan keluarga ini,diri nya jadi merindukan sang ayah.


Saat suasana haru biru itu seketika sunyi saat sosok laki-laki yang tak dikenalnya meminta mereka segera ke acara wisuda sang adik.


"Apa acara wisuda nya dilakukan disini"ucap nya sedikit geram karena sudah menunggu terlalu lama di dalam mobil


"Kakak jangan marah seperti itu dong ini kan hari bahagia Mila"jawab Mila sambil cemberut


Bintang baru sadar kalau laki-laki yang tengah kesal itu adalah anak tertua pak Rudi dan Bu Leni. Brian hanya menatap bintang sekilas saja karena dia tidak tau kalau gadis kecil itu akan diwisuda hari ini juga.


Tidak ingin membuat laki-laki itu semakin kesal akhirnya mereka berangkat juga, dengan bintang, Mila, Max dan Harry satu mobil karena mereka harus berganti baju dulu.

__ADS_1


"Baiklah sayang mama dan papa duluan ya kalian cepat lah datang,"ucap Bu Leni sambil memberikan pelukan hangat pada kedua putri nya


Brian tentu saja kaget melihat pemandangan yang di depan nya itu, bagaimana Mama nya yang begitu pemilih begitu dekat dengan gadis kecil itu. tapi karena tidak terlalu ingin tau Brian hanya diam saja dan berjalan duluan.


__ADS_2