
Hari berlalu begitu cepat hingga kini gadis yang dulu tidak pernah di inginkan itu sudah menjelma menjadi seorang sosok gadis yang sangat di butuhkan kehadiran nya.
Setiap hari bintang menghabiskan waktu nya di rumah sakit bahkan diwaktu libur nya sekalipun dia tetap menyempatkan diri untuk menjenguk pasiennya.tidak salah diri nya disebut sebagai malaikat penolong oleh pasien nya.
..........
Pagi ini Bintang menjalankan aktivitas nya seperti biasa,wajah nya yang cantik selalu bisa menghipnotis orang yang melihat nya.
"Pagi dokter bintang"sapa dokter Gwen sambil tersenyum
"Pagi juga dokter Gwen"jawab Bintang sambil membalas senyuman asisten kocak nya itu
"Pantesan aja pagi ini sedikit mendung apa dokter tau penyebabnya"?tanya dokter Gwen serius
"Mana aku tau dok,jika ingin tau kenapa hari ini mendung coba tanya kebagian BMKG"jawab Bintang
"Saya tidak perlu bertanya kepada bagian BMKG dok kenapa hari ini mendung karena saya sudah tau Jawabannya sekarang"kata Gwen yang suka sekali menggoda dokter pembimbing nya itu
"Kenapa memang nya cuaca jadi mendung"?tanya bintang dengan polos nya tanpa sadar kalau asisten nya itu sedang menggoda dirinya
"Karena mentari sudah merasa minder duluan dengan melihat wajah dokter yang penuh dengan cahaya kebahagiaan seperti ini."jawab dokter Gwen sambil mempercepat langkahnya sebelum dirinya mendapat jepitan kasih sayang dari bintang
Bintang hanya melongo mendengar perkataan dari Gwen, dirinya baru sadar kalau sedari tadi dia di goda oleh asisten nya itu.
Indonesia
Akhir-akhir ini Hendra merasa ada yang berbeda pada sang istri,bukan hanya sekali dia memergoki istri nya sedang melakukan penggalian telpon dengan sembunyi-sembunyi.
"Pagi semuanya"ucap Ria sambil ikut duduk di meja makan
__ADS_1
"Pagi juga sayang"jawab sang ibu sambil tersenyum
"Kapan kau akan menjadi dewasa dan merubah sedikit perilaku mu yang selalu membuat masalah itu"?tanya Hendra yang merasa sudah bosan dengan kenakalan Putri bungsu nya itu
"Fika ingin makan dengan tenang jadi apa kalian bisa membahasnya nanti setelah selesai sarapan"ucap Fika sedikit kesal dengan kehidupan nya ini
Hendra tidak melanjutkan perkataannya lagi karena dia tau kalau putri kesayangannya itu tidak ingin mendengar perdebatan yang selalu itu dan itu lagi yang di bahas.
Setelah Fika selesai sarapan dia langsung berangkat menuju tempat kerja nya tanpa memperdulikan ucapan sang ayah.
"Ayah tidak ingin tau lagi pokok nya tahun ini kau harus lulus dari sekolah,apa kau tidak malu pada teman-teman mu yang lain yang sudah kuliah dan kau masih saja menjadi anak SMA,?"tanya Hendra sambil menatap tajam pada ria yang seolah acuh tak acuh
"Bukan kah ayah yang melarang pihak sekolah untuk meluluskan aku seperti yang lain nya?"tanya nya balik pada sang ayah
"Ayah melakukan itu karena kau memang tidak layak untuk ..."belum selesai Hendra melanjutkan perkataannya sudah terputus karena ponsel istri nya yang tidak mau berhenti berbunyi
Hendra yang melihat sang istri membuat rasa curiga nya semakin bertambah,tapi untuk saat ini dia akan membiarkan nya sebelum dia memiliki bukti yang kuat.
Fika duduk di bangku kebesaran nya dengan pikiran yang melayang,Rasa nya dia sudah hampir putus asa untuk mencari sang adik. begitu banyak waktu yang dia korban kan tapi sampai saat ini dia masih belum bisa menemukan adik nya.
Fika sadar dari lamunannya saat suara dering telepon nya yang berbunyi untuk kesekian kalinya,dan saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya membuat sedikit senyum nya terukir.
"Halo"ucap Fika sambil tersenyum
"Apa kita bisa bertemu"?tanya Brian
"Bisa kapan"?jawab Fika dengan hati yang bahagia karena beberapa hari ini lelaki yang di cintai nya itu mengabaikan panggilan dari nya
"Nanti kita ketemu di tempat biasa saja sekaligus makan siang"kata Brian
__ADS_1
"Baiklah aku akan datang tepat waktu"ucap Fika sebelum mengakhiri panggilan nya
Waktu berlalu begitu cepat hingga kini Fika sudah berada di salah satu cafe tempat mereka bertemu,wajah nya masih dihiasi dengan senyum yang indah.
"Apa kau sudah lama"ucap Brian yang baru tiba
"Tidak aku baru saja sampai"jawab Fika memamerkan keindahan senyuman nya
"Ada hal yang ingin aku katakan"kata Brian langsung pada intinya
"Nanti saja bicara nya kita makan dulu aja ya soal nya aku sudah lapar"jawab Fika
Brian pun mengiyakan perkataan Fika karena dia juga tidak tau harus memulai dari mana. Setelah selesai makan kini Brian menatap gadis yang dihadapan nya ini
"Ada apa"?tanya Fika yang melihat wajah Brian yang tegang
"Aku hanya ingin minta maaf pada mu karena aku bukan orang yang baik untukmu"ucap Brian hati-hati
"Tunggu..jangan katakan kalau kau ingin menolak cintaku karena jika itu yang ingin kau katakan aku belum siap"jawab Fika dengan mata yang berkaca-kaca
Dan ini lah yang Brian takutkan dia tidak tega membuat sahabat nya ini terluka,dia tidak mau membuat wanita yang ada di hadapannya itu akan frustasi.tapi harus bagaimana lagi dia juga memiliki wanita yang di cintai nya.
"Aku sudah memiliki wanita yang aku cintai Fik,jadi aku minta kau melupakan cinta mu untuk aku.karena aku yakin kalau kau bisa menemukan yang lebih baik dari aku."ucap Brian sambil menggenggam tangan Fika yang sudah dingin
"Tolong biarkan aku egois kali ini,hanya kau yang aku miliki untuk saat ini.hanya kau yang mampu membuat hati aku tenang jadi aku mohon jangan meminta aku untuk melupakan mu."kata Fika sambil sesekali menghapus air mata nya
"Untuk beberapa hari kedepan aku akan pergi keluar negeri untuk menemui kekasihku jadi aku mohon jangan berbuat sesuatu yang akan merugikan dirimu sendiri,lagi pula kau masih memiliki keluarga yang mencintai mu."ucap Brian sebelum meninggalkan Fika
Fika hanya bisa menatap punggung lelaki yang dicintainya itu hingga menghilang,air mata nya Seolah tidak mau berhenti.hati nya sakit bahkan sakit sekali mengetahui lelaki yang di cintai nya sudah memiliki kekasih.
__ADS_1
"Jika cinta aku ini adalah sebuah dosa maka aku akan menerima nya,aku hanya ingin egois sekali ini saja,aku hanya ingin bahagia"batin Fika