
Tiga bulan sudah berlalu sejak kejadian hari itu,dan Hari ini Syifa benar-benar sadar akan sikap suami nya yang seperti bunglon.Syifa menjalani masa kehamilan nya hanya seorang diri, walaupun kenyataannya suami nya berada di samping nya.hendra tidak pernah menanyakan apa yang dia rasakan atau apa yang dia inginkan istri nya.bahkan saat Syifa mengalami fase ngidam nya pun Hendra tidak perduli.
"Apa yang akan terjadi pada anak-anak aku kalau nanti aku tidak ada"batin Syifa yang melihat bagaimana sikap suaminya pada putri nya yang selalu memanjakan nya.
"Bunda"teriakan dari sang putri yang sukses menyadarkan Syifa dari lamunannya
"Iyah ada apa sayang"jawab Syifa sambil memeluk putri nya
"Bun,kata ayah besok kita liburan ke pantai apa itu benar"?tanya nya sambil mengerjap kan mata indah nya
"Iyah nak benar tapi ada syarat nya loh"Syifa mencubit pipi gembul putri nya
"Yah kok pake syarat gitu Bun,"ucap nya dengan cemberut
"Syarat nya kakak harus mengerjakan tugas sekolah dulu baru boleh liburan."jawab Syifa
"Siap Bun,Ade akan mengerjakan tugas sekolah Ade sampai selesai.bunda tenang aja"kata nya penuh semangat
"Loh kok kakak nyebut Ade sih kan sebentar lagi punya Ade,jadi sebentar lagi Ade jadi seorang kakak."ucap Syifa sambil mengelus rambut sang putri
"Tapi kata ayah hanya punya anak satu,dan itu Ade"jawab nya jujur
deg
Jawaban dari mulut kecil putri nya sukses membuat hati Syifa bagaikan ditusuk ribuan jarum. Dia tidak pernah berfikir kalau suami nya sudah mengajari putri nya yang tidak benar.
__ADS_1
Sore sudah menjelang dan dari tadi Syifa tidak henti-hentinya mondar-mandir di dalam kamarnya untuk menunggu kedatangan suami nya.hingga orang yang di tunggu nya dari tadi akhirnya menampakkan diri.
"Sayang kamu kenapa"?tanya Hendra yang melihat istri nya sedikit pucat
Syifa sudah tidak kuat menahan air mata nya yang sedari tadi dia tahan.dada nya sesak hingga membuat nafas nya pun tersengal.bukan nya menjawab tapi Syifa malah menampar pipi suami nya dengan sisa kekuatan nya.ini pertama kali nya Syifa tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Apa yang sudah kau katakan pada anak kita mas"ucap Syifa yang kini sudah terduduk di lantai
Hendra masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini, dia merasa hargai diri nya terluka karena tamparan tadi.
"Apa yang kau lakukan hah"ucap Hendra
"Kau bertanya apa yang aku lakukan,bukan kah tadi kau lihat aku melakukan apa"jawab Syifa dengan menghapus air mata nya
"Kau jangan pernah meragukan bagaimana orang tua aku mengajari aku adab sopan santun kepada suami,tapi kau memang tidak pantas mendapatkan itu.kau tau mengapa karena kau adalah ayah terburuk yang ada di dunia ini."ucap Syifa dengan penuh amarah
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan hah,jangan jadikan aku kambing hitam seperti ini seolah aku melakukan kesalahan."kata Hendra
"Apa kau tidak sadar kesalahan mu, baiklah aku akan menjelaskan nya satu persatu.pertama kau sudah mencuci otak putri aku untuk membenci adik nya yang belum lahir ini,kedua kau bukan lah ayah yang baik,ketiga walaupun kau tidak menginginkan anak ini tapi aku mohon jangan buat putri aku untuk membenci adik nya ini.kau boleh tidak menganggap kehadiran nya tapi jangan buat mereka saling membenci."ucap Syifa yang kini sudah bersimpuh di hadapan suami nya
Hendra yang tidak tega melihat istri nya menangis pun langsung mendekapnya erat,dia sadar kalau apa yang dikatakan oleh istri nya itu benar ada nya.bahkan dia sendiri pun tidak tau mengapa dia begitu membenci calon anak keduanya itu.
"Maafkan aku karena lagi-lagi melukai hati mu, sungguh aku tidak bermaksud untuk membuat mu menangis lagi sayang."ucap Hendra sambil mencium kening Syifa
"Aku hanya ingin kau menerima kehadiran anak kita ini mas,dia tidak bersalah atas kehadiran nya.bukan kah dia anakmu juga mas,"jawab Syifa yang lagi dan lagi harus melebarkan sayap kesabaran nya agar suaminya mau menerima kehadiran bayi yang masih dalam kandungan nya.
__ADS_1
"Baiklah sekarang kau harus istirahat,dan maafkan aku karena sudah membuat mu menangis lagi."kata Hendra tanpa menjawab perkataan istri nya
Mungkin karena kelelahan akhirnya Syifa tertidur tanpa makan malam dulu,rasa nya dia ingin tidur untuk waktu yang lama agar rasa sakit nya berkurang.
Tepat pukul empat pagi Syifa bangun karena perutnya sakit, mungkin karena dia belum makan atau karena dia banyak pikiran.perlahan Syifa turun dari ranjang nya dan turun kebawah untuk mencari makanan.
"Maafkan bunda ya nak karena sudah buat Ade lapar."ucap Syifa merasa bersalah karena sudah mengabaikan kesehatan nya padahal sebelumnya dokter sudah mengatakan agar dia tidak boleh banyak pikiran.
Setelah selesai mengoles roti yang tadi di ambil nya Syifa membawa nya keruangan yang sudah di persiapkan nya untuk kehadiran anak kedua nya.
"Nanti kalau Ade sudah lahir bunda janji akan mengajak Ade sama kakak untuk bermain bersama,Ade harus jadi anak yang pintar yah agar sama seperti kak Fika yang selalu ayah banggain.maafin ayah ya nak kalau sampai saat ini belum bisa menerima kehadiran Ade,tapi Ade tidak perlu sedih kan masih ada bunda yang selalu menyayangi Ade."ucap Syifa dengan air mata nya yang sudah bercucuran
"Kamar nya Ade sebelahan dengan kamar nya kakak,jadi nanti kakak bisa jagain Ade. Bunda pasti akan senang kalau melihat kedua putri bunda bisa saling melindungi.jadi Ade sehat terus yah di perut bunda tunggu beberapa bulan lagi kita akan segera bertemu."ucap Syifa lagi sambil mengelus perut nya
Setelah merasa puas untuk menenangkan hati nya Syifa kembali ke kamar nya untuk melakukan kewajiban nya terhadap sangat pencipta.karena seberat apa pun ujian yang dirasakan nya pasti Allah punya solusi di setiap ujian yang dirasakan nya karena Allah tidak akan pernah memberikan hamba nya cobaan hidup yang tidak bisa di lalui hamba nya.
bersambung
Jangan lupa password nya yah kak😊 like coment dan vote terimakasih banyak.
dan iya maaf kalau setiap part nya gak jelas gini yah,kalau ada yang mau menyampaikan sesuatu pada Hendra boleh kok😊.
di tunggu coment dari teman-teman
sarangheo 🤞
__ADS_1