AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
episode 87


__ADS_3

Ria dan Mama nya keluar dari tempat persembunyian mereka setelah orang-orang yang tadi berada di dalam keluar.


"Mah ..Mama dengar sesuatu gak?"tanya Ria pada sang Mama yang masih sibuk dengan rencana licik nya


"Dengar apa sih,kamu ini bikin Mama kesal saja"jawab Heni


"Mah coba dengar di dalam seperti nya masih ada orang,aku dengar suara bunyi ponsel,ayo kita lihat "kata Ria dengan penuh percaya diri kalau tebakan nya memang benar


Ria yang memang penasaran siapa yang masih ada di dalam Langsung menarik tangan sang Mama, mereka berjalan mengendap-endap dan setelah melihat kedalam ruangan mereka tidak menemukan siapa pun kecuali ponsel yang berada di bawah meja sedang berbunyi.


"Itu ponsel milik siapa ya ma?"tanya Ria


"Mana Mama tau itu milik siapa,coba kamu lihat"jawab Mama Heni


Ria mengambil ponsel tersebut dan begitu terkejut setelah mengetahui kalau ponsel itu milik kakak nya.


"Mah ini milik kak Fika"ucap Ria sambil menunjukkan pada sang Mama


Heni tertawa terbahak-bahak seolah keberuntungan tengah berada di pihaknya, sementara Ria yang melihat Mama nya tertawa malah merinding.


"Mamah kenapa?apa sedang kerasukan"ucap Ria yang membuat tawa Heni jadi langsung berhenti


"Dasar anak durhaka,kenapa kau tidak ada pintar-pintar nya sedikit pun."jawab Heni kesal


"Lagian Mama tertawa seperti itu setelah melihat ponsel kak Fika,kan aku gak ngerti."ujar Ria


"Ini akan mempermudah rencana kita untuk menghancurkan mereka sayang"jawab Heni sambil tersenyum


"Mah jangan sampai kakak terluka "kata Ria yang membuat sang Mama murka


"Dasar anak bodoh,dia itu bukan kakak mu karena kalian tidak memiliki darah yang sama."ucap Heni sembari membentak sang anak


"Tapi bagaimana pun kakak pernah sayang sama Ria mah."jawab Ria yang kini sudah takut menatap sang Mama

__ADS_1


"Sudah lah kamu hanya perlu mengikuti semua rencana Mama kalau masih mau hidup enak."ancam Heni


Karena ponsel milik Fika tidak dapat terbuka jika buka dengan sidik jari pemilik Nya,maka heni mengubah sedikit rencana nya dengan meminta sang anak untuk menemui Fika karena dia yakin kalau Fika akan mau bertemu.


Hari ini Fika akan menemui sang adik karena dia sudah tau dimana keberadaan bintang,tapi saat hendak keluar Fika mendengar sedikit keributan.


"Ada apa ini kenapa ribut pagi-pagi begini"ucap Fika sambil menatap orang yang membuat keributan itu


"Kakak Ria kangen sama kakak"kata Ria yang kini sudah menangis


Benar saja Fika langsung kasihan pada Ria, karena bagaimanapun dia dulu sangat menyayangi Ria.


"Mengapa kau kesini?"tanya Fika


"Aku hanya kangen sama kakak itu saja"jawab Ria sambil tersenyum


"Tapi saya tidak ada waktu sekarang udah mendengar ceritamu,saya sibuk"ucap Fika


"kenapa ponsel saya ada padamu?"tanya Fika sedikit curiga


"Aku menemukan saat sedang membersihkan ruangan itu kak"jawab Ria berbohong


"Apa kau bekerja Di sana?"tanya Fika sambil memperhatikan penampilan Ria yang berubah jauh


"Iyah kak "ucap Ria yang kini sudah menundukkan kepalanya


"Terimakasih karena sudah menemukan nya,apa kau ingin sarapan dengan aku?"tawar Fika karena sedikit kasihan melihat penampilan Ria


"Apa kita bisa sarapan di dekat tempat kerja aku kak, karena kalau disini aku takut telat."kata Ria dengan memohon


"Baiklah kau tunggu disini dulu"jawab Fika yang ingin mengambil mobil nya.


Ria tersenyum bahagia karena rencana sang Mama akan berhasil sebentar lagi, walaupun di hati nya dia tidak tega melakukan hal itu pada fika.melihat mobil Fika yang sudah mendekati nya Ria langsung menghubungi Mama nya kalau dia berhasil membujuk Fika.

__ADS_1


Fika sama sekali tidak menaruh curiga pada Ria, hingga tidak terasa mereka sudah sampai di sebuah cafe yang ria maksud.


Fika memesan hanya segelas kopi karena dia ingin segera menemui sang adik,berbeda dengan Ria yang memesan banyak makanan.


"Apa kau yakin bisa menghabiskan itu semua?"tanya Fika dengan heran


"Bisa kak Ria sudah jarang makan makanan enak"jawab Ria sambil tersenyum


Mendengar hal itu Fika hanya bisa mengangguk,dan membiarkan ria memesan apa pun yang di inginnya.hingga tidak lama pelayan membawa pesanan mereka.


Dari jauh Heni menahan tawa nya karena melihat Fika yang sudah meminum kopi nya tanpa curiga sedikitpun.


"Dasar bodoh, percuma sekolah tinggi dan punya otak pintar kalau hal begini saja dia tidak peka."gumam Heni


Ria memakan makanan nya dengan sesekali melirik sang kakak, hingga beberapa kali dia melihat Fika menguap seperti orang yang mengantuk berat.


"Mengapa tiba-tiba aku mengantuk begini"ucap Fika lirih


"Kakak kenapa"?tanya Ria sambil melirik sang Mama yang sudah berjalan ke arah mereka


"Tidak tau tapi sepertinya kakak mau tidur,apa kau bisa mengantarkan kakak pulang?"jawab Fika


Belum sempat Ria menjawab tapi Fika sudah terlelap dalam tidurnya, karena tidak ingin membuat orang-orang curiga Heni langsung membantu anak nya untuk menggotong tubuh Fika masuk kedalam mobil.


"Yang satu sudah kita dapatkan sekarang giliran rencana berikut nya, Mama sudah tidak sabar melihat puncak drama nya nanti."ucap Heni bahagia


hai sebelum nya saya mau ngucapin banyak terimakasih karena sudah membaca cerita aku.meskipun yang memberikan like pada tiap cerita aku hanya sedikit tapi aku tetap melanjutkan nya hingga benar-benar tamat.


Walaupun jauh dari yang aku harapkan,jadi kali ini aku minta jangan jadi pembaca yang diam saja,tolong berikan aku apresiasi meskipun hanya sekedar like saja.itu sudah membuat aku bertambah semangat.


Maaf bukan nya mengeluh tapi hanya ingin menyampaikan perasaan aku saja.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2