AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
63


__ADS_3

Pagi yang indah sudah menyambut dengan cahaya nya yang begitu indah, Bintang sudah bangun dua puluh menit yang lalu dan segera mandi.karena hari ini dia akan mulai bekerja di rumah sakit yang begitu mudah di dapatkan nya,bahkan banyak orang lain yang berlomba-lomba untuk bekerja di rumah sakit ini dengan berbagai cara.jadi dia harus semangat bekerja nya karena dengan mudah bisa bekerja di rumah sakit itu.


"Baiklah mari kita taklukkan dunia ini Bintang, Terimakasih karena sudah bertahan sejauh ini, Terimakasih karena sudah tidak sakit-sakitan saat aku paksa untuk selalu begadang.mulai saat ini waktu bisa kita genggam dan kita akan taklukkan dunia ini."monolog bintang saat melihat tubuhnya di cermin


Tepat pukul tuju bintang sudah tiba di rumah sakit padahal dokter spesialis masuk pukul delapan, penampilan bintang saat ini tidak seperti dokter karena dia hanya memakai dress dan sneakers warna putih.


Saat bintang tengah memainkan ponselnya tiba-tiba ada yang memanggil nama nya.


"Bintang apa kau sudah lama?"tanya nya


"Tidak saya baru dua puluh menit disini prof"jawab bintang sambil


"Baiklah mari ikut keruangan saya sambil menunggu rekan-rekan yang lain datang."ucap prof Michael


Setiap mata yang melihat bintang bisa bicara dengan santai dengan prof Michael begitu terkejut, karena mereka tau kalau prof Michael tidak ingin membuang waktu nya hanya untuk bicara dengan gadis kecil seperti bintang.


Sepuluh menit kemudian semua dokter di bagian saraf sudah berkumpul karena perintah dari prof Michael.


"Selamat pagi semuanya"ucap prof Michael


"Pagi prof"jawab mereka semua dan mata mereka masih tidak ingin mengalihkan pandangannya dari sosok gadis yang tengah berdiri di samping sang profesor


"Baiklah saya rasa kalian semua pasti ingin bertanya siapa orang yang di samping saya ini kan?ucap prof Michael


"Iyah apa dia putri prof"tanya Lexi sambil tersenyum


"Tidak mungkin karena bentuk wajah nya seperti orang Asia"sambung Dean


Dan masih banyak lagi pertanyaan konyol yang mereka katakan, sementara bintang hanya melemparkan senyum indah nya yang membuat para lelaki sedikit histeris.


"Sudah tenang lah dulu saya akan memperkenalkan pada kalian"sela prof Michael di tengah-tengah kegaduhan anggota nya itu


"Perkenalkan nama nya Bintang,dan mulai saat ini dia akan bekerja bersama kalain.bintang bukan putri saya,dan dia adalah dokter termuda lulusan tahun ini."ucap prof Michael yang membuat anggota nya semua terdiam karena tidak percaya sama apa yang mereka dengar

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Bintang,dan saya asli orang Indonesia. semoga kita bisa bekerja sama."kata bintang yang berhasil membuat teman-teman baru nya sadar


"Apa kau yakin seorang dokter"?tanya Manuel yang kini ikut bicara karena dilihat dari arah mana pun bintang terlihat seperti gadis remaja


"Iyah tentu saja karena saya memang seorang dokter."jawab bintang sambil tersenyum


"Bagaimana mungkin gadis kecil seperti mu sudah menjadi dokter,dan berapa umur mu sekarang."?tanya Lisa yang ikut menyuarakan suara nya


"Masih delapan belas tahun"jawab Bintang yang membuat mereka semakin kaget sementara prof Michael hanya tersenyum


"Saya rasa perkenalan nya sudah cukup jadi saya harap kalian semua bisa bekerja sama,agar departemen saraf semakin unggul."ucap prof Michael


"Bagaimana kami bisa bekerja dengan anak kecil prof"kata Dean yang meragukan kemampuan bintang


"Perkataan seperti itu saya harap tidak pernah terdengar lagi,jangan pernah menilai orang dari luar nya karena kita tidak tau bagaimana dalam nya."tegur prof Michael


"Maaf prof "ucap Dean


"Baiklah Bintang selamat bekerja semoga kau betah disini karena kami dengan susah payah untuk mendapatkan mu."kata prof Michael dengan sedikit mengeraskan suara nya agar yang lain mendengar perkataan nya


Setelah kepergian prof Michael seorang laki-laki yang lima tahun di atas bintang menghampiri nya, sambil menjulurkan tangannya.


"Perkenalkan nama saya Gwen dokter bintang"ucap nya sambil tersenyum kikuk karena tadi dia sudah ikut menertawakan bintang


"Hai Gwen saya bintang"jawab nya sambil menyambut uluran tangan Gwen


"Prof Michael meminta saya untuk menjadi asisten dokter bintang"kata Gwen yang masih malu karena bekerja dibawah didikan gadis kecil


"Mohon kerja sama nya dokter Gwen."jawab bintang sambil masuk kedalam ruangan nya dan di ikuti oleh Gwen.


Jakarta


Brian merasa kesal karena pesan nya tidak ada yang dibalas oleh bintang,bahkan panggil nya pun ditolak.

__ADS_1


"Sebenarnya sedang apa gadis kecil itu sekarang? sehingga tidak membalas atau menjawab panggilan dari aku"gumam Brian


"Apa yang sedang kau pikirkan sehingga tidak menyadari kedatangan aku"ucap stiv yang heran melihat kelakuan sahabat nya itu


"Kau bisa tidak kalau masuk itu permisi dulu,kau pikir ruangan aku ini hotel bisa sesuka hatimu datang dan pergi."kata Brian


"Sejak kapan kau belajar kata-kata melankolis seperti itu,"?tanya stiv heran


"Sudah diamlah jangan banyak bicara yang tidak penting sekarang katakan apa yang ingin kau katakan."kata Brian


"Hampir saja lupa tujuan aku kesini,nih kau baca sendiri saja."jawab stiv sambil memberikan beberapa lembar kertas Kepada Brian


Brian yang membaca kata demi kata yang tertulis di kertas tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Terimakasih stiv atas infonya dan saya minta tolong gali lebih dalam lagi karena aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi."ucap Brian


"Tentu saja dan satu lagi calon kekasih mu sebentar lagi akan datang."jawab stiv Santai


"Kekasih siapa yang akan datang?"tanya Brian


"Iyah kekasihmu lah memang nya siapa lagi dan mungkin dia sudah berada di bawah."kata stiv sambil berlari keluar sebelum terkena masalah.


Brian yang masih bingung dengan perkataan sahabat nya itu pun langsung sadar setelah melihat wanita yang kini masuk kedalam ruangan nya.


"Bri kapan kau sampai?"tanya Fika sambil tersenyum hangat


"Apa kau sudah makan ?ucap Brian yang ingin mengalihkan pembicaraan mereka karena kalau Fika tau kapan Brian sampai dia akan sedih karena tidak mengabari nya


"Aku belum makan karena setelah mendengar kau sudah kembali aku langsung datang menemui mu."jawab Fika jujur


"Jangan seperti itu lagi kalau kau sakit siapa yang akan menjadi rekan kerja aku yang baik."ucap Brian sambil menarik tangan Fika keluar


Hati Fika sakit mendengar perkataan Brian yang menyebut nya hanya sebagai rekan kerja,tapi di sangkal nya karena harapan nya belum pupus untuk mendapatkan hati Brian.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan Vote juga kasih bintang Lima ya TERIMAKASIH 😘


__ADS_2