AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
episode 93


__ADS_3

Brian memasuki ruangan dimana keberadaan Heni sekarang,bahkan dia tidak menghiraukan sapaan dari beberapa anak buahnya.saat ini yang ada di dalam hati dan pikiran nya adalah untuk melihat Heni memohon ampun pada nya.


Brak...suara pintu yang di buka dengan kasar membuat perhatian orang yang ada di dalam tertuju kepada nya. siapa pun yang melihat wajah Brian pasti akan merasakan ketakutan begitu juga dengan Heni yang mulai takut.


"Seperti nya anak buah aku memperlakukan kalian cukup baik"ucap Brian yang kini sudah duduk di hadapan Heni


"Tidak usah banyak bicara, sekarang katakan apa yang kau inginkan"jawab Heni dengan menatap Brian dengan penuh amarah


"Kau masih bertanya apa yang aku ingin kan,huh..tentu saja aku menginginkan kehancuran mu"Brian menjawab dengan tenang sembari menyuruh anak buah nya untuk mengambil cambuk milik nya


Brian langsung memberikan cambukan pada tubuh Heni berulangkali hingga tubuh yang mulai renta itu mengeluarkan darah.


(plass)


"Ini untuk kejahatan yang kau lakukan untuk Bintang"


(plasss)


"Ini untuk kelicikan karena telah menjebak aku dan Fika" Brian benar-benar kehilangan kesadaran nya saat mengingat bagaimana kejahatan wanita dihadapan nya ini


Ria menangis melihat kondisi sang Mama yang sudah tidak sadarkan diri,ingin membantu tapi dia juga tidak bisa lepas karena ikatan pada tubuhnya sangat kuat.tangisan Ria membuat Brian mengalihkan perhatian nya hingga kini dia sudah berada tepat didepan Fika .


"Maafin aku kak "ucap Ria memohon agar Brian berbelas kasih pada nya sedikit


"Kau pikir dengan meminta maaf akan membuat keadaan menjadi lebih baik huh "teriak Brian sambil mencengkram dagu Ria


"Tolong ampuni aku kak,aku janji tidak akan pernah memperhatikan wajah aku lagi di hadapan kalian.tolong lepaskan aku dan Mama."Ria memohon dengan air mata nya yang semakin deras

__ADS_1


"Aku bukan orang baik yang bisa memaafkan kesalahan orang lain begitu saja dan kau harus merasakan bagaimana rasanya disiksa."jawab Brian yang kini sudah bersiap untuk memberikan cambukan pada Ria


Setelah merasa puas menyiksa kedua nya Brian meminta anak buah nya untuk mengurung ibu dan anak itu di dalam gudang.


Adam masih setia menemani Bintang yang tertidur pulas setelah beberapa saat tadi Bintang sadar Adam langsung memberikan obat penenang agar Bintang kembali tertidur.


"Kau pulang lah biar aku yang akan menjaga Bintang "ucap Adam pada Fika yang masih tidak berhenti memandangi sang adik


Merasa ada yang berbicara pada nya Fika langsung mengangkat wajah nya dan menatap Adam dengan intens.


"Apa kau mencintai adik aku"? tanya fika tanpa berniat untuk menjawab perkataan Adam tadi


"Kalau aku tidak mencintai nya tidak mungkin aku juga berada disisinya."jawab adam dengan tegas


"Terimakasih karena sudah mencintai adik aku,dan aku mohon tolong berikan kasih sayang beserta cinta yang tulus untuk adik aku.karena aku tidak akan berkesempatan untuk memberikan itu pada nya."ucap Fika dengan air mata yang menetes di pipi nya yang pucat,Fika merasa sangat malu untuk bertemu dengan sang adik nanti


"Aku tidak tau akan bisa melakukan nya,tapi dengan melihatnya bahagia dan tersenyum itu sudah cukup bagiku untuk menebus sedikit Rasa bersalahku."Fika langsung bersiap untuk meninggalkan sang adik setelah mendengar langsung perkataan dari Adam.


Tidak lama setelah kepergian sang kakak akhirnya Bintang terbangun dari tidurnya dan mendapati Adam yang tertidur sambil menggenggam tangan nya, perasaan Bintang seketika tenang dan melupakan sedikit kesedihan nya.


"Apa aku membangunkan dokter"?tanya Bintang yang tidak enak hati karena sudah membangun kan Adam


"Tidak,dan apa kau masih merasakan sakit"ucap dokter Adam yang saat ini sudah memeriksa suhu tubuh Bintang yang tadi sempat panas


"Aku sudah lebih baik dokter,jika dokter ingin pulang maka pulang lah.aku sudah lebih baik sekarang."kata Bintang yang membuat Adam meraih tangan Bintang


"Dengar Bintang aku tidak akan pernah meninggalkan mu sendirian,dan juga aku akan selalu ada disini untuk menemaninya mu."jawab dokter Adam membuat hati Bintang bahagia tapi juga tidak ingin terbang tinggi.

__ADS_1


"Terimakasih Dokter karena sudah memperhatikan saya,tapi aku mohon jangan bersikap seperti ini karena itu akan membuat hati aku akan salah paham."kata Bintang dengan wajah tersenyum


"Aku tidak tau apa kan ini waktu yang tepat untuk mengatakan nya atau tidak, tapi asal kau tau sebelum ayah mu mengalami serangan jantung tadi dia sempat meminta aku untuk selalu menjaga dan melindungi mu.terlepas dari permintaan ayahmu tadi kau juga pasti sudah tau bagaimana perasaan aku."ucap dokter Adam menatap Bintang dengan penuh kelembutan


Bintang bukan nya tidak tahu apa maksud perkataan dokter Adam , tapi dirinya hanya ingin mendengat pernyataan cinta dari dokter Adam secara langsung.


"Terlepas dari permintaan ayah aku tadi apa pada dokter tidak perlu di hiraukan karena aku sudah besar,dah aku juga tidak tau bagaimana perasaan dokter terhadap Aku."jawab Bintang memaksa diri nya untuk menatap sosok laki-laki yang masih setia untuk menggenggam tangan nya dengan erat .


"Bintang aku mencintaimu dan sangat mencintai mu jadi aku mohon jangan pernah menyuruh aku untuk pergi dari sisimu"Adam menghilangkan rasa gengsi di hati nya demi membuat sudut bibir gadis nya terangkat


"Apa dokter serius dengan perkataan dokter"?tanya Bintang yang masih terkejut dengan pernyataan cinta dari laki-laki yang juga dia cintai


Adam hanya tersenyum sembari mengecup tangan Bintang yang sedari tadi dia genggam.


"Aku berharap kau juga mencintai aku Bintang"ucap Adam dengan penuh harapan


Tanpa sadar Bintang mengangguk kan kepalanya pertanda kalau dia juga mencintai Adam.


"Terimakasih karena sudah mencintai aku juga,mulai saat ini aku tidak akan membiarkan siapapun akan menyakiti mu"


Akhirnya setelah keduanya mengungkapkan perasaan masing-masing, mereka saling tersenyum bahagia. di luar ruangan seseorang sedang meremas dadanya merasakan sakit,dia mencintai gadis yang ada di dalam sudah bertahun tapi pada akhirnya dia harus melepaskan nya juga.


"Aku akan melepaskan mu asal kau bahagia, walaupun rasa nya begitu sakit tadi aku akan belajar untuk menerima ini semua dan belajar mencintai dia yang menjadi pendamping aku kelak."batin nya seraya berjalan meninggalkan dua orang yang sedang memadu kasih tersebut.


Buat teman-teman yang masih menunggu kelanjutan ceritanya aku minta maaf karena beberapa hari belakangan tidak up.itu disebabkan touch screen hp aku pecah jadi tidak bisa di pakai buat ngetik.


dan aku mohon tolong berikan tanggapan pada cerita nya ya,

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2