
Pagi hari bintang sudah terlihat mengemasi barang-barang yang akan dia bawa saat paman Martin datang menjemput nya,hati nya sedikit senang karena dengan kepergian nya maka dia tidak akan pernah dihina ataupun di caci oleh ayah nya lagi.tapi jauh di lubuk hati nya paling dalam ada rasa sedih karena dia akan berpisah dari kakak nya,yang bahkan pertemuan mereka belum lama ini.
"Bintang kamu mau kemana dek"tanya Fika yang melihat adik nya sudah sibuk memasukkan baju-baju nya
"Bintang akan pernah kak, bintang akan tinggal bersama paman Martin."jawab Bintang
Fika langsung memeluk adik nya dengan erat karena dari berita yang dia lihat kecelakaan mobil itu membuat penumpang nya sedang koma,dan itu adalah paman Martin.
"Bintang dengarkan kakak, paman tidak akan datang menjemput mu."ucap nya sambil mengajak adik nya untuk duduk
"Paman pasti akan datang kak ,paman bilang kalau dia akan datang pagi ini."jawab Bintang
"Tapi Paman memang tidak bisa karena saat ini paman sedang berada di rumah sakit."kata Fika yang membuat bintang menghentikan aktivitas
"Kakak sedang bergurau kan, karena bintang mau pergi."ucap nya dengan berharap kalau kakak nya akan menjawab iya
"Kau benar-benar anak pembawa sial,siapa lagi yang ingin kau celakai hah"Ucap Hendra sambil melipat kedua tangannya
"Ayah sudah cukup."kata Fika
"Ayah Bintang bukan anak seperti itu"seru nya dengan kecewa yang sudah menggunung di hati nya
"Kalau bukan kehadiran mu di dunia ini Bunda mu tidak akan pernah pergi,kakek mu tidak akan sakit karena mengurus mu dan yang terakhir orang yang kau sebut paman itu tidak akan kecelakaan kalau bukan karena ingin menjemput mu."ucap Hendra dengan tega nya melimpahkan segala kesalahannya kepada gadis kecil itu
Bintang hanya menggelengkan kepalanya berharap apa yang dia dengar saat ini hanya lah ilusi nya saja.rasa nya dia ingin menangis tapi mengingat janji kepada sang kakek air mata nya tiba-tiba tidak mau keluar.
Fika yang bahkan ikut mendengarkan perkataan ayah nya merasa dada nya begitu sesak.dia tidak tau bagaimana cara nya dia melindungi adik nya dari sang ayah,mau pergi tapi dia tidak tau kemana.
Setelah mengatakan itu Hendra meninggalkan kedua putri nya begitu sajak, mungkin Hendra hanya ingin putri yang tidak diharapkan nya itu gila atau cepat mati.
Bintang mulai menyalahkan dirinya sendiri akan kejadian yang menimpa orang-orang terdekat nya.
__ADS_1
"Kak mulai sekarang jangan pernah dekat dengan bintang lagi."ucap nya dengan sesegukan tanpa air mata
"Apa yang kau ucapkan dek."kata Fika
"Bintang hanya tidak ingin Kakak akan terluka karena dekat dengan aku, mungkin apa yang ayah katakan itu benar kalau bintang anak pembawa sial."jawab nya
Indah langsung memeluk kedua anak majikan nya itu setelah cukup lama dia berdiam diri..
"Bintang dengarkan mbak,tidak ada anak di dunia ini seperti itu. bintang anak cerdas dan baik,jadi jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi."kata mbak indah
"Tapi mengapa ayah selalu mengatakan hal yang sama mbak."ucap nya
"Jangan pernah masukin dalam hati mu apa pun yang tuan katakan,mbak yakin kalau Bintang akan tumbuh menjadi anak yang pintar dan kuat."hibur mbak indah
..........
Semenjak sang kakek pergi bintang selalu di perlukan dengan tidak adil.bahkan untuk makan saja bintang harus menunggu kelurga nya selesai baru dia bisa makan.tidak itu bahkan tidak bisa disebut dengan keluarga karena keluarga yang sesungguhnya tidak akan berbuat hal demikian.
Hari ini mereka akan pergi kepuncak untuk merayakan hari ulang tahun Ria,dan dia juga ikut karena memang semua nya ikut. Bintang ikut dengan rombongan para pelayan di rumah ayah nya sementara kakak nya dan yang lain tentu saja dalam mobil yang sama.
Bintang yang melihat saudari nya sedang berada di tengah hamparan hijau itu pun menghampiri mereka,
"Kamu ngapain kesini"kata Ria ketus
"Mau ikut bermain."jawab nya sambil tersenyum
Fika sudah berjanji akan menjaga jarak dari adik nya itu dari pada dia harus melihat adik nya di siksa oleh sang ayah.
"Kakak mengapa sekarang menjauh dari bintang"?tanya nya pada Fika
"Maafin kakak dek karena sudah menjauh dari mu,tapi ini kakak lakukan untuk kebaikan mu."batin Fika
__ADS_1
"Kakak ayo kita pergi, kita tidak boleh dekat-dekat dengan anak pembawa sial ini"ajak ria pada sang kakak dan langsung di angguki oleh Fika
Saat mereka Hendra pergi tiba-tiba ada ular yang sudah siap mematok kaki ria, bintang yang melihat itu pun mendorong ria dengan sedikit keras hingga tubuh nya menjauh dari luar tersebut.
"Ayah"teriak ria dengan suara yang melengking hingga membuat orang yang mendengar nya langsung menghampiri mereka
"Astaga apa yang terjadi"?tanya Hendra yang melihat salah satu putri nya berdarah
"Dia yang sudah melakukan ini ayah!"jawab nya semakin menguatkan tangisan nya
"Tidak ayah bukan seperti itu,,,"belum sempat binatang mengatakan yang sebenarnya Hendra sudah menampar nya hingga pingsan
Fika tentu saja hanya bisa menangis, melihat adik nya di siksa lagi.karena kalau pun dia mengatakan yang sebenarnya sang ayah pasti akan tetap menghukum nya.
"Mbak indah tolong bantu Fika bawa bintang masuk kedalam."ucap Fika memohon
Indah tentu saja langsung menggendong tubuh yang semakin kurus itu,kalau saja dia punya rumah sendiri maka dia akan membawa gadis malang itu pergi.
Dian yang tengah mengobati luka lecet di kaki putri nya pun begitu kesal karena lagi-lagi anak sialan itu mengganggu acara anak nya.
"Baiklah tidak lama lagi aku akan membuat kau akan menghilang dari dunia ini."batin nya begitu kesal
Setelah memastikan adik nya beristirahat Fika langsung menemui ayah nya ,
"Mengapa kau berada disini"? tanya Hendra pada anak gadis nya yang dulu begitu di cintai nya
"Ayah mengapa kau begitu kejam pada bintang,kalau bukan karena bintang mungkin aku dan ria tidak akan selamat dari gigitan ular itu.mengapa ayah selalu bersikap kasar kepada adik aku, bahkan ayah tidak pernah sekalipun menatap nya dengan cinta,ayah tidak melihat cinta yang begitu besar ada di mata nya untuk ayah.bintang tidak bersalah ayah tapi ayah tega melakukan itu pada nya."kata Fika sambil berderai air mata
Hendra terlihat hanya diam saja saat mendengar perkataan putri nya itu,dia pun tidak tau mengapa setiap berdekatan dengan bintang amarah nya selalu membuncah.apa karena wajah itu mengingatkan nya akan kesalahan nya pada mendiang istrinya.hanya dia lah yang tau itu.
oh Iyah teman-teman
__ADS_1
doa in aku ya soalnya lagi sakit
semoga sakit aku ini cepat sembuh dan dapat segera melanjutkan aktivitas seperti biasa nya.aamiin