AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
77


__ADS_3

Hendra masih di liputi dengan rasa penyesalan yang berputar di memori otak nya.rintihan tangisan dan senyum indah yang selalu di tampilkan oleh anak yang disia-siakan nya seolah menarik nya kemasa lalu.


"Ayah makanlah dulu"bujuk Fika karena sudah seharian ini ayah nya tidak makan


"Ayah tidak lapar sayang,kau beristirahat lah"ucap Hendra


"Kalau ayah tidak mau makan maka Fika jika tidak akan mau makan."jawab Fika yang kini duduk di samping sang ayah


Hendra yang tidak ingin melihat putri kesayangannya itu sakit akhirnya mau tidak mau dia makan.


"Sekarang ayah istirahat lah dulu dan jangan pernah memikirkan hal apa pun lagi."ucap Fika sebelum meninggalkan kamar sang ayah


"Sayang maafkan ayah ya"kata Hendra sebelum menutup matanya


Fika hanya dapat menahan tangisnya,jauh di lubuk hati nya dia juga membenci ayah nya yang sudah membuang adik nya.tapi sekarang bukan saat nya lagi saling membenci dia yakin usaha nya untuk menemukan sang adik akan berbuah hasil.


Dua Minggu kemudian


Hari ini Fika dan sang ayah berencana untuk mengunjungi makam bunda dan kakeknya, karena sudah lama mereka tidak kesana. saat tiba di pusaran sang Bunda mereka mendapati kalau ada bunga yang baru ditaburi.


"Apa kau baru kesini sayang?"tanya Hendra


"Tidak bahkan sudah satu bulan ini Fika tidak kesini."jawab Fika yang ikut bingung siapa yang menabur bunga di atas makam bunda nya


Mata Fika melihat ke penjuru arah hingga dia bisa melihat punggung gadis yang memasuki mobil.


"Siapa gadis itu dan bukan kah itu mobil nya Brian,"batin Fika dipenuhi dengan berbagai tanya


....................

__ADS_1


Bintang merawat sang ayah dengan penuh cinta, bahkan dia begitu bahagia bisa merawat lelaki yang mencintai nya dengan tulus. Bintang hanya bisa melakukan yang terbaik untuk pengobatan sang ayah karena melihat riwayat sakit ayah nya yang komplikasi membuatnya harus berpikir dua kali untuk melakukan tindakan.


"Kamu makan dulu nak"ucap Bu Leni yang datang berkunjung


"Iyah nanti Bintang makan kok Bu"jawab Bintang sambil tersenyum


"Jangan mikirin apa pun yang membuat mu sedih,saat ini yang harus kau pikirkan hanya kesembuhan ayahmu."kata Bu Leni


"Bu bintang mau ngucapin TERIMAKASIH karena sudah ikut merawat ayah nya bintang, bintang sayang sama ibu."ucap Bintang sambil memeluk tubuh wanita paruh baya yang duduk di samping nya


"Tidak usah berterimakasih sayang,ibu akan melakukan yang terbaik buat calon mantunya ibu."jawab Bu Leni yang membuat bintang terdiam


Brian yang melihat kedekatan antara ibu dan gadis yang dicintainya itupun tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia nya.


Tidak lama kemudian Bu Leni pamit pulang karena ada hal yang harus di kerjakan nya.


"Apa aku harus menerima lamaran dari kak Brian,tapi mengapa hati aku tidak berdetak kencang saat bersamanya.aku hanya merasa nyaman saat berada di dekat nya."batin bintang yang bingung dengan perasaannya sendiri


Flashback


"Bintang mau kemana?"tanya Brian penasaran


"Bintang mau ke makam nya bunda kak"jawab bintang


"Aku akan mengantarkan mu"ucap Brian tanpa menunggu jawaban dari bintang


Karena Brian yang tidak mau ditolak akhirnya bintang masuk kedalam mobil Brian,dan mengatakan alamat pemakaman yang akan di tuju nya.


"Mengapa Kakak tidak bertanya saat aku mengatakan alamat yang akan kita tuju"?tanya bintang penasaran

__ADS_1


"Karena kakak sudah tau jawabannya sayang,kamu mau ke makam nya bunda kandung kamu kan."jawab Brian sambil menatap lurus ke depan


"Bagaimana kakak tau"?tanya bintang lagi dengan wajah polosnya


"Kakak sudah tau semuanya tentang keluarga asli mu,dan juga kakak tau kalau kau memiliki seorang kakak."ucap Brian yang membuat bintang terdiam saat mendengar kakak nya di sebutkan


Bintang tidak mengeluarkan sepatah katapun lagi,kini dia hanya diam sampai tiba di tempat pemakaman.


"Kakak tunggu saja disini karena aku ingin sendiri."ucap bintang melangkahkan kakinya menuju rumah terkahir orang-orang tersayang nya


Disini lah bintang kini berdiri di antara makam bunda dan kakeknya.


"Assalamualaikum"


"Bunda, kakek sekarang bintang datang untuk menemui kalian, maafkan bintang karena baru bisa datang ya.tapi di setiap sujud dan doa bintang selalu bintang sebutkan nama bunda dan kakek.pasti kalian senang kan melihat bintang tumbuh menjadi gadis yang kuat dan pintar."ucap Bintang sesekali mengusap batu nisan bunda dan kakeknya


Setelah merasa cukup berbagai suka dan duka nya kini bintang pamit untuk pulang,tidak lupa juga dia menabur bunga yang begitu banyak pada pusaran kedua orang yang di sayangi nya.


Setelah bintang masuk ke dalam mobil Brian Langsung memeluk nya,


"Apa kau baik-baik saja"?tanya Brian yang tak sengaja tadi melihat mobil nya Fika


"Aku baik-baik saja kak,"jawab bintang sambil tersenyum


"Bintang kakak janji akan membahagiakan mu,akan menyayangi mu dan mencintai mu selamanya.jadi apa kamu mau menjadi ibu dari anak-anaknya kakak?"ucap Brian sambil mengeluarkan cincin yang begitu indah


"Bintang mau ngucapin TERIMAKASIH karena kak Brian sudah mencintai bintang dengan tulus,tapi bintang butuh waktu kak.saat ini yang ada dalam pikiran bintang hanya kesembuhan ayah."jawab bintang yang membuat Brian sedikit kecewa


"Tidak apa-apa kakak akan menunggu jawaban mu,tapi untuk saat ini kakak ingin kau memakai cincin ini dulu."kata Brian yang langsung memakai kan cincin Kejari manis nya bintang

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2