
Malam sudah berganti dengan pagi, Bintang Bintang yang menghiasi indahnya malam kini sudah berganti dengan mentari pagi yang begitu cerah.sama seperti dua kakak beradik yang sedang bahagia itu.
"Bintang ayo bangun dek bukan kah pagi ini kau akan ke sekolah"ucap Fika yang sudah terlihat rapi
"Iyah kak "jawab nya malas dan ini adalah kebiasaan nya yang tidak ingin bangun pagi
Sementara adik nya berada di kamar mandi Fika membantu menyiapkan keperluan adik Nya, karena moments seperti ini sangat ditunggu nya dari dulu.
Tidak lama kemudian Bintang sudah keluar dari kamar mandi,dan langsung mengenakan seragam sekolah baru nya.setelah selesai mereka berdua turun ke lantai bawah untuk sarapan.
"Pagi semua nya"sapa Bintang dengan semangat
Satu pun tidak ada yang menjawab sapaan nya hingga membuat Fika geram,tapi di tahan nya karena melihat adik nya Ria sedang menatap nya.
"Kakak siapa dia"tanya nya pada Fika
"Oh Iya kakak lupa mengenal kan kalian,ini kenalin bintang adik kakak juga."jawab Fika sambil mengelus kepala adik nya
Saat bintang mengulurkan tangannya Ria malah menghempaskan tangan Bintang.
"Mah, ayah mengapa dia memakai seragam sekolah yang aneh"?tanya Ria pada kedua orang tua nya
"Karena dia memang anak yang aneh"jawab Dian yang meminta persetujuan suami nya
__ADS_1
Fika yang melihat ayah nya mengangguk pun langsung menghentikan sarapan nya, karena tadi dia pikir ayah nya akan membela adik nya itu.
"Apa ayah tidak bangga memiliki anak yang begitu pintar seperti Bintang"ucap Fika kesal
"Ayah akan bangga kalau kau dan adik mu ria mendapatkan juara umum di sekolah."jawab Hendra
"Tapi Bintang juga anak ayah dan Bintang lebih pintar dari pada aku dan ria,apa ayah tidak penasaran saat ini Bintang sudah kelas berapa"kata Fika
Hendra Merasa putri nya ini sudah berubah,sudah tidak seperti dulu yang selalu menuruti semua keinginan nya.
"Ini semua karena kehadiran mu anak sialan,kau membuat putri aku jadi durhaka pada aku."bentak Hendra pada bintang yang kini berlindung pada kakak nya
Hendra membawa kedua putri nya masuk kedalam mobil nya,dan meninggalkan gadis kecil itu menangis sendirian.fika berusaha lepas dari cengkeraman ayah nya tapi tidak bisa
"Kalau kau masih ingin melihat anak sialan itu,maka jangan pernah membantah perkataan ayah."ucap Hendra kesal pada Fika
"Baiklah kalau kau Masih ingin membelinya lihat aja apa yang akan ayah lakukan pada nya nanti."kata Hendra yang membuat Fika terdiam karena dia tidak ingin terjadi apa-apa pada adik nya
Di rumah Bintang masih menangis hingga tidak menyadari kalau sang Kakek sudah berada di samping nya.
"Cucu Kakek menangis kenapa"tanya nya pura-pura tidak tau karena dia ingin cucu nya itu Jujur
"Tadi ayah marah dan meninggalkan bintang sendirian"jawab nya memeluk pria tua itu
__ADS_1
"sudah cucuku yang cantik ini tidak boleh menangis lagi,ingat kan apa yang pernah kakek katakan kalau kau harus membuat ayah mu bangga dengan prestasi mu."ucap nya sambil menggendong cucu nya
"Bintang akan jadi anak yang membanggakan buat kakek dan kak Fika."jawab nya seolah sudah tidak perduli lagi pada ayah Nya
"Aku akan membuat perhitungan dengan mu Hendra,"geram tuan Dinata
.........
Setelah mengantar anak-anak ke sekolah kini Hendra sedang bertemu dengan pengacara nya untuk membicarakan apa yang sudah dikatakan nya kemaren.
"Jadi bagaimana solusinya"tanya Hendra tidak sabar
"Begini pak, seperti nya memang bapak harus menerima kehadiran anak itu."ucap jaki sang pengacara
"Bagaimana mungkin kau memberi aku usul seperti itu,aku membayar mu mahal bukan untuk mendengarkan omongan yang tidak penting ini."kata Hendra kesal setengah mati
"Maaf pak tapi isi dari wasiat itu adalah anak-anak bapak akan mendapatkan hak sepenuhnya saat mereka sudah berusia 18 tahun,jadi sebelum mereka berusia 18 tahun bukan kah bapak bisa menikmati hasil nya.karena kalau bapak tidak menerima kehadiran nya maka otomatis hak asuh nya akan di berikan kepada pak Martin."jawab nya yang berhasil membuat Hendra tidak terima
"Baiklah untuk sementara aku akan mencoba menerima anak sialan itu hingga waktu nya aku bisa mengambil semua hak yang seharusnya menjadi milikku."ucap Hendra
"Sabar lah untuk saat ini pak ,lagi pula dari informasi yang aku terima tuan Dinata sedang sakit keras dan mungkin waktu nya tidak akan lama lagi."jelas nya lagi yang membuat Hendar tersenyum seolah mendapat angin segar yang menerpa hati Nya
"Jadi itu sebab nya pria menyebalkan itu membawa anak sialan itu kerumah aku,baiklah aku akan menjaga nya sampai kau mati,dan setelah nya aku akan membuang nya dari hidup aku karena aku tidak ingin anak-anak aku ketularan kesialan nya."batin Hendra tertawa bahagia
__ADS_1
bersambung
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih 😊 dan juga kasih bintang Lima ya agar terhubung dengan Bintang lain nya 🙏