
Satu Minggu sudah penderitaan bintang bertambah setelah di tinggalkan oleh sang kakak, gadis kecil yang Malang itu harus kemana lagi.pada siapa lagi dia harus mengadu bahkan saat ini gadis sekecil itu sudah lupa bagaimana cara menangis, rasa nya air mata nya sudah membeku sama seperti hati nya yang selalu di pupuk dengan kekerasan.
Pagi ini bintang harus mengerjakan pekerjaan rumah dulu sebelum dia berangkat ke sekolah, karena kalau tidak maka Tante Dian akan mengurungnya lagi di dalam gudang dan bintang tidak mau itu terjadi. Setelah semua pekerjaan nya selesai bintang langsung berangkat sekolah di temani oleh mbak indah sampai bintang menaiki ojek online yang biasa menjemput nya.
.........
"Mas mau sampai anak itu tinggal disini?"ucap Dian sedikit kesal mengingat suami nya itu sudah tidak pernah memarahi bintang lagi
"Sabar dulu sampai semua surat-surat itu aku pegang."jawab Hendra
Tentu saja mendengar itu Dian kesal, alasannya itu-itu saja.kali ini dia lah yang harus bertindak untuk membuang anak itu jauh dari rumah sama seperti putri kesayangan sang suami.
"Aku berangkat ke kantor dulu"kata Hendra yang berhasil membuyarkan lamunan sang istri
"Ah..Iyah hati-hati mas."jawab Dian
Setelah kepergian suami nya kini Dian pun mengambil benda pipih nya dan menghubungi seseorang.
...............................
Di kantor Hendra sedang mengadakan meeting dengan para karyawan nya karena ada yang melakukan korupsi, tapi suasana yang panas itu membuat Hendra bertambah kesal karena ponsel nya yang berbunyi dari tadi. Hendra yang melihat nomor yang tertera di layar ponsel nya itu tidak di kenali nya.
"Kalau tidak ada yang penting maka siapapun yang saat ini menghubungi aku maka akan aku pastikan menyesali nya."kata Hendra
__ADS_1
"Halo pak,ini saya guru di sekolah bintang.apa bapak bisa datang ke sekolah."ucap nya dengan takut
"Ada apa?saya tidak punya hubungan apa-apa dengan anak itu."jawab Hendra
"Maaf pak mengganggu waktu bapak,tapi putri bapak sedang ada masalah jadi saya harap bapak bisa datang."
Hendra yang tadi nya kesal sama karyawan nya kini bertambah murka mendengar apa yang dilakukan oleh anak yang tidak di harapkan nya itu. Hendra meminta asisten nya untuk mengurus masalah pekerjaan nya dulu saat ini.
Sesampainya di sekolah Hendra langsung menemui kepala sekolahnya dan mendapati bintang yang berada di dalam. Bintang yang tidak tau apa-apa pun begitu terkejut saat melihat sang ayah yang seperti nya begitu marah pada nya
"Masalah apa yang sudah dia perbuat"?tanya Hendra tanpa basa-basi
"Maaf pak tapi dari pengaduan salah satu teman nya ,putri bapak mencuri ponsel nya."jawab guru yang tadi menghubungi nya
"Ayah bintang tidak melakukan,"bela Nya
"Tapi ponsel itu ada di dalam tas mu bintang."ucap sang guru
"Tapi Bu guru bintang tidak pernah melakukan."
"Saya harap kasus ini selesai sampai disini kalau aku dengar ada orang yang mengetahui nya aku pastikan sekolah ini akan tutup."kata Hendra yang langsung menarik tangan Bintang dan membawa nya pulang
Langkah kaki Hendra yang besar tentu saja tidak sebanding dengan langkah bintang yang kecil, bintang beberapa kali terjatuh karena harus mengimbangi langkah ayah nya.
__ADS_1
"Ayah tangan bintang sakit."adu nya pada sang ayah
Hendra tidak perduli dengan rengekan anak kecil yang dari tadi memegang tangan nya. Sesampainya di dalam mobil Hendra langsung mendorong bintang masuk hingga kepala gadis kecil itu berdarah.
"Mengapa kau melakukan itu huh."teriak Hendra sambil mencengkram erat dagu yang kecil itu
"Ayah bintang tidak melakukan nya, percaya lah"kata bintang dengan wajah yang pucat
Yang membuat Hendra bertambah marah adalah saat menatap bola mata indah itu,yang selalu teduh saat memandang nya.
"Mengapa kau tidak pernah menangis huh."teriak Hendra
Bintang hanya diam saja saat sang ayah mencaci maki diri nya,rasa nya bintang ingin mengungkapkan semua isi hati nya.mengatakan mengapa dia tidak pernah menangis,mengapa dia tidak pernah mengeluh tapi percuma.tidak akan ada yang berubah walaupun dia mengatakan nya.
Hendra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap secepatnya sampai di dalam rumah nya.karena kalau dia tidak melampiaskan amarahnya nya ini maka akan berakibat tidak baik untuk tubuh nya.
bersambung
segini dulu ya teman-teman.maaf kalau kurang greget.
Doa in aku ya biar cepat sembuh.aamiin
dan jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan Vote
__ADS_1
tekan tombol love dan juga kasih bintang Lima ya TERIMAKASIH