AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
episode 6


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit beberapa hari yang lalu,kini manusia-manusia para pencari rupiah itu sudah bergelut dengan aktivitas masingmasing.


"**Apa nanti siang kau mau makan sate?pesan dari Hendra


"Tidak,aku sudah tidak menginginkan nya tuan.balas Syifa


"Tapi sepertinya saat kau sakit meminta sate pada aku.jawab Hendra


"Tapi itu kemaren tuan,bukan sekarang.balas Syifa sambil menambahkan emoticon yang menaikkan sedikit ujung bibir nya**


"Hei tuan apa kau mendengar kan apa yang aku katakan tadi?tanya Martin yang kesal melihat sahabatnya itu sibuk dengan ponselnya


"Memang nya kau bicara apa?jawab Hendra sambil memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya


"Wah wah wah,aku jadi curiga siapa orang yang sudah membuat bos angkuh ini berubah.sindir Martin


"Siapa yang berubah,bukti nya aku masih jadi pria tampan dan juga pintar.jawab Hendra tidak perduli dengan umpatan yang di ucapkan sahabat nya itu


"Baiklah tuan,saya rasa pekerjaan saya sudah selesai jadi apakah sudah boleh keluar.kata Martin yang sudah mulai kesal


"kalau mau keluar ya keluar saja.memang nya siapa yang melarang mu.jawab Hendra sambil memutar kursi kebesaran nya


"Astaga sepertinya kau sudah mulai ketularan virus.ucap Martin sambil berdiri


"Virus apa?tanya Hendra sambil tersenyum yang membuat Martin semakin takut


"Virus ke bucinan .teriak Martin


"Kebucinan apa?kau mau aku beliin mecin? tanya Hendra dengan polos nya.


"Iyah beliin mecin nya Bu bos,agar kau dan dia sama-sama sembuh dari penyakit yang menggelikan ini .jawab Martin sambil meninggalkan bos nya yang kebingungan


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan waktu istrht,dan seperti biasa nya dua Manusi yang bodoh tapi pintar itu selalu menunggu Martin untuk membawa pesanan mereka.


Martin sengaja lama kembali karena dia ingin kedua manusia itu saling menyadari akan perasaan masing-masing.dan juga waktu yang di berikan oleh pak Dinata sudah semakin menipis,jadi dia harus semakin lebih berusaha lagi agar kedua nya saling menyatu.


"Apa Martin nyasar?kata Syifa memulai obrolan mereka


"Seperti nya begitu!apa kau sudah sangat lapar?tanya Hendra seketika meletakkan ponsel nya dan memperhatikan wajah Syifa,takut kalau kejadian kemarin terulang lagi

__ADS_1


"Iyah,aku sangat lapar.jawab Syifa lagi-lagi dengan nada yang manja


Hendra merasa jantungnya seakan mau pindah tempat saking gemas nya melihat wajah lucu Syifa.


"Baiklah kau tunggu disini saja biar aku yang belikan,kata Hendra


"Kenapa gak minta OB saja.ucap Syifa menghentikan langkah Hendra yang sudah hampir di ambang pintu


"Mereka juga pasti sedang istrht, kasihan kalau waktu makan nya kita ganggu.jawab Hendra yang membuat Syifa semakin mengagumi laki-laki yang sering membuat jantung nya dangdutan itu.


"Maaf aku lama.kata Martin mendorong pintu agar kuat hingga membuat Hendra hampir jatuh


"Kau bisa tidak mengetok pintu lebih dulu.kesal Hendra yang menahan malu


"Sorry bos,saya kan tidak tau bos ada di belakang pintu tadi.jawab Martin menahan tawa nya


"Sudah-sudah jangan berdebat lagi,mana pesana aku?kata Syifa mengakhiri perdebatan kedua nya


Akhirnya mereka bisa makan, walaupun Hendra sudah tidak selera lagi untuk menghabiskan makanan nya lagi.


"Tadi kau lupa jalan pulang atau bagaimana?tanya Hendra


"Kalau ngomong yang benar atau kau mau aku pindahan jadi kepala OB. kata Hendra kesal


"Ha ha santai bos, memang nya ada yang mau mengganti kan aku yang baik Budiman ini.ucap Martin yang semakin memancing kemarahan Hendra


Hendra langsung meletakkan sendok makan nya dan merogoh kantong nya untuk mengambil ponselnya.


"Halo,besok kau urus surat kepindahan bapak Hendra yang terhormat jadi kepala Office boy.ucap Hendra


Martin yang merasa kalau sahabat nya itu serius ,langsung menyambar ponsel yang masih di pegang Hendra dan segera mematikan'nya.


"Kenapa kau serius begitu,kan aku cuma bercanda.kata Martin


"Bukan nya kau menginginkan ini .jawab Hendra sambil tersenyum


Syifa Hanya jadi penonton untuk drama yang di lihat nya ini sambil menghabiskan makanan nya.


"Oke,sorry kalau aku salah.kata Martin yang kini mendekati Hendra dan segera merangkul nya

__ADS_1


Syifa semakin terkejut dengan apa yang dilihat Nya,


"Apa yang kalian lakukan di depan aku?tanya Syifa yang membuat Hendra langsung mendorong tubuh Martin hingga tersungkur


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan.ucap Hendra yang membuat Martin tersenyum melihat bos nya yang salting


"Memang nya apa yang aku pikirkan?tanya sifat yang menahan senyum nya karena merasa lucu melihat Hendra yang ingin menjelaskan yang terjadi pada nya


Hendra yang pintar pun langsung sadar situasi,dan melihat dua orang yang berada di dekat nya itu saling menahan senyum di wajah masing-masing.


"Tersenyum lah,ini lucu kan.kata Hendra langsung keluar karena merasa malu dan kesal


"Hei apa kita keterlaluan.ucap Syifa yang melihat kepergian Hendra dengan wajah kesal nya


"Saya rasa bos hanya malu Bu bos.jawab Martin seraya merapikan kembali pakaiannya


"Semoga saja dia tidak marah padaku,dan yah kau suruh Desi untuk membersihkan meja ini.kata Syifa melangkah pergi dari ruangan nya


"Seperti nya Mereka sudah saling cinta, berarti aku Hanya perlu menambahkan sedikit lagi bumbu cinta nya agar rasa nya ah MANTAP.batin Martin sambil tersenyum


Syifa melangkah kan kaki nya masuk keruangan Hendra, karena dia merasa kalau laki-laki yang sering memarahinya itu saat ini sedang kesal.


"Ada apa ibu datang keruangan saya?tanya Hendra


"Tolong jangan marah,tadi aku hanya bercanda.jawab Syifa memelas


"Ibu tidak perlu minta maaf karena saya rasa itu berlebihan.kata Hendra yang sudah tidak tahan ingin tertawa melihat wajah Syifa


"Tolong kalau hanya kita berdua jangan memanggil saya IBu, panggil nama saja seperti biasanya.ucap Syifa yang tiba-tiba sudah mendekati Hendra


"Maaf Bu,kalau tidak ada lagi yang ingin anda katakan saya mau melanjutkan pekerjaan saya kembali.jawab Hendra


"Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan tadi,jangan memanggil aku seperti itu.kata Syifa


"Tapi hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan Bu,jawab Hendra yang berhasil membuat jantung Syifa seakan berhenti berdetak.


"Aku pikir kau memiliki perasaan Lebih pada aku, ternyata aku salah.maaf sudah mengganggu waktu mu.ucap Syifa melangkahkan kakinya menjauh dari Hendra


Syifa mencoba menahan air mata nya agar tidak jatuh,tapi sayang nya Syifa tidak sekuat itu. Ini akan jadi cerita yang menyakitkan untuk Syifa karena ini adalah pengalaman pertama nya merasakan cinta yang sesungguhnya.

__ADS_1


bersambung,tolong tinggalkan jejak kalian ya kak sebagai tanda kalau suka sama ceritanya.🙏


__ADS_2