
Bintang melewati hari-hari nya dengan penuh kebahagiaan,dan itu semua tidak mudah bagi Adam untuk mengembalikan senyum indah itu.butuh waktu berbulan-bulan hingga akhir nya Bintang bisa menerima takdirnya.
"Sayang apa kau masih sibuk"?tanya Adam sembari merapikan rambut Bintang yang menutupi sedikit mata indah kekasih hati nya itu
"Tidak aku memiliki waktu luang hari ini"jawab Bintang sambil tersenyum
"Baiklah karena kekasih aku ini sedang tidak sibuk bagaimana kalau kita pergi untuk jalan-jalan"Adam mengajak Bintang untuk keluar bukan hanya ingin berjalan-jalan seperti kayanya tadi,tapi dia ingin mempertemukan ayah dan anak itu agar masalah di Antara keduanya selesai
"Baiklah karena pacar dokterku ini ingin berjalan-jalan maka aku akan menuruti nya"Jawab Bintang sambil meraih tangan Adam dan mengajak nya keluar
Bintang tidak curiga mengapa kekasih hati nya itu memesan tempat yang private seperti ini,hingga senyum indah nya luntur saat melihat sosok yang masih belum bisa dia maafkan sampai saat ini.
"Apa kau mengajak orang lain dalam acara kita"? tanya Bintang sambil menatap Adam dengan tajam
"Sayang maaf karena tidak memberitahu mu tentang ini tapi percayalah ini semua demi kebaikan kita"jawab Adam mengusap lengan kekasih nya yang sudah tampak kesal
"Silahkan duduk om"ucap Adam sambil tersenyum melihat kejadian Hendra
Hendra hanya mengangguk lalu menatap manik sang putri yang baru dia temui kembali setelah hari pemakaman dulu.
"Apa kabar nak"? tanya Hendra mulai mencoba membuka pembicaraan
"Saya rasa penglihatan anda masih sehat untuk mengetahui bagaimana keadaan aku sekarang"jawab Bintang tanpa mau menatap sang Ayah
"Ayah senang akhirnya bisa bertemu dengan mu lagi,dan lebih membuat ayah bahagia karena kau baik-baik saja."kata Hendra yang masih menerbitkan senyum indah nya
"Sayang bicara lah dengan ayah mu dan aku akan menunggumu di luar."ucap Adam sambil mengelus rambut Bintang
Sebenarnya Bintang ingin menahan Adam agar tetap di dalam karena dia tidak ingin berada di situasi seperti ini.
"Bicara lah apa yang ingin anda sampaikan"ucap Bintang sambil menatap sang Ayah
"Apa kau tidak bisa memaafkan kesalahan Ayah nak,lagi pun kau akan butuh ayah juga nanti nya."tanya Hendra
__ADS_1
"Mungkin memaafkan kesalahan mu sudah aku lakukan,tapi untuk melupakan perbuatan mu di masa lalu itu tidak bisa aku lakukan.sebab luka yang kau torehkan bukan hanya sayatan kecil tetapi luka yang sangat dalam hingga untuk di sembuhkan pun begitu sulit."jawab Bintang Dengan suara yang bergetar
"Aku juga tidak akan pernah mengganggu mu atau pun merepotkan mu di masa depan,jadi aku harap kita bisa hidup masingmasing seperti biasanya."
"Apa kau dan dokter Adam tidak akan menikah nantinya "?tanya Hendra
"Apa hubungan sama anda ,aku akan menikah atau tidak "ucap Bintang balik bertanya
"Kau akan membutuhkan ayah nanti saat kau akan menikah, karena hanya ayah yang bisa menikah kan mu nanti."jawab Hendra
"Jika itu yang anda pikirkan maka jangan risau ,banyak cara agar aku bisa menikah nanti.satu hal yang harus anda ketahui aku sudah bahagia tanpa sosok ayah seperti mu, karena almarhum ayah saya sudah memberikan apa yang saya butuhkan.dah juga aku sudah memaafkan kesalahan anda di masa lalu,tapi untuk berhubungan dengan anda layaknya ayah dan anak maka saya tidak bisa.saya masih punya pekerjaan jadi saya pergi duluan."kata Bintang meninggalkan Hendra tanpa ingin mendengar jawaban dari sang ayah
Bintang berjalan sambil menghapus air mata nya,hati nya sakit karena sudah berkata terlalu kasar pada sang ayah.tapi luka yang diberikan ayah nya dulu belum bisa dia sembuh kan seutuhnya.
Adam langsung memeluk sang kekasih dengan erat, karena dia tau bagaimana sakit nya menjadi seorang Bintang yang tidak di inginkan oleh ayah nya sendiri.
Banyak air mata kesedihan yang sudah di keluarkan oleh Bintang dan Fika,tapi mereka berhasil melewati masa sulit itu.hingga akhirnya kini Bintang sedang menggandeng tangan sang kakak yang sebentar lagi akan menjadi istri dari Brian. Fika dan Brian memutuskan untuk menikah setelah melakukan pendekatan beberapa bulan yang lalu.
"Apa yang sedang kau pikirkan sayang"?tanya Adam sambil menggenggam tangan kecil Bintang
"Aku hanya berpikir apakah saat kita menikah nanti ,aku juga akan di nikahkan oleh ayah."jawab Bintang sambil tersenyum
"Tentu saja karena dia ayah mu juga"ucap Adam yang kini mengerti kegelisahan yang di alami Bintang
Acara pernikahan tersebut begitu meriah,rasa suka cita pun begitu terpencar.saat melakukan sesi pemotretan Fika meminta pada sang fotografer untuk mengabadikan foto mereka bertiga,awal nya Bintang menolak saat Fika meminta nya untuk berada di tengah tapi karena tidak tega melihat sang kakak bersedih di hari bahagia nya ini akhirnya Bintang menurut saja.
Hendra menetes kan air mata nya saat menggenggam tangan Bintang,tadi dia berpikir kalau putri nya itu akan menolaknya tapi ternyata tidak.
Beberapa bulan kemudian setelah acara pernikahan sang kakak selesai,kini Bintang pun tengah berada di suatu ruangan yang di temani oleh kakak dan sahabat nya Mila.
Bintang terlihat begitu cantik memakai kebaya modern yang berwarna putih dan mahkota kecil yang berada di atas kepalanya.
"Apa kau deg-degan sekarang"?tanya Mila sambil tersenyum
__ADS_1
"Tentu saja kak ini kan hari yang aku tunggu-tunggu"jawab Bintang
"Sekarang tarik nafas yang panjang lalu hembusan kan lagi,kakak juga merasakan nya dulu jadi kakak mengerti apa yang kau rasakan."ucap Fika sambil mengelus lengan sang adik
"Kalau kakak merasa lelah kakak istirahat saja kasihan nanti calon keponakan aku"kata Bintang sambil mengelus perut sang kakak yang masih datar
"Kakak baik kok begitu juga dengan keponakan mu ini,kan ada aunty nya yang selalu mengawasi kakak."jawab Fika sambil melirik sang adik ipar
Beberapa saat setelah mendengar suara orang-orang mengucapkan kata SAH baru lah Bintang keluar di tuntun oleh kedua kakak nya.
Adam belum bisa mengalihkan pandangan nya saat melihat sang istri yang terlihat begitu cantik dan anggun,hingga lamunan nya buyar saat sang ayah menepuk pundak nya.
"Ayah titipkan putri ayah padamu nak,ayah harap kau tidak akan pernah membuat nya bersedih dan menangis,jika suatu saat dia melakukan kesalahan jangan sungkan untuk menengur nya dan juga jangan kau lukai hati nya.bila kau merasa bosan pada nya jangan kau selingkuhi tapi pulangkan dia padaku agar putri aku tidak merasakan sakit.ayah doa kan semoga rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Hendra memberikan wejangan pada sang menantu yang membuat Bintang tidak bisa menahan air matanya, walaupun mereka berbaikan beberapa hari sebelum pernikahan nya.
"Saya janji tidak akan pernah melukai hati nya,dan juga akan selalu mencintai nya sepanjang hidup saya."jawab Adam
Akhirnya hari-hari yang penuh derita dan air mata itu sudah berganti dengan kebahagiaan,
kini Bintang tau kalau dia di lahir kan ke dunia ini untuk bahagia bersama sang suami, Meskipun harus melalui proses yang begitu panjang untuk mencapainya kebahagiaan nya,tapi Bintang percaya bahwa Allah itu tidak akan memberikan suatu cobaan pada hambanya jikalau dia tidak mampu untuk melaluinya.
Kini Bintang sudah bahagia dengan keluarga kecil nya ,dan sang suami pun tidak pernah berhenti memberikan nya cinta dah kasih sayang. hingga rasa nya Bintang merasa begitu bahagia dalam hidupnya.
Akhirnya kita sudah saatnya berpisah,
saya mau ngucapin terima kasih banyak buat teman-teman yang masih suka sama ceritanya,dah tolong maffin aku ya karena membuat cerita nya cepat Tamat.karean suatu hal dan kondisi yang tidak memungkinkan, jadi sampai disini aja ya sayang-sayang aku.
jika ingin tolong baca cerita aku yang lain juga,,
sekali lagi maafkan jika endingnya kurang memuaskan.
semoga kita sehat terus dan bisa berjumpa di lain waktu.
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATU
__ADS_1